Peringati Isra' Mi'raj PKDP Kuamang Kuning Hadirkan Ustadz Muhammad Yahya Waloni


Kuamang Kuning, CanangNews - Masyarakat perantau asal Kabupaten Padang Pariaman yang berhimpun dalam wadah Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) melaksanakan peringatan Isra' Mi'raj di Masjid Al- Muhajirin PKDP Kuamang Kuning, Kecamatan Pelepat Ilir, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Senin (21/3/2022) malam.


Dalam peringatan tersebut hadir sebagai penceramah Ustadz Dr Muhammad Yahya Waloni. Mantan pendeta ini membuat jamaah antusias untuk hadir dan betah bertahan mengikuti peringatan Isra' Mi''raj. Terlebih Ustadz ini pernah tersandung kasus SARA dan ujaran kebencian, juga paling keras dalam penyampaian ceramah. Beliau tidak pernah melawan hukum dan penguasa, tapi tegas dalam penyampaian ceramah. 


Baca Profil Ustaz Yahya Waloni, Eks Pendeta yang Masuk Islam 


"Saya akui, tindakan saya salah besar telah menghina dan mengolok-olok agama lain. Tapi saya pun sadar, selama dalam lapas mengoreksi diri. Seandainya agama saya yang sekarang Islam dan Allah diolok-olok juga, pasti saya tak terima," ujar Ustadz Dr Muhammad Yahya Waloni. dengan penuh rasa sesal.



Dalam penjara, lanjut dia, dirinya terus berdakwah dengan prinsip tidak takut dengan manusia, karena manusia juga makhluk Allah. Penekanan rasa takut dan kecintaan kepada Allah dan Rasul Muhammad ﷺ. Hal ini yang harus ditingkatkan. Hidup dan mati karena Allah, selama berada dalam jalan yang benar, Allah pasti melindungi kita dan jadilah hamba yang dirindu oleh surga bukan merindukan surga. 


Ia mengemukakan, ada 4 hal yang membuat surga merindukan ummat Islam, yakni 

1. Penghapal Al-Qur'an.

2. Orang yang menjaga lisan.

3. Orang yang memberi makan untuk berbuka puasa.

4. Orang yang berpuasa.


Penekanan orang yang merindukan surga akan terobsesi dan berambisi mengejar surga Allah. Ambisi bisa membuat manusia tersebut merasa paling benar, mencari-cari kesalahan orang lain. 


"Hal ini akan sia-sia mendapat ridho Allah. Sehingga para ambisius tersebut bila terbentur dalam kesulitan, akan lebih rumit. Sebaliknya manusia yang dirindukan oleh surga seperti yang 4 di atas bila terbentur dalam kesulitan, dia akan bersujud dan meminta kepada Allah tanpa mencari-cari kesalahan orang lain dan doanya mustajab," katanya lagi.


Hadir dalam acara tersebut Kepala Desa Kuamang Kuning Rio, Kepala Desa Purwasari Musril Saputra, Wakil Camat Pelepat Ilir, Wakapolsek, pemuka masyarakat dan jamaah, semua beramah-tamah.


Tak ketinggalan tradisi Rang Pariaman dengan aksi badoncek untuk mengumpulkan dana untuk pembangunan masjid dan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) yang masih dalam taraf pembenahan. Malam itu terhimpun Rp32.000.000 (tiga puluh dua juta rupiah) dan semen 266 zak. 


Sebelum bertolak ke Kota Padang, Ustadz Yahya Waloni yang didampingin Istri Muthmainnah dan putra mereka, Muhammad Zakaria (balita) sempat menawarkan buku yang beliau tulis tentang "Kebenaran Islam". Jamaah Masjid PKDP dan organisasi perkumpulan perantau lainnya berebut membeli buku sebagai pelajaran dan kekaguman terhadap mantan pendeta yang telah mendapat hidayah Allah. 


Beliau tak gentar dengan jalan yang rusak berat, dengan khas, pria kelahiran Manado 30 November 1970 dan telah menjadi mu'alaf sejak 11 Oktober 2006 silam berujar, "Jalan ke sini bagus kok, belum ada apa-apanya dibanding perjuangan Rasulullah ﷺ." Entah itu satire berkelas tolonglah yang berwenang perbaiki jalan Transmigrasi Kuamang Kuning. Ini suara hati jema'ah dan warga transmigrasi yang sudah cukup lama menunggu perbaikan jalan menuju Kabupaten Bungo.


Acara berakhir dengan ramah-tamah bersama Ustadz Dr Muhammad Yahya Waloni bersama pengurus dan jemaah Masjid Al-Muhajirin PKDP Kuamang Kuning, Bungo. (Djumilda)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama