![]() |
| Ketua PWI Sumbar serahkan bendera pataka kepada ketua PWI Bukittinggi (**) |
BUKITTINGGI, Canangnews — Kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bukittinggi periode 2026–2029 resmi dilantik di Aula Istana Bung Hatta, Jumat (11/9/2026).
Pelantikan dipimpin langsung Ketua PWI Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Widya Navies. Dalam kesempatan tersebut, Asrial Gindo kembali dipercaya memimpin PWI Bukittinggi setelah terpilih dalam Konferensi Luar Biasa (KLB) pada 17 Juli 2026.
Asrial merupakan jurnalis senior sekaligus alumni STAIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Ia memiliki pengalaman panjang di dunia organisasi dan jurnalistik. Selain pernah menjadi aktivis Reformasi 1998 dan pengurus HMI, Asrial juga pernah menjabat pimpinan redaksi sejumlah media serta Pimpinan BAZNAS Kota Bukittinggi periode 2020–2025.
![]() |
| Foto pengurus PWI bersama Walikota Bukittinggi, dan OPD (*N) |
Dalam sambutannya, Asrial mengatakan kepengurusan yang dipimpinnya akan berupaya membawa PWI Bukittinggi menjadi organisasi yang berintegritas, mandiri, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.
Menurutnya, tantangan dunia jurnalistik saat ini semakin kompleks, terutama dengan derasnya arus disinformasi. Karena itu, ia memprioritaskan peningkatan kompetensi wartawan melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW), penguatan perlindungan hukum bagi anggota, serta peningkatan kualitas intelektual dan kemampuan berpikir kritis insan pers.
"Pers harus mampu menghadirkan informasi yang berkualitas dan ikut mendorong pembangunan Bukittinggi yang bermartabat," kata Asrial.
Ketua PWI Sumbar, Widya Navies, juga berpesan kepada pengurus baru agar menjaga solidaritas dan menjalankan roda organisasi secara transparan.
Ia menekankan pentingnya membangun sinergi dengan pemerintah dan berbagai pihak, namun tetap menjaga independensi pers dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, mengapresiasi terbentuknya kepengurusan baru PWI Bukittinggi.
Ramlan berharap PWI dapat menjadi wadah yang mampu menaungi seluruh jurnalis di Bukittinggi sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya peran media dalam menyampaikan program pemerintah secara akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan melalui berbagai platform media.
(KH)


