TSR 16 Padang Pariaman/Dinkes Kunjungi Mushala Kincie Tampaik Kinaro

0
Sikucur Tengah, CanangNews - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman selalu melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan setiap tahun. Kegiatan ini menjadi suatu program unggulan dalam mewujudkan visi daerah yang religius untuk Padang Pariaman Berjaya.

 Tim Safari Ramadhan (TSR) 16 Dinas Kesehatan (Dinkes) yang dipimpin dr H Aspinuddin mengunjungi Mushala Kincie Tampaik Kinaro di Korong Kampuang Tangah Bukik Jumalangan, Nagari Sikucue Tengah, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kamis (21/3/2024). 

Kedatangan TSR 16 disambut oleh Walinagari Sikucur Tengah Edwarman ST MT bersama Pengurus Mushala (Surau) Kincie Tampaik Kinaro yang diketuai Agus didampingi Sekretaris Marizal dan Bendahara Rico Afrika berikut tokoh masyarakat dan jamaah.

Tim beranggotakan Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (Kabid SDK) Zairil SKM MKes, Kepala Sub Bagian Keuangan dan Aset Sestameli SKM, Adminkes Ahli Muda Neli Gusnita SKep, Epidemiologi Kesehatan Muda Debi Afrina SKM, Sanitarian Muda Zainal Fajri SKM, Adminkes Ahli Pertama Zulfi Herwindo SKM, Adminkes Ahli Pertama Safirman Feri SKM, Adminkes Ahli Muda Ns Yuli Afrida SKep, Adminkes Ahli Muda Khairul Syaf SKM, Sanitarian Ahli Muda Ilyas Taufik SKM, Penyuluh Kesehatan Masyarakat Senov Haripa SKM dan Adminkes Ahli Pertama Yani Agustian SKM serta Wartawan CanangNews Zakirman Tanjung.

Pada kesempatan itu, Kadinkes Aspinuddin menugaskan Kabid SDK Zairil SKM MKes menyampaikan materi TSR 16. 

Zairil memaparkan tantangan pelaksanaan intervensi spesifik penurunan stunting, di antaranya terkait dengan pemberian tablet tambah darah untuk remaja putri, antenatal care untuk ibu hamil, pemberian air susu ibu (ASI) ekslusif dan memberikan makanan pendamping ASI plus pemberian makanan tambahan, apalagi bagi balita yang punya masalah gizi dan imunisasi serta mencegah masyarakat buang air besar sembarangan. 

"Jika program intervensi spesifik ini dapat tercapai, maka angka stunting dapat diturunkan," ujar pria simpatik ini.

Kontribusi intervensi sensitif dari lintas sektoral (linsek) terkait, ulas Zairil, sangat membantu dalam mempercepat pencapaian program. Misalnya ketersediaan air bersih, keluarga berencana dan kaitannya dengan jaminan kesehatan. Hal ini menjadi salah satu variabel yang sangat diperhitungkan agar stunting ini bisa diturunkan.

Ia juga menjelaskan, data di wilayah kerja Puskesmas Sikucur:
jumlah bayi berusia di bawah lima tahun (balita) yang mengalami gejala stunting seluruhnya 74 orang (13 %) dan ibu hamil kurang energi kronis (bumil KEK) 16 orang. 

"Pemeriksaan Ultrasonografi (USG) medis sudah jalan dengan pelayanan setiap hari Sabtu di Puskesmas Sikucur," ujar Zairil. 

Inovasi untuk penurunan stunting di Puskesmas Sikucur, lanjut dia, antara lain ABI Superman (ayah bantu ibu pada seribu hari pertama kehidupan). "Jadi, dalam inovasi ini lebih meningkatkan peran ayah dan ibu terhadap balitanya, terutama pola asuh dari orang tua. 

Puskesmas Sikucur juga melakukan inovasi dalam pelayanan ibu hamil berupa Kumilda Jeda Layar (mengunjungi ibu hamil dengan cara jemput, dampingi, layani dan diantar kembali). Hal ini bertujuan untuk peningkatan pelayanan kepada ibu hamil dengan one top service dari awal sampai akhir pelayanan. 

Data kesehatan lingkungan (kesling) di wilayah kerja Puskesmas Sikucur: akses jamban sehat 42 persen.  Jumlah nagari ODF belum ada.

Sebelumnya, Walinagari Sikucur Tengah Edwarman ST MT dalam kata sambutannya mengungkapkan keluhan masyarakat, bahwa pasca banjir 7 Maret 2024 lalu ada beberapa turap aliran sungai yang sudah terban, termasuk tebing sekitar Puskesmas Pembantu (Pustu) Durian Dangka yang longsor dan pustu juga rusak. 

Menanggapi hal itu, Zairil mengemukakan, Pemkab Padang Pariaman dan Kementerian Kesehatan RI melalui Dinkes sudah mendata pustu yang rusak untuk diusulkan rehabilitasi melalui Dana Alokasi Fisik (DAK) Fisik 2025. 

"Pak Kadinkes dr H Aspinuddin dan Pak Bupati Suhatri Bur dijadwalkan melakukan audiensi dengan Menteri Kesehatan, 30 April 2024, dengan membawa data, termasuk pustu yang rusak di seluruh Kabupaten Padang Pariaman," katanya lagi.

Pada kesempatan itu Zairil menyerahkan bantuan pemkab berupa 4 (empat) kitab suci Al-Qur'an, uang secara  simbolis Rp7.500.000, infak TSR 16 Rp750.000 serta 1 (satu) unit
kipas angin dari Kepala Puskesmas Sikucur dan staf. (ZR/ZT) 

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top