Si Lokek, a Story of Batang Kuantan River

1

 

                        Geopark Silokek

      An Essay by : Tri  Joko Priatmo, M.Pd


“Kita harus berkolaborasi, saya yakin Desa Wisata Silokek akan menjadi destinasi unggulan, akan membuka peluang usaha, lapangan kerja meningkat, dan penghasilan masyarakat meningkat” (Sandiaga Uno)


Bagi sebagian besar masyarakat Sijunjung, kata Silokek adalah kata yang sudah tidak asing lagi ditelinga mereka. Silokek adalah nama sebuah nagari indah di Kabupaten Sijunjung yang terkenal dengan Geopark Silokek yang dihiasi oleh aliran sungai yang diapit oleh indahnya bebatuan purba berusia  ratusan tahun. Silokek adalah bagian dari batang kuantan, bak sepotong surga yang jatuh kebumi, melegenda dibenak masyarakat Sijunjung.


Namun, apabila kata itu dipisahkan menjadi dua, yaitu si dan lokek, maka terasa asing. Sebab si Lokek adalah nama panggilan yang ditujukan kepada seekor tupai muda berbulu cokelat berkilau, cerdas dan lincah yang tinggal dikawasan hutan Silokek.


Pasti penasaran dengan si Lokek tupai muda, mungil, lincah, berwarna coklat berkilau ini, yang kemudian akan menjadi ikon Geopark Silokek. Kita ingin tahu dulu sekelumit tentang Silokek, yang diibaratkan sepotong surga yang jatuh kebumi yang sedang melegenda. 


Ayo kita mulai..


Silokek merupakan objek wisata yang berada di kawasan Muaro Sijunjung Sumatera Barat yang merupakan bagian sentral dari Batang Kuantan saat ini. Sedangkan Batang Kuantan itu sendiri merupakan pertemuan tiga sungai yaitu batang ombilin, batang sukam dan batang palangki.


Meminjam istilah Buya Syafi’i Ma’arif, batang kuantan adalah sungai yang perkasa. Di arusnya yang jeram dan tenang tersimpan “jejak“ peradaban sungai dan sarana transportasi antara pedalaman Minangkabau dan pantai timur Sumatera dan seterusnya pelayaran ke benua lain kala itu. 


Batang Kuantan memiliki peran vital bagi perdagangan rempah, emas, kain dan masuknya Islam ke Minangkabau. Selain itu, kisah Thomas Dias, Wilem Hendrik de Greve, Silukah dan “Death Railway” –jalur kereta jaman Jepang yang telah menumbalkan puluhan ribu Romusha. 


     Gerbang masuk Objek Wisata Silokek


Disepanjang jalan ke Silokek kita akan disuguhkan dengan keindahan alam yang sangat luar biasa yang juga terdapat sebuah goa atau sering disebut Ngalau Basurek (surat) dengan hiasan stalaktit dan stalagmit yang berumur jutaan tahun serta hamparan pasir putih di tepian sungai Batang Kuantan. 


Keindahan wisata alam ini sangat menarik bukan sekedar alamnya saja yang indah tetapi kegiatan-kegiatan seperti arum jeram sangat diminati bagi wisatawan yang berkunjung ke wisata geopark silokek. Selain Arum jeram kita bisa juga melihat keindahan batu- batuan yang telah ada jutaan tahun yang lalu . 


Hal yang menarik lainya bisa kita temukan di Silokek yakni pasir putihnya, bahkan wisatawan yang berkunjung ke sana akan di buat heran dengan pasir putih yang berada di sungai dan keindahan air terjunnya .


Selain keindahannya, udaranya masih segar karena masih banyak hutan-hutan kecil disekitarnya yang ditumbuhi beragam tumbuhan hijau. Keindahan alam Silokek ini benar benar dapat membuat kita menjadi tenang, damai dan bahagia. 


Lalu,  apa hubungan antara Silokek dan si Lokek yang menjadi pokok bahasan kita kali ini?

    

Ketika itu bulan Juli 2022, masih berada diawal musim kemarau di Silokek dan sebagian daun-daun di pepohonan hutan sekitar Silokek mulai menguning, kemudian berangsur menjadi memerah dan oranye yang akhirnya tak kuasa menggenggam rantingnya yang kemudian luruh diperdaya sang bayu. 


       Arum Jeram di Objek Wisata Silokek


Lain halnya dengan sebatang pohon durian yang sedang berbuah disana. Klorofil di daunnya bersikeras untuk tetap angkuh bersanding dengan buahnya. 


Buah durian bulat besar berisi dengan daging berwarna kuning keemasan yang montok, lezat, dan harum mengundang tupai untuk jatuh hati mencongkelnya. 


Masyarakat sekitar silokek meyakini jika buah durian mereka yang dicongkel tupai itu menandakan bahwa kualitas buah itu sangat bagus. “ Sebab kebiasaan tupai pasti mencari buah yang paling bagus untuk dimakan” ujar Si Ben, salah seorang pemilik pohon durian  di Silokek. 


Meskipun tupai tak selalu memakan buah seperti durian, cokelat dan kelapa, tapi tupai juga makan serangga seperti larva kumbang, kutu, semut, rayap juga cacing tanah.


Suatu hari ibu tupai meminta si Lokek, untuk mengambilkan buah durian yang enak karena dia berencana akan menjamu tamu istimewa yang akan segera datang, yaitu nenek dan kakeknya untuk makan bersama. 


Ibunya berkata kepada si tupai  muda itu, “Nak coba kau telesuri arah ke hilir tepian sungai itu dekat tempat yang sering dikunjungi manusia untuk berwisata, lalu beloklah ke kiri kau akan temukan pohon durian tinggi besar berdiri tegap dengan buah  terbaik dan terlezatnya. “


            Air terjun di kawasan Silokek


Si Lokek,  tupai muda berbulu cokelat berkilau itu tiada pernah membantah apalagi menolak jika ibunya meminta tolong. Sesaat  kemudian dia berangkat dengan gembira menelusuri arah ke hilir tepian sungai itu. 


Dia melompat dari satu ranting ke ranting lainnya, kemudian ke satu cabang ke cabang pohon yang lainnya.


 Terkadang, dia berayun dan seolah-olah bersilancar di atas angin sambil menggerakkan ekornnya yang terkadang terlihat tegak dan sesekali menjuntai ke bawah sesuai dengan ritme  lagu yang selalu dinyanyikan olehnya.


Kemudian, dia berlari kecil sambil menggerakkan tangan ke atas dan ke bawah lebih cepat. 


Tidak jauh di jalan ia bertemu temannya, kupu-kupu. Kupu-kupu bertanya pada tupai “ Kau hendak kemana?” Tupai menjawab “Aku hendak mengambil buah durian yang enak dari pohon besar di tepi sungai itu.” 


Kupu-kupu nampak berpikir sambil menarik napas  dan melepasnya perlahan.


“Saya tidak akan mendekati tempat itu.” Katanya. 

“Ada orang-orang sedang ramai mengadakan pertemuan disana, aku enggan bertemu mereka.” Ujar kupu-kupu.


“Ada pertemuan orang-orang?” Kata tupai.

”Aku tidak takut, bahkan sebaliknya, aku ingin tahu banyak hal mengenai apa yang diperbincangkan disana”. 


Kemudian dia pergi beranjak melanjutkan perjalanannya lagi.


Dia langkahkan kakinya yang mungil, terkadang  ia berjalan. Dilain waktu ia sedikit berlari, berlari, dan berlari lagi.


Sampai mendekati lokasi batang durian yang dituju, ia bertemu teman lain, landak. 


Landak bertanya ke mana dia pergi. Lalu tupai menjelaskan. Landak juga melakukan hal yang sama dengan kupu-kupu yaitu nampak seperti berpikir sesuatu itu tidak mungkin. Sambil menarik napas dan gelengan kepala.


“Jangan pergi ke dekat pohon durian itu teman....” katanya. “ disana sedang berkumpul orang-orang dan sepertinya ada acara besar disana”


“Hmm..., ada pertemuan dan acara besar...” kata tupai. 


“Aku justru ingin tahu pertemuan apa itu” sejurus kemudian dia lanjutkan perjalanannya lagi.


Berjalan sedikit, melompat sedikit, berlari lagi.


“Sudah dua sahabat saya meyarankan untuk berhati-hati” ujarnya dalam hati.  Kemudian dia merayap ke atas pohon durian tinggi tepi sungai dan mengintip dari tepi dahan dan melihat ke bawah....


"Kamu benar, kupu kupu dan landak, ada keramaian dan acara besar di seberang sungai sana." ucapnya dalam hati.


“Aku akan kesana untuk mencari tahu ada acara apa gerangan disana...”


Dia pun segera melompat, meluncur mendekati lokasi yang sedang ramai orang orang disana sambil berpikir bagaimana dia bisa aman untuk melihat lebih dekat. 


Lalu dilihatnya ada pohon kelapa yang buahnya telah  dijatuhkannya kemarin ketika ia telah melahap air dan daging buah sebagai penawar lapar dan dahaga.


“Hap...!” masuklah ia kedalam buah kelapa itu. 


Sejurus kemudian diputarlah buah kelapa tadi dengan cara berlari kecil dari dalam buah kelapa sehingga buah kelapa menggelinding mendekat dan berhenti tepat di samping panggung utama pusat keramaian. Dengan demikian tupai itu bisa mendengar, mengamati situasi sekitar.


Rupanya acara itu adalah acara kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) yang akrab disapa Bang Sandi mengunjungi Geopark Silokek dalam rangka Visitasi Desa Wisata

 

Dalam kunjungan ini, Bang Sandi didampingi oleh Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir, beberapa Staf Khusus Menparkeraf,  Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatra, Kepala Cabang Utama (KCU) Padang BCA. Kunjungan Bang Sandi hari ini, adalah tindak lanjut daripada kunjungan sebelumnya.


Bang Sandi turun dari mobil mengenakan baju kaos warna biru tua bertuliskan ADWI 2022 menyandang tas mungil bertuliskan ADWI SILOKEK serta mengenakan topi “anjuang” bersama rombongan tiba di gerbang utama Geopark Silokek dan disambut oleh Duta Wisata Sijunjung dan mempersilakan cuci tangan dengan air disertai sabun.


Kemudian, Bang Sandi mendengarkan pemaparan mengenai Desa Wisata Silokek yang disampaikan langsung oleh Wali Nagari Silokek Mardison mempresentasikan desa wisata yang terdiri dari atraksi wisata, homestay, produk wisata, wisata kuliner, dan sarana prasarananya.


Selanjutnya, Bang Sandi disambut dengan tari gelombang serta penyerahan sirih dalam carano yang dibawa oleh Puti Maharani Najmi diiringi oleh 20 orang personil lainnya dari Sanggar Puti Junjung pimpinan Kak Yola Oksandra akrab disapa Kak Ola yang merupakan Pemuda Pelopor Tingkat Nasional.


Sesampainya di Rest Area Silokek, Bang Sandi membayar tiket masuk dan menyaksikan kesenian talempong yang dibawakan oleh emak-emak, Bang Sandi menyempatkan untuk memberi saweran kepada emak-emak pemain talempong tersebut.


Berbagai produk kerajinan UMKM maupun makanan khas Sijunjung antara lain tas jali-jali, songket, batik ceta bacorak, gantungan kunci, gulai kacau, kopi carano ameh, madu galo-galo, keripik pisang, disaksikan langsung oleh Bang Sandi dalam kesempatan ini, bahkan tak hanya menyaksikan, Bang Sandi pun ikut berbelanja dengan mengeruk uang di dompetnya pecahan lima puluh ribu puluhan lembar guna berbelanja beberapa produk.


Sesaat sebelum penandatanganan prasasti dan penyerahan piagam kepada Wali Nagari serta Pokdarwis yang diiringi dengan rintik-rintik hujan di Bulan Juli, Bang Sandi menyampaikan sambutannya.


“Terimakasih atas sambutan Pak Bupati, Pak Ketua DPRD, Pak Kapolres, Pak Dandim, Pak Kajari, Pak Ketua Pengadilan Negeri, Ibuk Ketua Pengadilan Agama, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta Kadis Pariwisata Pak Afrineldi” ujar Bang Sandi yang hafal nama Kadisparpora Sijunjung Afrineldi, SH.


“Desa Wisata Silokek rancak bana, alamnya indah, budayanya terjaga, ini adalah pariwisata berbasis masyarakat” lanjut Bang Sandi.


“Kita tak bisa bekerja sendiri, kita harus berkolaborasi, saya yakin Desa Wisata Silokek ini akan menjadi destinasi unggulan, akan membuka peluang usaha, lapangan kerja meningkat, dan masyarakat penghasilannya bisa meningkat” ujar Bang Sandi.


Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir, dalam sambutannya menyatakan “Saat ini Desa Wisata Silokek yang merupakan bagian dari Geopark Silokek tengah dalam proses menuju UNESCO Global Geopark (UGGp), sekaligus mohon dukungannya Pak Menteri”.


Nagari Silokek yang baru saja dianugerahi “50 Desa Wisata Terbaik” se-Indonesia oleh Menparekraf Bang Sandi pada bulan April lalu dan telah mampu mencatatkan 5.253 orang pengunjung selama libur lebaran kemarin. Dari 3.416 desa wisata se-Indonesia hanya 3 desa wisata asal Propinsi Sumatera Barat yang berhak mendapatkan “Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022” dan dilakukan Visitasi Desa Wisata kali ini yakni Nagari Ulakan, Nagari Pariangan dan Nagari Silokek.


Setelah acara tersebut, Bang Sandi bersama rombongan diikuti oleh Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir, Forkopimda, Sekdakab, Pimpinan BUMN/BUMD, Asisten, Kepala Dinas Parpora Afrineldi, serta Camat Sijunjung Adri, menaiki odong-odong menuju Ngalau Basurek.


Seaat setelah rombongan meninggalkan lokasi itu, secepat kilat si Lokek melompat dari lubang kelapa itu dan kembali berlari lincah, melompat dari dahan satu ke dahan lainnya, dari pohon satu ke pohon ainnya menyusuri jalan menuju Ngalau basurek, tupai muda itu tahu persis dimana lokasi Ngalau basurek itu. Bahkan, dia sudah sampai lokasi tersebut sebelum rombongan sampai.


Di Ngalau Basurek Bang Sandi mendengarkan ekspos tentang ngalau/goa yang memiliki tulisan peninggalan zaman Belanda disampaikan oleh Ridwan, yang juga merupakan Kepala Sekretariat Badan Pengelola Geopark Silokek, kemudian menyaksikan atraksi panjat tebing.


Dalam perjalanan diatas odong-odong selanjutnya Bang Sandi menyaksikan atraksi arung jeram, dan pertunjukan emak-emak mendulang emas di Pasir Putih Silokek.


Dalam perjalanan menggunakan odong-odong, terlihat oleh si Lokek selembar kertas yang melayang terjatuh secara tidak sengaja oleh rombongan. Mungkin kertas itu adalah milik panitia yang terjatuh dari tas rombongan itu.


Setelah rombongan bergerak menjauh, diambillah  selembar kertas tersebut dan dibaca secara perlahan lahan oleh si Lokek karena penasaran ingin tahu isinya.


Si Lokek melihat dan membaca potongan kertas yang berisi wikepedia Silokek yang isinya sebagai berikut ini :


“Batang Kuantan yang juga dikenal sebagai Batang Indragiri merupakan nama sungai yang terdapat di kabupaten Kuantan Singingi provinsi Riau, Indonesia, sekitar 800 km di barat laut ibu kota Jakarta. Sungai ini mengalir dari kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, yang di hulunya bercabang dua, yaitu Batang Ombilin berhulu di danau Singkarak dan Batang Sinamar berhulu di nagari Koto Tinggi, kabupaten Lima Puluh Kota. Anak-anak sungai batang Kuantan diantaranya batang Sumpu, batang Palangki, batang Sukam, batang Kulampi, batang Paru dan batang Binuang. Kawasan hulu Batang Kuantan (Batang Ombilin) di Danau Singkarak Sungai ini berhulu pada Danau Singkarak di provinsi Sumatra Barat dan pada kawasan ini disebut juga dengan nama Batang Ombilin. Setelah bertemu dengan Batang Sinamar menjadi Batang Kuantan. Selanjutnya, bagian muara dari sungai ini yaitu pada kawasan kabupaten Indragiri Hilir, disebut juga dengan nama Batang Indragiri atau Sungai Indragiri.


Setelah membaca dengan cermat wikepedia itu, tupai muda itu merenung teringat potongan pesan Bang Sandi yang meyakini bahwa kawasan Silokek akan menjadi destinasi unggulan sehingga akan membuka peluang usaha, lapangan kerja penduduk sekitar meningkat, ekonomi meningkat, otomatis masyarakat menjadi lebih sejahtera.


Jika terjalin kolaborasi dengan baik, pastilah akan terwujud peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan adanya objek wisata Silokek ini. Kolaborasi dan kerjakeras antara masyarakat sekitar, kelompok sadar wisata, instansi terkait dan pemerintah daerah Sijunjung akan mewujudkan Geopark Nasional Ranah Minang Silokek menjadi UNESCO Global Geoparks. 


Ayo segera kita wujudkan bersama !!



 

Referensi :

https://www.jawaban apapun.com


https://www.kompasiana.com/nurmalizaarfianti3439/62cc36ea9153ce7c4035d433/keindahan-alam-geopark-silokek


https://sumbar.kabardaerah.com/2022/10/bupati-dampingi-sandiaga-uno-kunjungi-geopark-silokek/


https://id.wikipedia.org/wiki/Batang_Kuantan


https://infopublik.sijunjung.go.id/disparpora-sijunjung-gelar-lomba-esai-cerita-sungai-batang-kuantan-ini-syaratnya/


Studi lokasi objek Silokek langsung pada hari Jumat, 25 Nopember 2022



Posting Komentar

1Komentar
Posting Komentar

#buttons=(Accept !) #days=(50)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top