Batang Gasan, CanangNews – Kepedulian terhadap Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) kembali diwujudkan melalui kegiatan atensi dan advokasi sosial kepada masyarakat rentan di Korong Kantarok, Nagari Malai V Suku, Kecamatan Batang Gasan, Kabupaten Padang Pariaman.
Di antara warga yang menjadi perhatian adalah Defrios Sulastri (46 tahun), seorang ibu tunggal yang hidup dalam keterbatasan akibat gangguan penglihatan yang menyebabkan dirinya tidak dapat melihat secara normal. Dalam kesehariannya, Defrios Sulastri harus menjalani kehidupan dengan berbagai keterbatasan, baik dalam memenuhi kebutuhan dasar maupun dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama sebagai bagian dari upaya perlindungan dan pemenuhan hak-hak masyarakat rentan. Melalui kegiatan atensi dan advokasi sosial, dilakukan pendataan, asesmen kebutuhan, serta penguatan akses terhadap layanan sosial, kesehatan, dan program bantuan yang tersedia dari pemerintah maupun pihak terkait.
Kecamatan Batang Gasan merupakan wilayah di Kabupaten Padang Pariaman yang terdiri dari beberapa nagari, termasuk Nagari Malai V Suku sebagai lokasi tempat tinggal penerima manfaat.
Kehadiran pemerintah dan para pendamping sosial diharapkan mampu memberikan semangat baru bagi Defrios Sulastri agar tetap optimis menjalani kehidupan. Selain bantuan yang bersifat material, dukungan moral dan perhatian dari lingkungan sekitar menjadi kekuatan penting dalam membangun rasa percaya diri dan kemandirian.
"Setiap warga negara berhak mendapatkan perlindungan dan pelayanan sosial yang layak. Tidak boleh ada masyarakat yang merasa sendiri dalam menghadapi keterbatasannya," ungkap salah seorang pendamping sosial saat melakukan kunjungan.
Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa kesejahteraan sosial bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah nagari, tokoh masyarakat, organisasi sosial, dunia usaha, hingga para dermawan yang memiliki kepedulian terhadap sesama.
Dengan semangat gotong royong dan nilai kemanusiaan yang kuat, diharapkan Defrios Sulastri dan masyarakat rentan lainnya dapat memperoleh akses yang lebih baik terhadap pelayanan sosial, kesehatan, serta kesempatan untuk hidup secara layak dan bermartabat.
Atensi dan advokasi sosial bukan sekadar bantuan, melainkan wujud nyata hadirnya negara dan masyarakat dalam merangkul mereka yang membutuhkan, sehingga tidak ada satu pun warga yang tertinggal dalam pembangunan dan kesejahteraan sosial. (Emil Salim/ZT)
