Kukuhkan Tim Satgas Naga Gesit Inovasi DPPKB, Ketua TP PKK Yusrita Ingatkan 1.000 HPK



Sikabu, CanangNewsKetua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Padang Pariaman Yusrita mengukuhkan Tim Satgas Naga Gesit (Nagari Gencar Mengatasi Stunting) Nagari Sikabu, Kecamatan Lubuak Aluang, Jumat (7/5/2021).  Tim ini merupakan bagian dari Pasukan Garda Papa (Penanggulangan Stunting Secara Komprehensif dan Berkesinambungan dalam Gerakan Aksi Daerah Padang Pariaman). Kegiatan ini merupakan program inovasi Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Padang Pariaman.

 


Kegiatan itu dihadiri Kepala DPPKB dr H Aspinuddin, Ketua Kelompok Kerja (Pokja) IV TP PKK Gusneti alias Nyonya Net Jimmi, Camat Lubuak Aluang Zarmiati SAP, Walinagari Sikabu Budi Saputro. Panitia Pelaksana Sekretaris DPPKB Yusra Zen S Sos MM dan Pembina Generasi Berencana (GenRe) Nur Octavia Syamsul SSiT Keb plus Forum GenRe, Tim Satgas Naga Gesit yang dikukuhkan serta puluhan ibu hamil dan ibu-ibu pemilik anak berusia di bawah dua tahun.

 


Pada kesempatan itu, Yusrita yang merupakan istri Suhatri Bur (bupati Padang Pariaman) didaulat oleh DPPKB sebagai pemateri Upaya Mencegah Stunting pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Dalam pemaparannya, Yusrita mengingatkan, HPK dimulai dari awal kehamilan seorang ibu hingga anak berusia dua tahun.

 


“Upaya mencegah stunting tidak hanya satu faktor saja tetapi meliputi banyak faktor, tidak hanya tanggungjawab DPPKB dan Dinas Kesehatan saja tetapi tanggungjawab lintas sektoral, termasuk misalnya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dalam menyediakan bahan-bahan pangan bergizi dan mengandung protein,” ujar perempuan kelahiran 29 Juni 1975 ini.

 


Menurut Yusrita, 1.000 HPK sangat penting bagi setiap anak karena pada masa inilah tumbuhnya sel-sel otak. Oleh karena itu, ibu hamil dan menyusui mesti mengonsumsi asupan makanan bergizi dan mengandung protein yang cukup. Begitu pula dengan bayi setelah berusia enam bulan (masa pemberian ASI ekslusif), hendaknya diberi asupan makanan bergizi dan berprotein sesuai tahapannya.

 


Selama lebih dari 12 menit Yusrita memaparkan upaya dan langkah-langkah menciptakan kehamilan plus menyusui sehat dan berkualitas serta peran suami dalam mendukung istri selama hamil dan menyusui. 

 


Sebelumnya, Kepala DPPKB dr H Aspinuddin melaporkan, Nagari Sikabu bersama 13 nagari lainnya yang tersebar pada 10 dari 17 kecamatan di Kabupaten Padang Pariaman ditetapkan pemerintah pusat sebagai lokasi fokus (lokus) pencegahan stunting tahun ini berdasarkan hasil penelitian tahun 2020.

 


Dokter Jimmi (sapaan Aspinuddin) menyebutkan, upaya mencegah dan menurunkan angka stunting harus dilaksanakan dengan kolaborasi semua pihak terkait, mulai dari keluarga dan lingkungan, pemerintah korong dan nagari, kecamatan serta organisasi-organisasi perangkat daerah (OPD).

 


Stunting, ulas Jimmi, adalah keadaan berhentinya pertumbuhan pada anak. Penyebab utama penyakit Stunting adalah kekurangan gizi pada waktu yang cukup lama. Pemberhentian pertumbuhan meliputi pertumbuhan tubuh dan otak. Penyakit stunting menyebabkan anak memiliki tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan anak-anak lain yang seusia dengannya.

 


"Kondisi tubuh anak yang pendek seringkali dikatakan sebagai faktor keturunan (genetik) dari kedua orang tuanya, sehingga masyarakat banyak yang hanya menerima tanpa berbuat apa-apa untuk mencegahnya. Padahal seperti kita ketahui, genetika merupakan faktor determinan kesehatan yang paling kecil pengaruhnya bila dibandingkan dengan faktor perilaku, lingkungan (sosial, ekonomi, budaya, politik), dan pelayanan kesehatan. Dengan kata lain, stunting merupakan masalah yang sebenarnya bisa dicegah," kata dia. 

 


Khusus DPPKB, lanjut Jimmi, merupakan institusi yang ditugaskan pemerintah dalam bidang pengendalian penduduk serta menyiapkan keluarga berkualitas mulai dari hulu hingga ke hilir, sejak usia remaja berkualitas, pasangan usia subur berkualitas, balita berkualitas serta lanjut usia berkualitas, masing-masing dengan program inovasi khusus. Oleh karena itu, upaya pencegahan dan penurunan angka stunting termasuk tugas unit kerja yang dipimpinnya.

 


Sedangkan Camat Lubuak Aluang Zarmiati SAP menyatakan bersyukur kepada Allah Yang Mahakuasa dan berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman yang telah memilih dan menetapkan Nagari Sikabu sebagai peserta Lomba 10 Program Pokok PKK tingkat Provinsi Sumatra Barat tahun ini. Dengan demikian, hampir semua OPD memberikan perhatian plus kepada Sikabu.



Oleh karena itu, Upik (sapaan Zarmiati) minta seluruh masyarakat Sikabu, termasuk kaum ibu, agar proaktif dalam membenahi rumah dan pekarangan masing-masing, antara lain dengan menanam tanaman dapur hidup dan tanaman obat keluarga.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Walinagari Sikabu, Budi Saputro. (Zakirman Tanjung / Fuad Zaki Marzuq)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama