Didampingi Bupati Suhatri Bur, Wagub Sumbar Audy Joinaldy Resmikan Koperasi Ayam Petelur Rancak Basamo Kayutanam


Kayutanam, CanangNews Wakil Gubernur (Wagub) Sumatra Barat Audy Joinaldy yang didampingi Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur SE MM meresmikan koperasi usaha ayam petelur di Kantor Koperasi Rancak Basamo Kayutanam, Rabu (16/6/2021). Acara ini dihadiri Kepala Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagnakerkop UKM) Hj Dewi Roslaini SE MM serta sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman.

 

Ketika memberikan pengarahan, Wagub  Audy Joinaldy mengatakan,  masyarakat Sumatra Barat khususnya Padang Pariaman, selayaknya mengonsumsi telur minimal 3 butir sehari, karena telur adalah sumber protein yang memiliki harga paling rendah. Peluang pasar ayam petelur masih tinggi, di mana Sumatra Barat menjadi buffer stock telur untuk Sumatra Bagian Tengah.

 



Oleh karena itu, dia mengingatkan Pemkab Padang Pariaman harus terus mendorong dan memfasilitasi usaha peternakan karena pada umumnya ayam petelur hanya diproduksi oleh daerah penghasil jagung dan beras. Hal ini sudah dimiliki oleh Kabupaten Padang Pariaman.

 

“Indonesia harus mencontoh Negara Malaysia yang masyarakatnya mengosumsi 3 kali lebih banyak telur dibanding Indonesia. Hal ini juga merupakan satu cara mengatasi stunting, yakni dengan mengosumsi protein sejak bayi masih berada dalam kandungan. Berdasarkan data, total konsumsi telur masyarakat Indonesia masih berkisar 120 butir / orang pertahun,” katanya mengakhiri.

 


Sedangkan Bupati Suhatri Bur dalam kata sambutannya mengatakan, tujuan pendirian koperasi antara lain untuk membantu memperbaiki taraf hidup maupun ekonomi para anggotanya serta masyarakat sekitar, membantu pemerintah mewujudkan kehidupan masyarakat yang adil dan makmur serta meningkatkan tatanan perekonomian di Indonesia.

 

“Populasi ayam petelur di Padang Pariaman diperkirakan masih berjumlah lebih kurang 500 ribu ekor, sedangkan di 50 kota sudah berjumlah 12 juta. Oleh karena itu, kita harapkan Padang Pariaman dapat menyusul, bahkan lebih unggul dibanding daerah lain.  Dengan adanya Koperasi Rancak Basamo Kayutanam, besar harapan kami agar pengurus koperasi ini konsisten memajukan anggotanya, apalagi diketahui keanggotaan koperasi ini tidak hanya di sekitar daerah Kayutanam tetapi juga untuk masyarakat Padang Pariaman,” ujarnya.

 


Ia meminta kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Disdagnakerkop UKM serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) supaya terus membina dan mengayomi aset koperasi di Kabupaten Padang Pariaman ini. “Selain itu, saya berharap agar terus menumbuhkan kelompok-kelompok usaha yang dapat dibentuk menjadi koperasi.”

 

Kepada Kepala OPD terkait lainnya Suhatri Bur mengingatkan agar membantu memfasilitasi bantuan seperti mesin alat produksi dan penyaluran produk serta perizinan guna memajukan Koperasi Rancak Basamo Kayutanam dan masyarakat Padang Pariaman pada umumnya.

 


Sebelumnya, Ketua Koperasi Rancak Basamo Kayutanam Refinaldi MPd melaporkan, pendirian koperasi ini dilatari atas keluhan para peternak ayam petelur di Kabupaten Padang Pariaman yang menghadapi banyak sekali rintangan dan cobaan dalam pengembangan usaha peternakan ayam petelur. Di antaranya kesulitan memasarkan telur dengan harga yang layak di pasaran.

 

“Selama ini kami para peternak memasarkan telur umumnya melalui para tengkulak atau toke yang selalu mengambil untung besar dari kami. Dari persoalan tersebut timbullah niat dari beberapa orang peternak untuk mendirikan suatu badan usaha berbentuk koperasi. Alhamdulillah… berkat bantuan dan dukungan serta binaan dari Disdagnakerkop UKM Padang Pariaman dan Dinas Koperasi Provinsi Sumatera Barat, maka terbentuk dan berdirilah Koperasi Produsen Ayam Petelur Rancak Basamo Kayutanam ini,” katanya.

 


Ia menambahkan, awalnya anggota koperasi ini berjumlah 21 orang (anggota pendiri) sesuai dengan aturan dan UU Koperasi RI bahwa jumlah minimalnya 21 orang. Dalam perkembangannya menjelang peresmian, anggota Koperasi Rancak Basamo Kayutanam sudah bertambah menjadi 35 orang dan sekaligus sebagai pemilik kandang dengan jumlah populasi lebih kurang 125 ribu ekor ayam, dengan persentase 80% atau 100.000 butir telur perhari.

 

Alhamdulillah… koperasi sudah dapat memasarkan 50% dari jumlah telur hasil produksi peternakan milik anggota, selebihnya dipasarkan oleh pemilik kandang masing-masing,” ulas Refinaldi.

 

Penambahan jumlah anggota yang begitu cepat, lanjut dia, hanya dalam beberapa bulan, menambah tinggi semangat para pendiri koperasi ini untuk menjadikan Padang Pariaman sebagai sentra produsen telur untuk tahun-tahun mendatang. Hal ini sesuai dengan visi dan misi Koperasi Rancak Basamo Kayutanam.

 


Refinaldi juga melaporkan, Koperasi Rancak Basamo Kayutanam sudah berbadan hukum dan terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia Republik Indonesia nomor AHU-0007699.AH.01.26.TAHUN 2021 yang diterbitkan tanggal 4 Januari 2021 dengan struktur kepengurusan:

 

Pengurus Koperasi

Ketua Koperasi        : Refinaldi MPd

Sekretaris                 : Irwandi

Bendahara               : Monel Gorta, SH

 

Pengawas Koperasi

Koordinator             : Nely Aswati, SSi

Anggota                    : Zaldi

Anggota                    : Herman

 


“Dengan  peresmian koperasi ini, kami berharap adanya dukungan baik moril maupun materil dari Pemkab Padang Pariaman dan Pemerintah Provinsi Sumbar untuk perkembangan Koperasi Rancak Basamo ke depannya. Begitu juga bantuan dan dukungan dari Bapak-Bapak Anggota Dewan Terhormat di DPRD Provinsi Sumbar dan DPRD Kabupaten Padang Pariaman yang hadir pada hari ini,” katanya lagi.

 

Pada kesempatan itu, Refinaldi mengucapkan terimakasih atas dukungan dan bantuan dari CV Dunia Unggas /Rajawali, CV Mega Mulia serta Charoen Pokphand dan Medion selaku mitra men-support kegiatan Koperasi Rancak Basamo. (Aliaty Rahma / Zakirman Tanjung)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama