Langkah Antisipatif Terhadap Korupsi

Gambar Ilustrasi google



Belakangan ini tingkat korupsi ditanah air semakin marak terjadi, cukup memprihatinkan betapa tidak, korupsi belakangan ini terjadi ditengah pandemi yang sedang melanda negeri ini dan hampir seluruh penjuru dunia.


Yang lebih miris lagi kasus korupsi bantuan sosial yang dilakukan oleh Mentri Sosial Juliari Batubara, bahkan pandemi sekalipun tidak menjadi halangan bagi mereka untuk melakukan korupsi, melihat hal semacam ini tentu sangat merugikan negara dan masyarakat, janji untuk tidak ikut-ikutan korupsi seakan hanya menjadi kata-kata pelengkap dalam jabatannya.


Jika flashback masa pelantikan Kabinet baru Jokowi - Ma'ruf Amin di mana Presiden Joko Widodo menekankan kepada para menterinya untuk menghindari korupsi dan menolak betul hal-hal semacam itu.



Juga kita tidak lupa pada kata-kata Mentri Sosial sebelum diciduk,  dimana pada wawancaranya ia menolak betul perbuatan korupsi dan memerangi hal-hal semacam ini, tapi jika dilihat sekarang tentu hal itu betul-betul jauh dari penyampaian-penyampaian yang disampaikan sebelumnya.




Ini menjadi contoh dan menjadi tanda tanya besar bagi pemerintah dalam hal memerangi korupsi, dari sudut pandang lain selain peran pemerintah juga perlu adanya peran masyarakat dalam memerangi korupsi, perlu adanya didikan yang maksimal untuk membentuk generasi anti korupsi dan hal semacamnya, karna pengaruh untuk berkorupsi sangatlah kuat dan mudah masuk kedalam diri setiap masyarakat.


Tentunya untuk mengantisipasi hal semacam ini kerjasama antara pemerintah dan masyarakat serta instansi terkait seperti KPK (Komisi Pemeberantasan Korupsi), perlu adanya langkah-langkah antisipatif agar para pejabat khususnya yang sedang mengemban tugas dalam pemerintahan bisa terlepas dari pengaruh korupsi.



Selain itu diberikannya pembelajaran kepada masyarakat dari sejak dini untuk mengantisipasi terjadinya tindakan korupsi, baik itu berupa seminar, pembelajaran pada program pendidikan yang bisa di tuangkan dalam mata pelajaran kewarganegaraan dan sebagainya, sehingga terbentuknya generasi muda yang memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi sehingga melahirkan generasi anti korupsi.


Gerakan-gerakan seperti ini tentu cukup baik nantinya jikalau dilakukan semaksimal mungkin, kerjasama dan gotong-royong dari pemerintah dan masyarakat merupakan hal yang utama sekali sehingga tindakan-tindakan atau celah untuk berkorupsi bisa diperkecil kemungkinannya.



(Sastrawan)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama