Pemko Bukittinggi Mitra Utama Bagi UMKM Dalam Roda Perekonomian Masyarakatnya



BUKITTINGGI - Pemerintah Kota Bukittinggi dibawah kepemimpinan Erman Safar terus tingkatkan laju ekonomi daerahnya, melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bukittinggi pemko menggelar Sosialisasi /Bimtek Berbasis Resiko bagi pelaku usaha di kota itu.


Bimtek ini dilaksanakan selama 3 hari di hotel Grand Bunda pada dimulai dari tanggal 14 -16 November 2023 dan peserta terdiri dari pelaku usaha sektor Umum, UMKM yang berjumlah sekitar 165 peserta.


Walikota Bukittinggi Erman Safar yang diwakili Asisten II Rismal Hadi menyampaikan, pemerintah Kota Bukittinggi dalam hal ini siap menjadi etalase untuk wilayah sumbar. Artinya dengan 19 Kabupaten/Kota yang ada di sumbar, Bukittinggi menjadi yang potensial untuk kota transaksi dan berinvestasi. Pemerintah juga siap mengajak semua pelaku usaha.


Sementara sekretaris DPMPTSP Kota Bukittinggi Yopi Zulfikar, ST menyampaikan, tujuan diadakannya kegiatan ini yaitu untuk, Mensosialisasikan Peraturan Pemerintah nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha berbasis Risiko serta Peraturan Kepala BKPM RI nomor 5 Tahun 2021 tentang Pedoman dan Tata Cara Pengawasan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, Meningkatkan pemahaman dan kemahiran pelaku usaha dalam penyusunan dan penyampaian Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) secara online, Mengetahui perkembangan kegiatan usaha dan kendala yang dihadapi oleh pelaku usaha. 


Menurutnya, dengan luas kota Bukittinggi yang hanya 25 kilo meter persegi, namun karena berada di tengah provinsi sumbar, banyak potensi yang bisa di ambil masyarakat, tentunya bagi pelaku usaha. Apalagi dengan pertambahan penduduk setiap tahunnya yang signifikan (Urbanisasi).


Kepala Bidang Destinasi dan Industri Dinas Pariwisata kota Bukittinggi Silvirawane Ria Putri,S.P. MSI,  menghimbau kepada para pelaku usaha untuk memenuhi standar standar yang ditetapkan oleh permenparekraf 4 tahun 2021 itu karena jika sudah terpenuhi standarnya kita mengharapkan produknya sesuai standar kemudian pelayanannya juga seperti itu.


"Dengan adanya terpenuhi standar itu kenyamanan pengunjung juga akan lebih meningkat. Jika pengunjung nyaman disini tentu akan lebih lama tinggal disini," harap Silvirane.


Kegiatan Bimtek/Sosialisasi juga menerangkan tentang Implementasi Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dan Pengawasan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (OSS-RBA).


Sementara itu Narasumber dari DMPTSP Propinsi Sumbar, Asrul, SE mengatakan, sosialisasi dan Bimtek perizinan berbasis resiko bagi pelaku usaha merupakan kegiatan yang sangat baik yang dilakukan oleh Pemko Bukittinggi itu selaras dengan tujuan dari pemko Bukittinggi sendiri yakni "Pemko Sebagai Mitra Utama bagi para pelaku Usaha".


"Yang mana dalam pengurusan surat ijin yang berbeda yang dulunya di laksanakan secara manual sekarang sudah di laksanakan dengan cara online. Artinya Pemerintah sudah menutup segala pembiayaan ruang dan jarak terhadap proses perizinan ini," sebutnya.


Lanjut kata dia, dengan penggunaan berbasis secara elektronik ini adanya standardisasi yang dilaksanakan secara nasional artinya pemerintah sudah menganggarkan setiap masing - masing yang sudah terpublik dengan secara merata selain itu terhadap penggunaan aplikasi ini.


"Penyelenggaraan perizinan secara elektronik merupakan amanat dari UU cipta kerja yang sudah di petakan menurut tingkat risikonya ,terhadap tingkat resiko menengah pelaku usaha bisa izin usahanya terbit di tempat," imbuh Asrul.


Asrul menambahkan, berdasarkan regulasi yang telah kita sampaikan adanya kemudahan bagi pelaku usaha UMK di berikan prioritas dengan segala proses penyelenggaraan yang ada.


(KH)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama