Inilah Curhatan Anak Kapal Terkait Pihak Ke Tiga


Sikabaluan Canangnews,Kapal Motor berbahan kayu Nade sudah lama difungsikan sebagai tranportasi angkutan penumpang antar pulau dengan rute yang telah ditentukan dilingkup Mentawai.


Nade yang acap disebut Hidung mancung tersebut juga termasuk kapal kayu yang sudah tua dengan tanda tumbuhnya rumput ditiang bagian atas kapal jenis kayu tersebut.

Penumpang yang hendak bepergian juga cukup gampang menaiki kapal tersebut hanya dengan membeli tiket sebagai jaminan perjalan menggunakan transportasi laut tersebut.

Barang juga dapat dititipkan diatasnya meski nilai tambah sebuah muatan sudah tidak menjamin namun tetap diterima oleh sang petugas kapal untuk memberi pelayanan yang baik bagi penumpang kapal antar pulau.

Salah satu keberuntungan adanya tranportasi laut tersebut dirasakan oleh seorang guru SMP Sirilogui Rion yang menumpang ketika  kapal dari tuapeijat berlabuh diteluk daerah tersebut sehingga dirinya tidak merasa jenuh dan bahagia selalu.

Pelayanan yang terpantau juga ketika di kapal bersandar di dermaga Siberut Selatan dengan menurunkan penumpang dan menerima yang baru yang justru melebihi kapasitas dari yang ditentukan karena melihat kondisi akan Kebutuhan penumpang maka ABK terpaksa melanggar aturan.

Andri selaku Kapten Kapal Motor Nade mengatakan,bahwa hal tersebut saat ini menjadi tantangan bagi awak kapal dimana penumpang memaki,menyalahkan petugas kapal karena lambat dan lainnya sementara realitanya pelayanan selalu dikedepankan.

"Hingga saat ini anggaran perjalan anggota kapal belum terbayarkan akan tetapi tuntutan dan tantangan resiko meski kami jalani seperti membawak penumpang oper kapasitas" ungkapnya kepada Canangnews saat di dalam perjalan menuju Siberut Sabtu (13/03/21).

Disisi lain ABK mesin,Bas,menuturkan bahwa semua yang anggota yang bertahan diatas kapal adalah pegawai  kontrak sementara yang PNS sudah di kantoran perhubungan tuapeijat demi menjalankan aturan ,ucapnya saat berdiri didekat Cip kapal tersebut.

Dirinya juga menggambarkan jika ternyata kapal berbahan kayu tersebut di hentikan,hal yang dirasakan sebelumnya diatas kapal Nade tidak akan dirasakan ketika menaiki sebuah kapal yang baru
(Mentawai fast antar pulau).

"Titipan barang dan lainnya akan menjadi bernilai tidak seperti mudahnya penitipan barang jenis babi,ayam karung dan masih banyak lainnya di kapal ini"tegasnya.

Andri juga menyampaikan ide jika ternyata kapal pengganti sudah ada supaya didesain ulang karena rute yang dilalui cukup ekstrim sebab selama ini Mentawai fast dari kota Padang tidak menantang justru menyamping terlebih tempat meletakkan kendaraan roda dua,tuturnya 

Sementara Ditempat lain,kepala UPTD Siberut mengatakan bahwa ada baiknya kapal baru didatangkan untuk mempercepat proses perjalan sampai ketempat tujuan.

Soal masalah penitipan barang itu tergantung kebijakan Pemda setempat untuk membuat kesepakatan menerima barang titipan yang akan dibawak menggunakan kapal Mentawai fast antarpulau ke rute yang dituju 

Sementara ketika dicobak dilakukan konfirmasi terhadap kepala dinas yang bersangkutan melalui pesan whatsab belum mendapat balasan hingga dikeluarkannya berita.(JS) 



 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama