Kapolres Inhu dan Tim Gabungan Langsung Praktek Menggunakan Teknologi Cairan X Fire di Lokasi Kebakaran

Canang Riau
0


Inhu canangnews.com -  Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pulau Jumat, Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), terus dilakukan secara intensif. Tidak hanya mengandalkan pemadaman secara konvensional, tim gabungan juga mulai mempraktikkan penggunaan teknologi cairan pemadam X-Fire 01 dan X-Fire 02 di lokasi kebakaran.


Praktik penggunaan teknologi tersebut dilakukan langsung di areal karhutla pada Senin (14/9/2026), setelah sebelumnya personel mendapatkan pelatihan dari Sat Brimob Polda Riau. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Inhu AKBP Eka Ariandy Putra, S.H., S.I.K., M.Si., bersama tim gabungan yang terdiri dari personel Polri, TNI, BPBD, MPA dan unsur terkait lainnya.


Kapolres Indragiri Hulu AKBP Eka Ariandy Putra, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kasi Humas Aiptu Misran, S.H., mengatakan penggunaan teknologi X-Fire menjadi salah satu inovasi dalam mendukung proses pemadaman dan pendinginan, khususnya pada lahan gambut yang memiliki karakteristik api dapat menjalar di bawah permukaan.

“Pelatihan dan praktik ini dilakukan agar personel di lapangan memahami secara langsung bagaimana penggunaan X-Fire dalam penanganan karhutla, baik untuk pemadaman permukaan maupun penanganan api yang berada di dalam lapisan gambut,” ujar Misran.


Dalam praktik tersebut, bahan X-Fire 01 dicampurkan dengan air menggunakan perbandingan 1:4. Proses pencampuran dilakukan menggunakan mixer hingga cairan tercampur secara merata.

Setelah campuran siap digunakan, cairan dapat diaplikasikan dengan mesin mini striker untuk pemadaman dalam jumlah besar. Sementara untuk titik api yang relatif kecil, cairan dapat digunakan menggunakan alat semprot manual maupun mesin semprot.


Khusus pada lahan gambut, metode penggunaan juga diarahkan untuk menjangkau sumber panas di bawah permukaan. Personel diperkenalkan dengan penggunaan perangkat injeksi gambut yang ditancapkan ke dalam tanah sehingga cairan dapat diarahkan ke bagian lahan yang masih menyimpan bara atau sumber panas.


“Jadi bukan hanya api yang terlihat di permukaan yang menjadi sasaran. Pada lahan gambut, pendinginan bagian dalam juga sangat penting agar titik panas tidak kembali muncul dan berkembang menjadi kebakaran baru,” jelasnya.


Praktik di lapangan tersebut melibatkan personel Sat Brimob Polda Riau yang memberikan pelatihan teknis, di antaranya Iptu Rizky Revin Pradana S.Tr.K., S.I.K., Ipda Amir Hosen, Aipda Gunawan, Aipda Nipson Aritonang serta sejumlah personel lainnya.


Kapolres Inhu bersama Wakapolres Inhu Kompol Lassarus Sinaga, S.H., M.H., Kasat Reskrim Iptu Adlin, S.H., M.H., Kabag Log AKP Aman Aroni, S.H., M.H., Kapolsek Kuala Cenaku Iptu Daniel S. Panjaitan, S.Sos., dan para perwira lainnya turut melihat sekaligus mengikuti proses praktik penggunaan perangkat tersebut di lapangan.


Penanganan karhutla di Desa Pulau Jumat sendiri melibatkan kekuatan personel gabungan dalam jumlah cukup besar. Di antaranya 21 personel BKO Dit Samapta Polda Riau, 8 personel Brimob Batalyon A Polda Riau, 29 personel Polres Inhu, 10 personel Polsek Kuala Cenaku, 20 personel TNI, 11 personel BPBD serta 2 personel MPA.


Selain personel darat, dukungan sarana udara juga disiapkan berupa tiga unit helikopter water bombing (WB) dari BNPB. Dua unit alat berat dari PT RAPP turut digunakan untuk membantu membuat sekat bakar guna mencegah api menjalar ke areal lainnya.


Karhutla yang terjadi di Desa Pulau Jumat terpantau melalui Dashboard Lancang Kuning. Kondisi lahan yang terbakar merupakan lahan kosong dengan vegetasi semak belukar dan sebagian tanaman sawit, dengan karakter tanah berupa gambut tebal.


Hingga kegiatan berakhir sekitar pukul 17.00 WIB, tim gabungan telah melakukan pemadaman dan pendinginan terhadap areal sekitar 8 hektare. Namun, sebagian lokasi masih mengeluarkan asap sehingga proses pendinginan dan pemantauan terus dilakukan.


Salah satu tantangan di lapangan adalah akses menuju lokasi yang harus ditempuh melalui jalur air dengan menyeberangi sungai, kemudian dilanjutkan perjalanan darat sekitar 10 kilometer. Kondisi sejumlah kanal atau parit di sekitar lokasi juga mulai mengalami kekeringan sehingga sumber air menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman.

Untuk mencegah api kembali meluas, tim gabungan melakukan penyisiran areal, patroli dan pemantauan titik-titik yang berpotensi kembali terbakar. Regu bersama Bhabinkamtibmas juga disiagakan di lokasi untuk memonitor perkembangan situasi.


Penggunaan teknologi X-Fire 01 di tengah penanganan karhutla tersebut menjadi bagian dari langkah memperkuat kemampuan tim di lapangan. Dengan kombinasi pemadaman, pendinginan, pembuatan sekat bakar, patroli serta pemantauan berkelanjutan, penanganan karhutla di Desa Pulau Jumat terus dilakukan secara terpadu.


“Kita ingin seluruh personel yang terlibat benar-benar memahami teknologi ini dan mampu mengaplikasikannya secara tepat di lapangan. Keselamatan personel dan masyarakat tetap menjadi prioritas, sementara titik api harus terus dikendalikan agar tidak meluas,” tutup Misran."( Roli )

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(50)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top