Persiapan pelaksanaan salah satu agenda budaya terbesar di Kota Pariaman itu dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Rapat Wali Kota Pariaman, Rabu (13/5/2026).
Rapat dipimpin Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi dan dihadiri Forkopimda, organisasi perangkat daerah terkait, Tuo Tabuik Pasa dan Subarang, serta panitia pelaksana.
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal Pemko Pariaman untuk menyelaraskan pelestarian nilai tradisi Hoyak Tabuik dengan pengembangan sektor pariwisata modern yang setiap tahun menarik ribuan pengunjung.
“Pada prosesi nanti, kita meminta prosesi ritual dari Maambiak Tanah hingga Tabuik Dibuang Kelaut tetap menjaga kekompakkan dan keaslian tradisi lokal. Selain menjaga keaslian budaya, Pemko Pariaman juga memprioritaskan kesiapan menghadapi lonjakan wisatawan yang diperkirakan kembali meningkat pada pelaksanaan tahun ini. ” ujar Mulyadi.
Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman merupakan warisan budaya yang telah menjadi ikon kebanggaan Kota Pariaman selama lebih dari dua abad. Pada Tahun 2026, iven ini akan kembali digelar dengan kemasan yang lebih atraktif, profesional, dan berkelas internasional dengan tema Magnificent West Sumatera “Tradisi yang tak Pernah Mati”,"
Pesona Hoyak Tabuik Piaman tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat Kota Pariaman.
Denga meningkatkan pengunjung yang datang, usahakan promosi acara tabuik Promosinya sampai keluar Pariaman dan Luar Sumatera Barat. Yang terpenting tanggal di mulainya Tabuik ini dan Acara Puncak, Ujar Mulyadi, mantan DPRD Kota Pariaman 3 kali periode ini..
Menghadapi lonjakan pengunjung , penataan parkir, rekayasa lalu
lintas, dan kenyamanan pengunjung di area pantai menjadi prioritas
utama. Tidak hanya itu, salah satu event yang kita gadangkan ini
hendaknya harus menjadi penggerak ekonomi ril bagi masyarakat Kota
Pariaman, mulai dari sektor kuliner hingga kerajinan tangan bahkan
penginapan,” katanya.
.jpeg)