Pemkab Solok Resmi Tetapkan Status Keadaan Darurat Bencana 14 Hari Kedepan

Pilot Solok
0

 



Kab.Solok, CanangNews - Menindaklanjuti bencana banjir dan longsor yang tengah melanda sebahagian besar daerah Kabupaten Solok, Pemerintah Kabupaten Solok resmi menetapkan status Keadaan Darurat Bencana selama 14 hari ke depan.


Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Solok, H Candra saat menggelar Jumpa Pers bersama awak media pada Sabtu, (29/11/2025) di Gedung MPP Pelayanan Terpadu Satu Pintu.


Tampak Hadir pada Jumpa Pers, Wakil Bupati Solok H.Candra, Sekda Medison, Ketua DPRD Kab.Solok, Kapolres Solok AKBP Agung Pranajaya, S.I.K, Wakapolres Solok Kota Kompol Aliman, Dandim 0309/Solok Letkol Kav. Sapta Raharja

 , Plt Kepala Dinas Kominfo Safriwal beserta Jajaran, Para Kepala OPD, Serta Wartawan Kab/Kota Solok.


Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Solok menyampaikan data terkait dengan kebencanaan yang terjadi di Kabupaten Solok. Selain itu, Wabup Solok juga menyampaikan langkah-langkah penanganan pasca bencana alam banjir bandang, tanah longsor dan pohon tumbang, yang melanda 9 Kecamatan dan 16 Nagari di wilayah Kabupaten Solok.


Dikatakan Wabup, sejak bencana alam Tanggal (24/11/2025) itu, Pemerintah Daerah Kan. Solok telah melakukan Rapat. Yang dihadiri Bupati Solok Jon Firman Pandu, Forkopimda setempat, dan pejabat dinas instansi terkait lainnya. Dalam rapat tersebut ditetapkan status keadaan darurat bencana Hidrometeorologi untuk 14 hari kedepan.


“Bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Kabupaten Solok sampai dengan Kamis (27/11/2025) berdampak besar pada kerusakan infrastruktur sarana dan prasarana umum dan juga ribuan rumah masyarakat,” kata Wabup Candra.



“Akibat bencana alam tersebut, sampai saat ini ada belasan Jorong yang tersebar di 6 Nagari di sejumlah Kecamatan di Kabupaten Solok, yang masih terisolasi. Akibat jembatan putus dan akses jalan yang terputus pasca bencana alam,” tambah Wabup.


Wabup menjelaskan, adapun yang terdampak bencana diantaranya Jorong Muaro Busuk di Nagari Koto Hilalang, Kecamatan Kubung, Jorong Sawah Sudut di Nagari Salayo Kecamatan Kubung, semua Jorong di Nagari Muaro Pingai dan 3 Jorong di Nagari Paninggahan Kecamatan Junjung Sirih.

Kemudian Jorong di Nagari Simpang Tanjung Nan Ampek Kecamatan Danau Kembar dan Jorong Ujung Ladang di Nagari Koto Sani Kecamatan X Koto Singkarak.


“Terkait hal itu, Pemerintah Kabupaten Solok, Forkopimda, beserta Dinas Instansi terkait lainnya dan para relawan, telah melakukan langkah-langkah penanganan bencana,” terang Wabup.


Guna memastikan, Lanjut Wabup Candra  ribuan masyarakat terdampak bencana alam dipastikan dapat terpenuhi kebutuhan makanan/minum/sembakonya.


Jajaran Pemerintah daerah bersama Forkopimda, melalui Dinas Instansi terkait, TNI/Polri, dan unsur relawan serta warga masyarakat lainnya, mendistribusikan bantuan makanan/sembako untuk masyarakat terdampak bencana.


“Termasuk untuk warga masyarakat di 6 Nagari yang masih terisolasi sampai saat ini,” lanjut Wabup Candra.


Untuk masyarakat terdampak bencana di Nagari Muaro Pingai dan Paninggahan yang terisolasi, bantuan makanan didistribusikan atau diantar petugas pemerintah, TNI/Polri dan relawan lainnya.


“Bantuan didistribusikan ke dua nagari yang terletak ditepian Danau Singkarak menggunakan speed boat milik TNI serta perahu masyarakat” ungkapnya.


Guna memenuhi belasan ribu porsi makanan untuk masyarakat terdampak bencana, Pemerintah daerah setempat menggandeng sejumlah Dapur SPPG yang sudah beroperasi di Kabupaten Solok.


Disampaikan Wabup, setidaknya sudah 15 ribu lebih porsi makanan untuk masyarakat terdampak bencana yang dibantu pengadaanya oleh Dapur SPPG.


Selain itu, guna memenuhi kebutuhan makanan masyarakat terdampak bencana, Pemkab Solok melalui Dinas Sosial sampai saat ini dan beberapa hari kedepan masih membuka Posko Dapur Umum dan Logsitik yang didirikan di halaman komplek Islamic Center Koto Baru.


Dari Dapur Umum dan Logistik ini, setiap harinya didistribusikan ribuan porsi makanan, terutama untuk memenuhi kebutuhan makan siang masyarakat terdampak bencana.


Untuk penyaluranya dikoordinasikan dengan petugas dan relawan serta masyarakat, di Posko-Posko yang ada di Nagari-Nagari. Agar, bantuan makanan/sembako yang didistribusikan tepat sasaran, dan benar-benar sampai untuk masyarakat terdampak bencana yang membutuhkan bantuan.


Sementara itu, untuk Update Data Kebencanaan Kabupaten Solok akibat bencana alam berupa banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang, daerah terdampak bencana meliputi 9 Kecamatan dan 16 Nagari yang tersebar diwilayah setempat.


Di Kabupaten Solok, setidaknya ada 1.195 KK / 5420 jiwa yang terdampak bencana alam tersebut.


Sekitar 150 KK / 930 jiwa mengungsi, sekitar 62 unit rumah masyarakat rusak berat, 229 rusak sedang dan 412 rusak ringan.


Ada 184 unit rumah masyarakat terendam. 7 unit fasilitas pendidikan rusak dan 1 unit fasilitas perkantoran juga mengalami kerusakan.


Kemudian ada 3 unit kios yang rusak, 6 unit irigasi, dan 14 unit fasilitas ibadah mengalami kerusakan. 11 Jembatan rusak, 1 meter jalan rusak, 161 hektar areal persawahan juga mengalami kerusakan.

(Betra Koto)

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(50)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top