Dinsos P3A Gagas Puskesmas Ramah Perempuan dan Anak


Parit Malintang, CanangNews - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman melaksanakan kegiatan Advokasi Puskesmas Ramah Perempuan dan Anak. Kegiatan ini digagas oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) berintegrasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) bertempat di Aula Dinkes - Parit Malintang, Jumat, 8 Oktober 2021.


Acara dibuka Wakil Bupati Padang Pariaman  Drs Rahmang MM, diikuti oleh Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan Pengelola Anak Puskesmas se-Kabupaten Padang Pariaman serta jajaran  Dinsos P3A dan Dinkes. Dalam kegiatan ini sekaligus dilakukan penandatanganan Deklarasi Puskesmas Ramah Perempuan dan Anak (DPRPA) sebagai wujud komitmen daerah untuk mewujudkan Padang Pariaman sebagai Kabupaten Ramah Perempuan dan Layak Anak. 



Selain itu, hal ini sekaligus merupakan wujud nyata tindak lanjut Kabupaten Padang Pariaman yang ditunjuk pemerintah pusat sebagai Daerah Percontohan Desa Ramah Perempuah dan Peduli Anak (DRPPA) - sebagaimana Keputusan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2021 tentang Penetapan Kabupaten/Kota Wilayah Model Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak. 


DRPPA merupakan upaya mengintegrasikan perspektif gender dan hak anak ke dalam tata kelola penyelenggaraan pemerintahan desa/nagari yang dilakukan secara terencana, menyeluruh serta berkelanjutan.



Kegiatan Advokasi Puskesmas Ramah Perempuan dan Peduli Anak merupakan sebagai satu upaya mewujudkan DRPPA agar layanan kepada korban kekerasan terhadap perempuan (KtP) dan 
kekerasan terhadap anak (KtA) di puskesmas dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya - sejalan dengan 5 Arahan Presiden Republik Indonesia sebagai berikut:


1. Peningkatan Pemberdayaan  Perempuan dalam Kewirausahaan;


2. Peningkatan Peran Ibu dalam  Pendidikan Anak;


3. Penurunan Kekerasan terhadap  Perempuan dan Anak;


4. Penurunan Pekerja Anak dan;


5. Pencegahan Perkawinan Anak. 



Di antara upaya penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak yaitu dengan melakukan peningkatan kapasitas petugas layanan di puskesmas dengan menghadirkan  narasumber Nila Anggreiny MPsi (psikolog dari Universitas Andalas) serta dari Dinsos P3A dan Dinkes. 


Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari Deputi Kesetaraan Gender Kementerian PPPA RI Dra Lenny Nurhayanti Rosaline MSc. "Alhamdulillah... Puskesmas Ramah Anak telah diperluas menjadi Puskesmas Ramah Perempuan dan Anak, Semoga menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lainnya," tulisnya melalui pesan singkat WhatsApp. 



Dia mengemukakan harapan, melalui kegiatan ini para peserta diharapkan dapat meningkatkan kompetensi untuk melakukan pendampingan awal terhadap korban melalui PFA ( Psycological First Aid) di  puskesmas-puskesmas melalui program dan kegiatan layanan kepada korban KtP dan KtA agar terwujud puskesmas ramah perempuan dan anak sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan terhadap kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. (Arosi Febri Yenti/ZT)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama