![]() |
| Perwakilan alumni SMA 2 Birugo Bukittinggi, Joni Feri (angkatan 92), Rumainur (angkatan 87), dan Wilson Gustiawan (angkatan 91) (*N) |
Bukittinggi, Canangnews – Ikatan Alumni dan Forum Cendekia Alumni SMA Negeri 2 Birugo Bukittinggi (Kweekschool) menyatakan dukungan penuh terhadap upaya Pemerintah Kota Bukittinggi untuk memperjuangkan status Daerah khusus bagi kota bersejarah tersebut.
Dukungan itu disampaikan saat silaturahmi alumni lintas angkatan dengan Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, di Balai Kota Bukittinggi, Senin (1/6/2026).
Dalam pertemuan itu, Ramlan Nurmatias mengaku tetap optimistis memperjuangkan gagasan bersejarah tersebut hingga akhir masa kepemimpinannya yang tersisa sekitar tiga tahun lagi.
![]() |
| Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias ( Pykb.id) |
“Status khusus ini diusulkan bukan untuk pemekaran wilayah, melainkan untuk memperkuat regulasi, melindungi warisan sejarah nasional, dan mengembangkan sektor pariwisata serta ekonomi kreatif,” ujarnya.
Menurut Ramlan, dukungan akademis dari kalangan alumni dan cendekiawan SMA Negeri 2 Bukittinggi menjadi salah satu kekuatan penting dalam memperjuangkan usulan tersebut. Ia juga menyebut perjuangan menjadikan Bukittinggi sebagai daerah khusus telah memperoleh dukungan dari berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, tokoh nasional, hingga forum akademisi.
Sementara itu, perwakilan alumni SMA Negeri 2 Bukittinggi, Prof. Rumainur, menegaskan bahwa alumni sangat mendukung langkah pemerintah daerah dalam mengupayakan status khusus bagi Bukittinggi.
Ia menjelaskan, gagasan tersebut telah dibahas sejak peringatan 170 tahun SMA Negeri 2 Bukittinggi yang dirangkai dengan seminar kebangsaan.
“Pada perayaan 170 tahun SMAN 2 Bukittinggi kemarin, kami telah menyiapkan sejumlah gagasan dan kontribusi pemikiran untuk Kota Bukittinggi,” katanya.
Rumainur menambahkan, banyak alumni yang berkiprah di dunia akademik dan intelektual siap memberikan dukungan melalui kajian ilmiah dan pemikiran strategis. Menurutnya, kontribusi tersebut dapat menjadi bagian penting dalam penyusunan naskah akademik yang dibutuhkan untuk memperkuat usulan ke pemerintah pusat.
Ia juga menilai SMA Negeri 2 Bukittinggi atau Kweekschool memiliki rekam jejak panjang dalam melahirkan tokoh bangsa, baik pada masa perjuangan kemerdekaan maupun di era modern. Sejumlah alumni saat ini berkiprah sebagai anggota parlemen, pejabat pemerintahan, akademisi, dan tokoh masyarakat di berbagai daerah.
“Kami telah menyerahkan buku kajian dan usulan awal kepada Pemerintah Kota Bukittinggi. Hari ini perwakilan ikatan alumni serta forum cendekia dan akademisi diterima langsung oleh Wali Kota untuk membahas langkah selanjutnya,” ujarnya.
Menurut Rumainur, terdapat dua gagasan utama yang dapat didorong ke pemerintah pusat, yakni penyusunan regulasi atau undang-undang terkait daerah khusus Kota Bukittinggi serta penyusunan naskah akademik sebagai dasar pengajuan usulan melalui pemerintah daerah, DPRD, dan dukungan masyarakat.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Bukittinggi sebagai kota bersejarah yang memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa sekaligus membuka peluang pengembangan sektor pariwisata, pendidikan, dan ekonomi kreatif di masa mendatang.
(KH)


