Perjalanan Menunaikan Ibadah Umrah Program Full Ramadhan 1444 H (3)

     Catatan Irvan Khairul Ananda

Tawaf I Program Full Ramadhan
Jumat (31/03/2023)
Puasa H9
Hari Pertama di Makkah

Hari l berbuka puasa di Mekkah, sama juga kami dengan di Madinah, yakni program mandiri. Jamaah lain ada ikut yang program reguler, di mana makan minumnya disediakan pihak hotel kerjasama travel umrah: 5 hari pertama di Medinah makannya france-dinner, 3 hari setelahnya makan nasi box.

Pukul 18.00 tourleader dan mutawif membagikan kunci kamar Hotel Talat Ajyad, masing-masing peserta langsung mengusung koper dan barang-barangnya ke dalam kamar. Ada yang mengajak maghrib itu ke Haram untuk shalat, tapi kami tolak sebab penataan di kamar belum selesai.

Menunggu adzan maghrib berkumandang, tanda masuknya jadwal shalat mahgrib sekaligus tanda masuk waktu berbuka pukul 18.36 dari tower Haram, saya sempatkan mencari nasikuning ala Keling dengan seekor ayam bakar, wah ternyata harganya 45SR atau setara Rp175.000. Biarlah... untuk berbuka puasa hari pertama di Makkah ini untuk bertiga, bisa juga dimakan untuk 2x nanti sahur.

Setelah berbuka dengan jus jeruk dan makan nasi kuning barulah kami shalat mahgrib di kamar.

Menjelang isya sekitar pukul 20.00 kami sudah dikumpulkan di loby hotel untuk berangkat melakukan tawaf. Jarak hotel dengan Gate 1 (Pintu Utama Haram) lebih kurang 700 meteran jalan kaki. Dekat hotel merupakan pertigaan masuk Terminal Bus, bising dan padat sekali.

Bertepatan dengan shalat isya di Haram maka semua jalan ditutup sehingga semua jamaah dari berbagai negara dan penginapan daerah Ajyad terhenti bergerak dan makin padat. Sebagian besar ikut shalat isya bahkan dengan cara berdiri. Selesai shalat isya barulah khusus peserta umrah diberikan kesempatan jalan ke pintu utama, terus jalan ke pelataran Ka'bah. Isu harus pakai barkot internet dan sebagainya tidak ditemukan. Dilihat oleh petugas bahwa jamaah itu sudah berpakaian kain ihram yang tidak berjahit itu langsung dibolehkan masuk ke areal Ka'bah.

Menjelang pukul 21.00 kami sudah bisa mulai mengucapkan Bismillahi Allahuakbar  di batas lampu hijau dimulainya langkah untuk tawaf yang dikomandoi mutawif. Bagusnya di-menej dengan begini sehingga tawaf tidak berdesakan, padat bahkan crowdit

Selesai tawaf dengan 7 kali berkeliling Ka'bah, kami mencari tempat shalat sunat bakda tawaf dekat jalur sa'i.

Pukul 22.00 bisa kami mulai untuk laksanakan sa'i, mulai terasa berat dan kurang kuat, apalagi ada mendaki arah je Bikit Safa dan Bukit Marwah.

Dalam melangkah pada putaran ke-5, tiba-tiba saya tersenggol seseorang, lalu kami sama menatap wajah masing-masing.  "Pak...," tegurnya. 

Allahuakbar...rupanya Ustadz Syofie (Murawif kami Umrah Kaafe99 tahun 2013 yang lalu). 
Ketika siangnya dalam perjalanan Madinah - Makkah saya mencari nomor HP Ustadz, kami berkomunikasi dengan SMS, dia ada di Makkah dan janji untuk ketemuan. 

Maa syaa Allah,  malam ini ketika sedang di jalur sa'i ke putaran 5 Allah pertemukan kami. Betapa mudah bagi Allah ﷻ merealisir janji ummatNya! Ustadz Syofie titip salam buat semua jamaah Umrah Siar Tour 2013.

Pukul 23.30 malam selesai sudah rangkaian Umrah l Program Umrah Full Ramadhan ini kami laksanakan, mulai berpakaian ihram, miqot, berniat, bertalbiah, tawaf, shalat sunat bakda tawaf, sa'i dan bertahalul.

Ketika pukul 00.00 kami sudah kembali ke hotel dalam fisik yang lunglai  tapi pikiran dan perasaan begitu nyaman, setelah berserah diri kepada Allah ﷻ,  memenuhi panggilanNya, Labbaika Allahumma Labbaik.

Dzuhur Pertama di Haram
Sabtu (01/04/2023)
Puasa H10
Hari ke-2 di Makkah

Tadi subuh karena kecapean agak terlambat bangun. Tapi masih sempat makan sahur. Kemudian menjelang azan subuh pukul 04.45 sudah berada di plaza Haram. Masuk ke dalam masjid sudah tidak bisa lagi karena hampir seluruh pintu masuk ke Haram diblok. Kami shalat subuh saja di plaza depan Tower Zam-zam. Setelah shalat baru masuk dan mengaji Al-Qur'an.

Pk 09.00 pulang ke hotel dan istirahat. Lalu bangunnya juga terlambat sehingga untuk shalat dzuhur di plaza masjid dalam terik panas matahari siang.

Setelah shalat, menunggu jamaah ke luar masjid, kami berusaha pula untuk masuk karena ingin tawaf sunat di lantai 2.

Pukul 13.00 mulai tawaf, sudah ramai, bahkan sepeda dorong jamaah banyak pula yang saling berpacu. Kurang nyaman juga karena sering menyentuh kaki para jemaah lainnya. Satu jam lebih melakukan tawaf di lantai 2 ini, juga melelahkan.

Selesai tawaf yang melelahkan tersebut langsung dapat  telepon bahwa  hotel kembali pindah ke Al-Rayah Mubarak Hotel yang sebenarnya kemaren harus di sana. Tapi karena kamarnya belum kosong maka semalam kami dititip di  Talat Ajyad Hotel. Kedua hotel ini dibatasi tiga petak ruko saja.
Untunglah petugas turut membantu perpindahan barang-barang jamaah. 

Beginilah,  begitu padatnya penghunian hotel sekarang di sini, tanpa diikuti oleh travel umrah tentu tidak bisa melayani jamaah. Intinya: animo masyarakat Islam untuk menunaikan umrah, terutama bulan Ramadhan sangatlah besar! Tanpa dapat panggilan Allah ﷻ tentu tidak mungkin bisa terjadi! Laa haulawala quata illa billahil 'azim.

Dzuhur 2 di Haram
Ahad (02/04/2023)
Puasa H11
Hari ke-3 di Makkah

Hasil yang didapat adalah sepanjang apa yang diusahakan dan dikerjakan. Sepertinya pernyataan yang demikian sangatlah tepat realisasinya. Seperti dua hari ini apa yang dicapai, dua kali shalat dzuhur! Ingin shalat ke Masjidil Haram dari hotel yang berjarak 600 meter dan bisa ditempuh ±30 menit saja, tetapi kalau berangkatnya dari hotel terlambat, hasilnya juga tidak memuaskan. Sudah dua hari kami shalat dzuhur di luar, di plaza masjid, hari ini malah makin kurang lagi, hanya di depan terminal.
 
Jadi seharusnya kalau ingin meraih hasil yang lebih besar, seperti shalat di dalam Masjid Haram,  maka harus lebih cepat berangkat dari hotel. Kalau bisa sebelum dikumandangkan adzan. Apabila setelah adzan, maka pintu masuk ke dalam masjid sudah diblok oleh asykar.

Lalu bagaimana bisa mempercepatnya? Cepat bangun dari istirahat siang! Inilah sebenarnya kuncinya dan godaannya! Cepat istirahat tentu cepat pula terbangunnya!
Kalau tidak, harus diterima shalat di terik matahari siang padang pasir suhu 35°C berdesakan dan kebisingan mesin bus yang ngetem tunggu selesai shalat.

Sebenarnya tadi pagi subuh pun tidak juga bisa masuk masjid. Kemaren, Sabtu hari ke-2 pun juga sampai plaza masjid. Hanya berbuka dan shalat maghrib kemarin-lah yang baru bisa di dalam Masjid Haram. 

Barangkali doalah yang akan melipatgandakan dari segala upaya dan usaha yang dilakukan. In Syaa Allah.

Senin (03/04/2023)
Puasa H12
Hari ke-4 Makkah

Setelah adzan l pukul 04.00 KSA, kami turun dari lantai 11 kamar 1107 hotel menuju ke Haram.  Jalanan sudah ramai, sebanyak yang menuju arah yang sama sebanyak itu pula yang mengarah meninggalkan Haram. Masih ada yang minum dan makan, memang belum masuk waktu subuh. Kami tadi minum ala kadarnya saja, juga dengan air zam-zam yang sudah dibawa ke kamar. Ditambah lima butir buah kurma yang cukup manis dan mengenyangkan. Berarti jadinya kami hanya satu kali makan nasi yang dimasak sendiri di kamar hotel. 

Berbuka puasa tidak makan nasi, karena yang dibagikan dalam Masjid Haram adalah kurma, air zam-zam,  kadang ada yougurt kadang tidak, juga roti gandum hambar.

Sebagaimana kemaren, Ahad (02/04/2023), berbuka puasa hanya: air zam-zam,  kurma 5 butir, roti hambar sepotong dan juice mangga yang dibawa dari hotel. Kemudian shalat maghrib, lalu terus melaksanakan tawaf di lantai 2 mulai pukul 19.19 dan berakhir pukul 20.32 atau sekitar 01 jam 13 menit untuk tujuh putaran. Padahal adzan shalat isya sudah dikumandangkan dan tawaf berakhir sudah iqamah. Langsung saja kami masuk ke shaf yang ada untuk shalat isya. 

Selesai shalat isya kami keluar Haram, rencana biar nanti saja di hotel shalat tarawihnya. Rupanya dalam perjalanan keluar dari plaza masjid berubah pula pemikiran. Kami bergabung dengan shaf di pinggir jalan depan Toilet 1 Wanita ada jamaah laki-laki dari Pakistan(?). Alhasil dapat ikut tarawih 8 rakaat dan witir 3 rakaat. Baru pulang ke hotel pukul 22.00 dan baru makan nasi dengan kari yang dibeli kemarin serta telur rebus. Menjelang pukul 00.00 kami mungkin telah tertidur. 

Sebelum subuh ini kami sudah masuk Haram lewat fly over di atas Gate2 dan Gate3 samping Rumah Raja. Lalu mencari tempat yang kosong dekat Pintu 79 atas, selantai dengan Tempat Tawaf Lantai 2. 
Baru saja selesai shalat sunat 2 rakaat,  adzan subuh berkumandang. Alhamdulillah...

Pukul 05.45 kami laksanakan tawaf di Lantai 2 ini, agak longgar dibandingkan tadi malam, mungkin karena subuh atau pagi? Kami selesaikan putaran 7 keliling pukul 06.54, berarti dapat kami selesaikan 01 jam  9 menit. Karena putarannya lebih besar dibandingkan kalau tawaf di pelataran Ka'bah. Ada untung dan ruginya juga, kalau di pelataran Ka'bah jaraknya pendek dan cepat tetapi kesempatan berdoa lebih sedikit. Kalau di lantai 2 ini lingkarannya lebih luas maka waktu dan kesempatan membaca serta mengajukan doa dan permintaan pada Allah ﷻ jauh lebih banyak dan panjang!

Allah Yang Maha Penerima Taubat.

Selesai semua kami keluar melalui jalur Sa'i Lantai 3 dan turun fly over dekat crane roboh pada Musim Haji 2015 yang lalu. Sambil berjalan ke Rumah Kelahiran Nabi ﷺ walaupun dituluskan via running tex: Tidak Satupun Bukti atau Data yang Sahih Menyatakan Disini Rumah Kelahiran Nabi Muhammad ﷺ.

Tetapi yang jelas kami telah mengunjunginya, memperkuat keyakinan Ashaduallaillahaillillah wa Ashaduannamuhammadarrasulullah.

Berbuka Puasa H11
Ahad  (02/04/2023)
Hari ke-3 di Makkah

Memang sudah berencana mau berbuka puasa H11 ini di Masjid Haram dengan shalat asyar dulu, setelah itu tetap di masjid menunggu masuknya waktu berbuka. Tadi, tanpa melihat jam buru-buru saja ambil wudhu' dan turun dari lantai 11, ternyata di jalan orang-orang sudah berjalan pulang dari masjid. Oh, sudah terlambat.

Ya, kami asyar saja lagi di mushala hotel, setelah selesai baru berangkat menuju Haram. Mencari arah pintu yang tidak ribet masuk ke Haram. Kadang dalam kondisi begini maka petugas dan asykar lebih mengutamakan jamaah-jamaah yang sedang berpakaian ihram, jelas mereka sedang melaksanakan umrah! Adakah yang berpura-pura berpakaian ihram untuk bisa ikut tawaf di pelataran kakbah? Entahlah....mungkin saja ada.

Di waktu ini, mungkin untuk masa yang akan datang tidak boleh jamaah bertawaf di pelataran Ka'bah selain yang sedang melaksanakan umrah! Kalau tidak melaksanakan umrah, maka silahkan tawaf di lingkaran lantai 2. Memang jauh lebih besar putarannya dan lebih panjang waktu untuk menyelesaikan sebanyak 7 putaran.

Akhirnya kami sampai di lantai 2 untuk mencari tempat bergabung. Setelah berputar akhirnya bisa di belakang lingkaran tawaf. Baru saja kami ambil Al-Qur'an mau mengaji, tiba-tiba asykar melarang duduk di sana, lalu pindah lagi ke arah lain. Sedang asyiknya membaca Al-Qur'an lalu ada lagi asykar melarang duduk di sana. Kami pun terpaksa berdiri saja sambil membaca Al-Qur'an Online Surah ke-7 Al-A'raf.

Hanya sebentar, lalu juga tidak dibolehkan berdiri di sana, sedangkan banyak dekat itu jamaah yang duduk malah dibiarkannya. Malah tadi saya yang duduk di situ, diusirnya 

Ah, biar sajalah. Mereka sedang bertugas.

Pukul 18.30 beberapa menit lagi akan masuk waktu berbuka, barulah kami dapat duduk di pojok dekat galon air zam-zam. Ada yang bagikan kurma, Alhamdulillah...

Ketika adzan maghrib berkumandang randa masuknya waktu berbuka puasa kami sederet tersebut berbuka puasa denfan air zam-zam,  kurma dan sepotong roti tawar gandum serta seteguk teh panas. Untung juga ada dibawa juice mangga dalam botol dari hotel.

Setelah selesai shalat maghrib, kami melaksanakan tawaf di lantai 2 ini, cukup padat, mungkin sama pikiran yang lain dengan kami, buat apa cepat-cepat kembali ke hotel? Untuk keluar Haram saja juga sulit berdesakan antara jamaah yang masuk dan yang mau ke luar.

Pukul 19.19 kami mulai laksanakan tawaf dan berakhir pukul 20.32, berarti dapat kami selesaikan 1 jam 13 menit.

Subuh ke-4 di Haram
Selasa (04/04/2023)
Hari ke-5 di Makkah

Keinginan tidak sebanding dengan kemampuan! Atau: keinginan tidak didukung kemampuan. Upaya! penyadaran diri inilah yang seharusnya detik demi detik dimantapkan. Terkadang masih tetap merasa angkuh, padahal kemampuan - terutama fisik - tidak mendukungnya. 

Mengapa kami tidak meniru Rasulullah  beribadah? Sampai kaki dan lututnya bengkak bersujud kepada Allah Azza Wajjala.

Keinginan, dan cita-cita iya! Namun, baru saja ikuti tarawih tiga atau empat rakaat dari 13 rakaat tiap malam di Haram diimami Shech Shudhais, kuap dah berapi-api. Kurangkah istirahat siang? Juga tidak!

Kenapa pada tarawih ke11 bisa kuat dan mampu melawan godaan?

Ketika dirunut tentang kehendak ternyata mungkin perutlah yang bergolak. 

Ahad (02/04/2023) itu kami berbuka puasa hanya dengan kurma, air zam-zam, sepotong roti tawar gandum hambar serta seteguk tek panas. Lalu tarawih, bisa ikut sampai witir! Baru pulang ke hotel dan makan nasi yang ditanak sendiri!

Lalu malam tadi? Tarawih ke-12 tidak kuat? Tiap sebentar menguap? Ngantuk berat? Jelas saja penyebabnya soal perut! Selesai berbuka di lantai 2 Haram dengan dua gelas air zam-zam dan beberapa biji kurma sedekah jemaah samping kiri dan kanan, lalu solat magrib berjemaah,  lalu buru-buru ke hotel makan nasi dengan kari sapi yang dibeli di restoran zamzam dekat hotel.

Inilah godaannya! Menggoda perut si Padang Pariaman! Kenapa harus setelah shalat maghrib ini? Kenapa tidak sudah tarawih dan witir? Nafsu dan selera mengalahkan keinginan beribadah dengan baik dan maksimal! Mana mungkin tercapai keinginan untuk mengejar ibadah Rasulullah ?

Ingat: kendalikan nafsu "perut" dan "nafsu di bawah perut".
In syaa Allah.

Subuh hanya bisa ikut di jalan menuju gerbang Plaza Masjid Haram saja, karena BAB kurang lancar.

Bila saja mau berangkat ke masjid,  lalu perut sedikit bergolak, kentut pun juga mendesis.

He he he....ini kata peruki adalah gangguan jin, mencoba halangi langkah ke Baitullah. Ya, jadinya terlambat langkah.

Selasa (04/04/2023)
Puasa H13
Hari ke-5 di Makkah
Rizkia Pfr 13

Shalat Isya dan Tarawih
Mungkin karena membludaknya jamaah umrah dalam Ramadhan ini, maka semua jalan penuh sesak oleh ummat manusia. Tampaknya hampir satu kilometer jalan yang menuju Masjidil Haram penuh sesak. Apalagi ketika adzan sudah dikumandangkan setiap waktu.

Malam ini kami turun hotel sudah adzan shalat isya berkumandang, separoh jalan sudah dipenuhi oleh shaf jamaah untuk shalat.  Sedikit saja peluang untuk jalan arah ke pagar Plaza Masjidil Haram. Inipun sudah berdesakan dengan jamaah yang akan pulang ke penginapannya. Di plaza masjid penuh sesak, untuk bergerak saja tidak bisa. Sedikit demi sedikit dicoba melintasi jamaah yang sudah mulai shalat isya. Hampir setentang Pintu 78 ada sedikit peluang, lalu ikuti shalat dan dapat isya dua rakaat. Setelahnya asykar bergerak menyuruh jamaah di luar blok untuk berdiri dan pergi.
 
Maksudnya di area tersebut tidak dibolehkan melanjutkan untuk shalat tarawih dan witir. Kemudian yang sudah di blok-bloknya plaza tersebut masih banyak kosong juga tidak boleh dimasuki. Bahkan ada jamaah yang meloncat batas blok tersebut lalu disuruhnya kembali meloncat keluar. Astaghfirullah!

Massa yang tertumpuk terus diarahkan menjauh Tower Zam-zam dan Depan Hotel Dar Al Tauhid InterCont, terus menuju Gedung Baru Mezzanine Lantai Ground, Lantai 1, 2 dan 3 puncak sekali. Dari sini hanya suara imam saja yang cukup jelas dan nyaring kedengaran nya,  sedang keramaian tawaf di seliling Ka'bah tidak tampak. Apakah Gedung Mezzanine ini benar-benar terlepas dari posisi Masjidil Haram? Mungkin juga.

Gedung Mezzanine ini merupakan perluasan ketiga Masjidil Haram, satu di antara 80 aula yang diresmikan pemakaiannya tahun 1443 H yang lalu, di mana dapat menampung 500.000 jemaah perjam.

Di lantai puncak ini tidak ada pendingin karena kelilingnya tidak beratap, bisa saja melihat puncak Tower Zam-zam yang ada jam nya. Tapi tabung galon air zam-zam tetap tersedia untuk jamaah. Di sini tidak berdesakan, cukup leluasa untuk rukuk dan sujud shalat berjamaah. Alhamdulillah..., barulah agak lega.

Tadi menjelang shalat maghrib pun berdesakan menuju lantai 2 via fly over samping Rumah Raja via Pintu Utama Alyaad Gate dan bisa cari tempat berdiri di belakang lingkaran tawaf lantai 2. Sengaja mencari posisi dekat tumpukan bahan perbukaan. Ini mengingat Senin sore berbuka dengan air zam-zam.
Sambil berdiri terus mencoba membaca Al-Qur'an Online Surah ke-9 At-Taubah. Kiri-kanan berdesakan, mungkin di setiap jalur sudah di blok petugas sehingga tidak memungkinkan untuk maju dan mundur lagi. Ya berdiri saja, atau langsung duduk. 

Pukul 18.36 adzan pun berkumandang, kami berbuka bersama-sama. Selesai berbuka puasa dan shalat maghrib, kami keluar Haram dan mencari makanan untuk dibawa ke hotel. Cari soup  tapi tidak ketemu, hanya beli salad. Sampai di hotel kami makan nasi dengan lado dendeng dan salad, mungkin juga ini sudah sekalian untuk makan sahurnya.

Rabu( 05/04/2023)
Puasa hari ke-14
Hari ke-6 di Makkah

Hari ini, dua shalat fardhu tidak terkejar oleh kami di Haram.

Tadi malam diumumkan oleh mutawif bahwa Rabu ini jamaah akan melakukan tur Kota Makkah.  Ini merupakan tur yang di luar program sehingga jamaah menambah atau kena cas. 
Tadinya terbangun terlambat, sudah kumandang adzan dari Haram. Jadi tidak mungkin terkejar lagi kalau menuju ke Haram, sehingga kami shalat di mushala hotel saja.

Pukul 07.00 mutawif sudah meminta kami semua berkumpul ke lantai dasar dekat loby. Agak terlambat sedikit karena jamaah ibu-ibu ada yang agak berumur sehingga geraknya lambat. Setelah naik bus maka dijemput pula jamaah Saudia Travel di hotel lain untuk kami segera menuju lokasi tur hari ini.

Pertama,, ke Bukit Tsur, tempat Rasulullah bersembunyi sewaktu dikejar kafir Quraish. 
 
Kedua, ke Jabal Rahmah, lokasi pertemuan Nabi Adam dan Siti Hawa setelah diturunkan ke bumi dari surga oleh Allah ﷻ.
 
Ketiga, ke Padang Arafah, tempat puncaknya Ibadah Haji.

Keempat, melewati Muzdalifah tempat bermalam ketika menunaikan haji.

Kelima, melewati Mina lokasi melontar jumrah, di mana lokasinya melempar syaitan yang selalu mengganggu.

Melewati Terowongan Mina yang dulunya ada tragedi musibah banyak jamaah Indonesia yang wafat karena terinjak.

Juga melewati lokasi tenda-tenda Jamaah Haji Indonesia dan Asia lainnya.

Kemudian kembali ke hotel untuk persiapan tawaf dan sa'i. Berhubung waktunya sudah kasip, sudah dekat azan zohor maka sebagian besar jemaah terhambat masuk ke plaza Ka'bah. 

Kami sempat lolos ke arah Ka'bah dan dapat melaksanakan tawaf 2 putaran menjelang shalat dzuhur. 
Selesai shalat dzuhur di plaza Ka'bah, kami melanjutkan tawaf yang tertinggal 5 putaran lagi serta shalat sunat dua rakaat setentang pintu Ka'bah.

Pukul 13.10 di bawah terik mentari siang kami telah menyelesaikan tawaf sebagai rukun umrah sunat hari ini, selanjutnya melaksanakan sa'i yang dimulai dari Bukit Syafa. Jalur Syafa dan Marwa sangat padat sekali, seakan-akan tidak kuat kaki ini melangkah dan berlari-lari kecil. Tapi segera ingat kisah Ibundanya Ismail bin Ibrahim yang dalam terik matahari gurun pasir mencari air buat bayinya.
Perempuan hebat, usai melahirkan, dalam kesendirian pula. Tetapi Allah ﷻ selalu melindungi, selalu memberikan kekuatan!

Akhirnya selesai juga sampai tujuh putaran serta bertahalul. Pukul 14.07 kami keluar lokasi sa'i untuk kembali ke hotel dan istirahat. 
Alhamdulillah..., selesai juga Umrah Sunat ll dalam program  Umrah Full Ramadhan bersama Rizkia Mandiri Travel pada Puasa Hari  ke-14 ini.

Karena keketihan, istirahat yang agak lebih, maka terbangun setelah iqomat shalat asyar berkumandang. Jadi akhirnya shalat asyar hanya di mushala hotel saja.

Kamis (06/04/2023)
Puasa Hari ke-15
Hari ke-7 di Makkah

Alhamdulillah..., hari ini, Kamis, merupakan hari ke 15 kami sekeluarga difasilitasi oleh Rizkia Mandiri Travel. Berarti sudah separuh kegiatan perjalanan umrah Program Full Ramadhan dilalui. Kami semua sehat-sehat dan baik-baik saja! Paling ada batuk-batuk sedikit karena panasnya kerongkongan. Ataupun sedikit influenza karena perubahan cuaca dan iklim. Tetapi dengan membacakan Bismillahirrahmanirrahim lalu diusapkan air zam-zam, mudah-mudahan Allah ﷻ memberikan kesembuhan!

Dititipkan dan bergabung dengan Rangkayo Basa Travel dan Saudia Travel berjalan dengan baik. Mulai bergabung di Bandara Soeta Jakarta, Rabu (22/03/2023) tengah malam ketika jemaah dari Solok-Padang via Bandara BIM tersebut terlambat sampai lebih kurang hampir tiga jam. Walaupun baju batik dan salempangnya berbeda tapi dapat bersatu memasuki Qatar Air pukul 00.20 Kamis (23/03/2023) dalam penerbangan Jakarta - Doha - Jeddah.

Perkenalan yang baru sebatas tegur sapa resmi dengan pimpinan rombongan atau tourleader Rangkayo dan Saudia sudah cukup untuk menjalin silaturahmi. 

Agak sedikit membingungkan hanyalah ketika sampai di Makkah pada hari ke-9 dalam penempatan hotel. Melihat situasi dan kondisi Makkah ketika itu sangat ramai dan membludak dikunjungi jamaah untuk berumrah dari berbagai negara. Wajar saja jika terjadi crowdit soal booking-an kamar hotel oleh muhasasah.  Sebenarnya tidak apa-apa,  namun karena kita sudah berumur lanjut ini terasa agak berat. Bisa jadi memfasilitasi ketersediaan kamar dengan 3 bed agak lebih susah, karena umumnya hotel-hotel  telah memblok kamar-kamarnya untuk 5 bed, 4 bed dan 2 bed. Apalagi hotel-hotel bintang 3 untuk rombongan jamaah umrah murah. (bersambung)

Catatan sebelumnya 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama