Irwan Fikri Minta Seluruh Kader PKK Terlibat Dalam Penanganan Kasus Stunting


 

Agam, -Wakil Bupati Agam, Irwan Fikri, SH, meminta para kader PKK berperan aktif mendukung percepatan penanganan kasus stunting.

Wabup meyakini kader PKK lebih mudah memberikan pemahaman mengenai apa dan bagaimana cara mencegah dan menanggulangi masalah stunting, karena memiliki kedekatan persuasif dengan masyarakat di lapangan.

“Permasalahan stunting bukan hanya ditangani Dinas Kesehatan saja namun melibatkan seluruh level pemerintahan dan organisasi kemasyarakatan sampai tingkat jorong. Maka ibu-ibu PKK-lah yang memiliki jaringan hingga ke tingkat keluarga,” jelas wabup, di sela acara Rakerda PKK ke-IX pada, Selasa (25/5) lalu.

Menurutnya, adanya pandemi Covid-19, menjadikan penanganan stunting lebih menantang, karena situasi pandemi menimbulkan kerawanan stunting pada anak-anak.

Oleh karena iitu, upaya yang sangat penting dilakukan memastikan pemenuhan gizi ibu dan bayi selama masa kehamilan hingga anak menginjak balita.

“Disini dituntut kreativitas dari seluruh kader di lapangan dalam memberikan pemahaman dan edukasi agar anak-anak terhindar dari stunting,” pinta wabup.

Menanggapi hal itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Agam, Ny. Yenni Andri Warman, Kamis (27/5) mengatakan melalui 10 program pokok PKK, penanganan stunting menjadi salah satu fokus utama. Hal itu sesuai dengan arahan dari Ketua TP-PKK Pusat bersama pemerintah pusat.

Ny. Yeni menjelaskan, sebagai upaya pencegahan anak kerdil atau stunting tersebut bisa difokuskan lebih pada penanganan kesehatan saat ibu hamil sampai usia anak balita.

Pasalnya, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan.

Sehingga terangnya, PKK mempunyai fungsi pencegahan stunting diantaranya melakukan pendataan, penyuluhan, memberikan makanan pendamping yang bergizi dan lain lain.

“Alhamdulillah, setiap kesempatan, kami selalu mengajak seluruh kader PKK untuk terlibat aktif dalam pencegahan dan penanggulang stunting, karena ini menyangkut mutu dan kualitas anak-anak kita sebagai generasi penerus,” terang istri bupati itu. (*)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama