Negeri Jiran - Lansek Manih : Jadi Garin

0

 

Garin, sebutan bagi orang yang tinggal di masjid, mushalla ataupun surau di Sumatera Barat.


Sijunjung, Canangnews.com - Garin adalah sebutan bagi orang yang tinggal di rumah ibadah baik masjid, mushalla ataupun surau, di Minang. Adalagi sebutan lain selain garin yaitu mansur "mancik surau" artinya orang cerdik yang tinggal di surau, karena mancik itu simbol korupsi maka diganti jadi Garin_da.


Garin_da? iyo diak, baa kok jadi garin uda? supayo uda bisuak bisa mantap jadi imam adiak, hahaha. Jadi jangan remehkan para garin ya karena dia sedang berjuang untuk mu para akhwat.


Tapi garin yang ini sudah ada makmumnya 😄

        Wisuda IAIN Imam Bonjol Padang


Kali ini saya akan mengulang sedikit kisah saya saat kuliah dulu, seingat saya itu tahun 2004 ketika saya terima ijazah Aliyah di salah aatu sekolah di Bukittinggi orang menyebutnya Tarbiyah Canduang.


Ketika saya sudah pulang ke kampung halaman, selama 2 bulan ijazahnya saya bawa saja tidur, karena belum terbuka hijab ingin melanjutkan pendidikan.


Tiba-tiba datanglah 4 orang anak muda yang sedang KKN (Kuliah Kerja Nyata) ke rumah, dari satu kampus di Kota Padang dulu namanya IAIN IB Padang, sekarang sudah jadi UIN Padang. 



Mereka sebenarnya ingin bertemu Ayah saya, ingin bersilaturrahmi setelah mereka bercerita dengan orang-orang kampung, siapa yang perlu kami temui ucapanya orang menyuruh mereka ke rumah saya.


Setelah bercerita panjang lebar akhirnya saya tertarik mengikuti langkah mereka ingin kuliah juga seperti mereka. Saat itu ayah diam saja belum menjawab keinginan saya.


Satu diantara alasan ayah karena biaya kuliah, ditambah lagi ada 2 adek di bawah saya yang juga sedang sekolah, tentu juga butuh biaya sementara ayah sudah tua dan beliau hanya seorang petani biasa.


Besoknya saya temui pemuda yang datang ke rumah itu, tujuan saya ingin dapat info detail bagaimana biaya kuliah. Salah seorang bercerita kepada saya adiak bisa tingga di masjid/mushalla itu bisa menghemat biaya katanya.


Apalagi adiak sudah punya modal, bisa ngaji, ceramah, azan, jadi imam sholat berjamaah katanya. Hmm....akhirnya tekad saya semakin kuat untuk melanjutkan kuliah.


Saat itu saya punya sedikit tabungan, cukuplah untuk biaya kuliah satu tahun. Tahun besok dicari pula jalannya, kalau niat baik Insyaallah akan diberi kemudahan.


Akhirnya saya masuk kuliah, pertama yang saya cari adalah teman dan numpang di tempat senior yang kebetulan juga ia tinggal di masjid. Saya bantu ia beres-beres di masjid karena masjid itu akan dipakai untuk sholat jum'at.


Nah, dari situlah saya tahu begini ya tugas kalau kita tinggal di masjid, besoknya saya minta senior itu mencarikan satu masjid/surau untuk saya, kurang enak juga saya numpang terus jadi benalu 😄


Kalau begini terus saya tak akan berkembang ucap saya, Alhamdulillah saya dapat tempat tinggal di mushalla saat itu. Jarak dari kampus lumayan juga sih 2x naik bus lah baru sampai kampus.


Begitulah yang saja jalani kurang lebih 4 tahun kuliah, 2009 saya wisuda dengan nilai lumayanlah tidak terlalu jelek juga sih di atas 3. 2009 saya pulang bawa ijazah lagi.


Hmmmm...selama 4 bulan saya simpan saja ijazah itu, tidak saya lihat-lihat, rencana mau lanjut pendidikan ke Negara sebelah Malaysia tujuan saya, karena beberapa orang saudara saya ada di sana.


Namun patah semangat saya karena ucapan kakak tertua saya, saat saya utarakan mau ke Malaysia kerja sambil kuliah. Ucapan beliau saat itu mengenai puncak kada saya, katanya " kalau ka pai ka Malaysia juo manga bana sakolah tinggi-tinggi, ancak tamat SMP atau SMA sajolai".


Hmmmm...saya terdiam seribu bahasa dibuatnya, ndak bisa lagi berkata-kata, saya pulang dan megunci diri di dalam kamar. Itulah yang memuat saya tak jadi ke Malaysia. 


Dalam pangana saya ancak babini saya lagi hahaha, tapi ini parah ini masak belum apa-apa sudah babini, calonnya juga belum ada. Akhirnya saya dapat telpon dari adik perempuan saya menyuruh saya ke Sijunjung saja katanya. 


Ya itulah sampai hari ini saya di Sijunjung, ternyata untung saya ada di bumi Lansek Manih ini.


Oh...lansek manih..(TJP/PardiS)



Writer : Pardi Syahri, S.Pdl, Freelance Reporter  of CanangNews.com



Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(50)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top