Mak Datuk, Pintu Kelas dan Guruah Lubuak Kapiyek

0

 

            Mak Datuk Lubuak Kapiyek



Sijunjung, CanangNews.com - Menyambung cerita perjalanan saya kemaren ke Lubuk Kapiyek, Jorong Air Amo, Kecamatan kamang Baru ini ada sedikit yang tertinggal, tentang curhatan Mak Datuak.


Setelah acara Isra' Mi'raj di Masjid kami berjalan kaki menuju SDN 36 Air Amo, sekolah satu-satunya yang ada di kampung ini. Sesampainya kami di sekolah kami lansung menuju ruangan makan siang.

SD 36  Kebanggaan Lubuak Kapiyek Air Amo


Tapi sebelum sampai ruang makan Mak Datuak (86Th), memegang satu pintu kelas dan memperlihatkan kepada saya dengan bahasa tubuhnya saya dapat menangkap.


Terenyuh juga saya menatap pintu kelas yang sudah lapuk dimakan usia itu, sambil di tepuk-tepuknya pintu itu dengan lembut, lihatlah pak Ustadz ucapnya, lama juga saya menatapnya.


Karena tak ingin berlama-lama saya alihkan saja kepada yang lain, mari Mak Datuak kita makan siang dulu sudah disiapkan dari tadi sama Ibuk-ibuk nanti terlalu lama dingin pula dia hehe.


Kami masuk ruangan dan makan siang bersama, namun ternyata pikiran Mak Datuak masih saja kepada yang tadi. Beliau mulai bertatau "ada ketidak puasan" dihatinya, tolong foto pintu tu beko, artinya beliau ingin agar pesan ini sampai juga kepada yang lain.

SD 36 Lubuak Kapiyek, Harapan Perubahan dan Peningkatan Taraf Hidup


Saya merasakan sekali apa yang dirasakan beliau, dengan suara paraunya dan agak ditahannya, saya hanya bisa mendengarkan saja dengan harapan itu dapat meringankan apa yang dirasakannya.


Bahkan setelah beliau izin pamit ke luar ruangan lebih awal dari kami beliau kembali lagi dan berpesan kepada salah seorang teman di depan saya "tolong foto beko yo" itu ucapan terakhir beliau.

Generasi Calon Pemimpin Sijunjung dari Lubuk Kapiyek


Saya paham sekali dengan perasaan beliau, karena beliau seumuran ayah saya, menghadapi orang tua seumuran beliau saya sudah tidak sehari dua hari lagi sudah cukup lama jugalah.


Kita sudahilah dulu curhatan ini ndak pandai lagi saya  mengoreskannya, kehabisan kata-kata saya dibuatnya. Biarlah curhatan ini melambung tinggi di udara semoga saja ada angin sejuk menyampaikannya.


Bapantuanlah kita ciek dulu yo dunsanak :


Puyuah Anak Urang Koto Nopan

Baok mamikek malah dahulu

Guruah kok indak jadi hujan

Langik jo bumi dapek malu

...

(TJP/PardiS)


#Curhatnya Tokoh Lubuak Kapiyek.

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(50)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top