Aktivis Kemanusiaan di Gaza, Muhammad Husein : Kejahatan Israel Sudah Kelewat Batas

 

Ustadz.Muhammad Husein, salah seorang aktivis kemanusiaan di Gaza Palestina/ Doc.Google


BUKITTINGGI, Canangnews- Ust. Muhammad Husein, pria asal Bogor, saksi mata pejuang Palestina, yang merupakan seorang jurnalis, penggiat sosial media, dan aktivis kemanusiaan di Gaza Palestina ini, sambangi Kota Bukittinggi dalam rangka Kajian Edukasi Roadshow di Sumatera Barat.


Bertemu ramah dan berbincang-bincang dengan Wakil Wali Kota Bukittinggi, Marfendi dan wartawan pada salah satu tempat di Jalan Sudirman Bukittinggi, Selasa ( 6/2/2024).


Ia mengungkapkan, bahwa sudah menetap di Gaza selama 12 Tahun. Bagaimana mengalami langsung kejahatan Israel dan invansi serta blokade Israel di Gaza, serta merasakan berbagai Operasi militer di Gaza.


"Saya mengalami agresi militer disana sejak tahun 2011, 2012, selama diblokade yang merupakan penjara terbesar didunia, selama 8 hari, tahun 2014, diblokade 50 hari, 2021 selama 21 hari. Pada Februari 2023, saya sempat merasakan 35 hari. Tapi mulai 7 Oktober 2023 berbeda, merasakan bagaimana  Israel mendeklarasikan perang, tapi menjurus ke pembantaian rakyat sipil yang diluar batas kemanusiaan," ujarnya.

Wawako Bukittinggi, Marfendi, Ust.Muhammad Zein, saat berbincang dengan wartawan/ foto,N


Menurutnya, saat ini Gaza sudah di bombardir selama 121 hari.Misi zionis kali ini bukan hanya menguasai Gaza, tetapi membumi hanguskan Gaza.bahkan sampai saat ini, anak-anak yang terbunuh akibat genosida ini mencapai 12.000 orang. Dan 10.000 yang terjebak direruntuhan. Total mencapai 27.000 orang, selain warga sipil zionis juga menargetkan kepada jurnalis.


" Saya masih diberi umur panjang. Dalam agresi sebelumnya saya dan keluarga ( istri dan anak) sudah akan dievakuasi oleh Kemenlu, tapi selalu ditolak. Tapi kali ini, saya luluh didesak untuk evakuasi dari Gaza, walaupu berkali -kali gagal, akhirnya selamat juga di perbatasan Mesir, Raffah," urainya.


Kemudian, lanjutnya, bagaimana Israel didukung oleh Amerika, Inggris, Perancis dan Eropa lainnya,  upaya kita di Indonesia selaku ummat Islam, harus lebih serius menanggapi tragedi terbesar abab ini.


"Saya pulang ke Indonesia bukan untuk lari atau istirahat. Tapi untuk meng edukasi kepada masyarakat, agar jangan inkonsisten dalam mendukung perjuangan Palestina," tegasnya.


M.Husein, menekankan, bahwa penjajahan di dunia harus dihapuskan, dan kemerdekaan merupakan hak setiap bangsa. Masyarakat Indonesia, terutama ummat muslim terlibat didalamnnya, menuju Palestina murni merdeka, free Palestine," urainya.


"Kita  harus serius dalam berbicara kemanusiaan, diantaranya, memboikot produk Israel, memantau dan mengusir kapal-kapal dagang milik Israel yang lalu lalang di Selat Malaka," imbuhnya.


(KH)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama