Mengunjungi Surau Tunggue Hitam - Limpato, Nyaris 'Dilulue' Kampung

0
SELASA 2 April 2024 menjelang berbuka puasa, satu pesan whatsapp masuk ke ponsel saya (penulis). Isinya pemberitahuan: Malam ini, Safari Ramadhan Khusus dilaksanakan di Surau Tunggua Hitam Nagari Limpato Sungai Sariak (Surau H. Kenek). Tim langsung ke lokasi pukul 20.00 WIB.

Berminat mengikuti, saya mengontak Ismail, sopir mobil Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Padang Pariaman, agar menyinggahi saya ke rumah. Kami sepakat berangkat setelah berbuka puasa dan shalat maghrib. 

Berangkat dari Kota Padang kira-kira pukul 19.15 WIB menuju rumah kediaman Kepala Dinkes dr H Aspinuddin. Hujan yang cukup lebat tidak menghalangi kami. 

Dengan mobil Dinkes, kami bergerak ke arah utara, melewati Simpang Lintas Lubuk Alung, kami belok kanan di Simpang Balai Basuo, Nagari Kapalo Koto, menuju Limpato. 

Sebenarnya kami sudah sangat familiar dengan Nagari Limpato Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto, ini karena sudah sering mengunjungi untuk menghadiri berbagai kwgiatan. Namun, nama Surau Tunggue Hitam baru sekali ini kami baca, yaa dari pemberitahuan via whatsapp.

Dokter Jimmi (sapaan dr H Aspinuddin) pun berinisiatif mengaktifkan panduan google maps via android-nya. Kami pun mengikuti petunjuk suara merdu yang diperdengarkan operator google maps. Waktu sudah menunjukkan pukul 21.12 WIB.

Namun, ternyata jalur yang tempuh makin masuk pelosok dengan persimpangan yang membingungkan. Hujan dan gelap lantaran sepi dari pemukiman memperparah keadaan. Suara google maps meminta kami putar balik dan ternyata tiba lagi di titik awal.

Rasanya seperti sedang di-lulue kampuang! 

Melihat ada warung kopi yang buka, Ismail pun bertanya arah menuju Surau Tunggue Hitam. Setelah 3x bertanya, kami tiba di lokasi tujuan: surau dengan bangunan pernanen yang sangat megah, sepertinya baru selesai dibangun.

Tidak lama kemudian, Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur tiba di Surau Tunggua Hitam, Nagari Limpato Sungai Sariak (Surau H Kenek).

Usai shalat isya, kira-kira pukul 22.00 WIB, kegiatan dimulai dengan kata sambutan tuan rumah, H Mahyuddin SE alias Haji Kenek. 



Selanjutnya, Penjabat Walinagari Limpato Zulfikar melaporkan, nagari yang dipimpinnya terdiri dari 
7 korong, satu di antaranya Korong Tunggue Hitam, dengan 2 masjid dan 16 surau.

Kemudian, Bupati Suhatri Bur ketika menyampaikan sepatah dua kata mengemukakan apresiasi yang tinggi kepada H Mahyuddin atas kepedulian dan perhatiannya yang besar terhadap pembangunan kampung halaman, satu di antaranya sebagai donatur utama pembangunan Surau Tunggua Hitam.

Selengkapnya, simak youtube Bupati Suhatri Bur di Surau Tunggue Hitam

Selain Kadinkes dr H Aspinuddin, ikut mendampingi Bupati Suhatri Bur antara lain Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kadis PUPR) El Abdes Marsyam, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Hendri Satria, Kepala Dinas Kominfo Zahirman, Kepala BKPSDM Maizar serta Kabag Protokoler dan Komunikasi Pimpinan Anton Wira Tanjung. (Zakirman Tanjung)

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(50)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top