SPMB SMA Negeri di Bukittinggi Dibuka Mulai 22 Juni, Ini Jadwal dan Kuota Tiap Jalur

0
Dari kiri Kepala Sekolah SMAN 1,3, 5, 2, dan 4 Bukittinggi yang tergabung dalam MKKS SMA (*N)


Bukittinggi, Canangnews– Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat membuka pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 secara online mulai 22 Juni hingga 5 Juli 2026.



Untuk memastikan informasi penerimaan siswa baru tersampaikan dengan baik kepada masyarakat, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA bersama Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Wilayah I Sumbar menggelar sosialisasi SPMB SMA Negeri se-Kota Bukittinggi di Aula SMA Negeri 1 Bukittinggi, Rabu (17/6).



Ketua MKKS SMA Negeri Bukittinggi yang juga Kepala SMAN 3 Bukittinggi, Eli Noverma, mengatakan kegiatan sosialisasi digelar agar masyarakat memahami sistem, tahapan, serta persyaratan dalam pelaksanaan SPMB tahun ini.

Spanduk SPMB 2026/ 2027


"Sosialisasi ini sebelumnya sudah dilakukan kepada para camat di tiga kecamatan di Bukittinggi. Kali ini kami mengundang SMP/ MTs, LPM, komite sekolah, kepala sekolah, dan lurah agar informasi dapat menjangkau masyarakat lebih luas," ujar Eli.



Menurutnya, dukungan seluruh pihak diperlukan agar pelaksanaan SPMB berjalan lancar dan seluruh calon peserta didik dapat terakomodasi sesuai aturan yang berlaku.



"Kita bersama-sama menyosialisasikan kebijakan pemerintah pusat dan provinsi demi keberlanjutan pendidikan anak-anak kita di SMA," katanya.



Sementara itu, pelaksana SPMB Wilayah I Sumbar, Fadrizal, mengapresiasi tingginya antusiasme para undangan yang hadir dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran berbagai unsur masyarakat menjadi bukti komitmen bersama untuk menyukseskan pelaksanaan SPMB di Sumatera Barat, khususnya Kota Bukittinggi.



Fadrizal menjelaskan, pelaksanaan SPMB 2026 mengacu pada Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 dan petunjuk teknis yang telah ditetapkan. Terdapat tiga tahapan pendaftaran yang dibuka secara bertahap.



Tahap pertama adalah jalur afirmasi dan mutasi yang dibuka pada 22–23 Juni 2026. Jalur afirmasi diperuntukkan bagi calon murid dari keluarga kurang mampu dengan kuota 30 persen, sedangkan jalur mutasi atau perpindahan tugas orang tua mendapat kuota 5 persen.



Tahap kedua adalah jalur prestasi yang dibuka pada 27–29 Juni 2026. Jalur ini diperuntukkan bagi calon siswa yang memiliki prestasi akademik maupun nonakademik dengan total kuota 30 persen.



Selanjutnya, tahap ketiga yakni jalur domisili dibuka pada 3–5 Juli 2026. Jalur ini menyediakan kuota 30 persen bagi calon murid yang berdomisili di wilayah yang telah ditetapkan berdasarkan kedekatan alamat dengan sekolah tujuan.



"Apabila jumlah pendaftar melebihi daya tampung sekolah, maka seleksi akan dilakukan berdasarkan nilai yang dimiliki calon siswa," jelas Fadrizal.



Ia menambahkan, kebijakan tersebut bertujuan meningkatkan daya saing peserta didik melalui keberagaman latar belakang siswa yang diterima di sekolah.



"Harapan orang tua tentu ingin anaknya masuk ke sekolah favorit atau yang dekat dengan rumah. Namun sesuai Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025, komposisi peserta didik juga harus memberikan ruang bagi siswa dari luar Bukittinggi untuk meningkatkan daya saing," ujarnya.



Pada kesempatan yang sama, Kepala SMAN 1 Bukittinggi, Hernandar, mengapresiasi berbagai masukan yang disampaikan peserta sosialisasi, mulai dari ninik mamak, LPM, camat, hingga tokoh masyarakat.



Menurutnya, kegiatan sosialisasi penting dilakukan agar masyarakat memahami seluruh tahapan dan persyaratan SPMB sehingga tidak terjadi kesalahpahaman selama proses penerimaan murid baru berlangsung.



"Dengan sosialisasi ini, kami berharap masyarakat memahami mekanisme SPMB dan tidak ada lagi simpang siur informasi terkait tahapan maupun persyaratannya," tutup Hernandar.


(KH)

Tags

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(50)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top