1000 Pelajar Ramaikan Alek Nagari di Bukittinggi

0

 

Gubernur Sumbar Mahyeldi turut hadir pada acara oembukaan Alek Nagari (**)

Bukittinggi – Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatra Barat menggelar Alek Anak Nagari dalam rangka memeriahkan peringatan 100 tahun Jam Gadang. Kegiatan yang berlangsung pada 15–16 Mei 2026 itu dipusatkan di Lapangan Kantin dan Aula Badan Keuangan Bukittinggi.



Event yang diprakarsai Anggota DPRD Sumbar, Nurna Eva Karmila, diikuti lebih dari 1.000 pelajar dari 80 sekolah tingkat SD hingga SLTA sederajat di Bukittinggi.



Ketua Panitia, Dedi Fatria, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi agenda budaya rutin di Kota Bukittinggi.



“Alek Anak Nagari ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga wadah untuk mengenalkan kembali budaya Minangkabau kepada generasi muda,” kata Dedi, Jumat (16/5).



Berbagai permainan tradisional ditampilkan dalam kegiatan itu, seperti lomba bakiak, potok lele, galah, tarompa sayak, dan congklak. Selain itu, peserta juga mengikuti lomba memasak makanan khas Minangkabau seperti anyang dan godok inti khas Nagari Kurai.



Ketua Kerapatan Adat Kurai (KAK), Inyiak DT. Sati, menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam mengurangi dampak negatif penggunaan gadget pada anak-anak.



“Ini menjadi titik balik bagi anak cucu kita untuk melawan pengaruh negatif internet dan permainan gadget berlebihan,” ujarnya.



Sementara itu, Nurna Eva Karmila menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sengaja diarahkan untuk memperkuat pendidikan karakter generasi muda melalui budaya lokal.

Menurutnya, permainan tradisional dan aktivitas budaya dapat membantu anak-anak lebih kreatif sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap gadget.



Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menyebut Alek Anak Nagari menjadi bagian dari rangkaian perayaan 100 tahun Jam Gadang yang akan berlangsung pada Juni mendatang.



“Kegiatan ini memberi pengaruh positif agar anak-anak lebih mengenal warisan budaya Minangkabau,” kata Ibnu.



Gubernur Sumbar, Mahyeldi, juga mendukung kegiatan tersebut. Ia menilai pelestarian budaya lokal penting untuk menjaga nilai kebersamaan dan sportivitas generasi muda.



Mahyeldi berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara rutin dan lebih meriah di masa mendatang, sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya di Bukittinggi.


(KH)

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(50)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top