Terimakasih, Ali Mukhni, Bupati Padang Pariaman

 Catatan Bagindo Yohanes Wempi *)


INSYAA Allah, Drs H Ali Mukhni akan mengakhiri masa jabatannya sebagai Bupati Padang Pariaman periode kedua, Rabu lusa. Penulis yang asli Piaman mengucapkan terimakasih atas kepemimpinannya semenjak jadi wakil bupati sampai bupati dua priode ini.

Jika tidak salah, Ajo Kuni (pangilan populer Ali Mukhni di Piaman) yang berpasangan dengan Wakil Bupati Suhatri Bur SE MM dilantik oleh Gubernur Irwan Prayitno, Rabu 17 Februari 2016. Sebelumnya, periode pertama, 25 Oktober 2010 – 25 Oktober 2015, ia berpasangan dengan Wakil Bupati Drs H Damsuar Dt Bandaro Putiah.

Pada tulisan ini, banyak cerita yang bisa diungkapkan tentang kehebatan Ajo Kuni ini memimpin. Cerita seorang wartawan dan politisi senior Piaman, Ajo Masful, dalam satu kesempatan mengatakan bahwa orang yang dibenci Ajo Kuni di Piaman adalah Bagindo Yohanes Wempi secara politik. Tapi secara emosional kekampungan beliau sayang dengan Bagindo.

Ungkapan Ajo Masful itu sangat wajar, tidak berlebihan.  Ali Mukhni secara politik memang terkesan benci kepada penulis. Karena selama jabatannya, penulis selalu mengkritisi kebijakan pembangunan yang dibuat oleh Ajo Kuni.

Jadi, jika ada orang yang dinobatkan sebagai orang yang dibenci – bahkan oleh Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman – lantaran suka mengkritik dan selalu mengkoreksi pembangunan Ali Mukhni, dipastikan pialanya jatuh ke tangan penulis.

Namun, pada tulisan ini, penulis tidak membahas masalah kritik-mengkritik kebijakan kepemimpinan beliau. Penulis mencoba mengungkapkan kelebihan dan keunggulan Bupati Padang Pariaman dua priode ini menurut pengalaman yang dilalui.

Ajo Ali Mukhni ini hebat lobi, hebat komunikasi dengan atasan, hebat juga menyenangkan hati orang gubernuran, hebat melobi pejabat pusat. Dengan kehebatan beliau melobi tersebut banyak pembangunan atau dana pusat yang dialokasikan di Padang Pariaman. Nilainya mungkin triliyunan rupiah selama kepemimpinan Ali Mukhni.

Sepengetahuan penulis, dari 19 bupati/ walikota di Provinsi Sumatra Barat ini, Ajo Kuni yang paling disukai Gubernur Irwan Prayitno dan memiliki hubungan istimewa. Hubungan ini dapat tercipta karena apa pun permintaan Gubernur Sumbar selalu dia penuhi – walaupun terkadang jika penulis pakai logika kebijakan daerah dan aturan perundang-undangan yang berlaku tidak masuk atau tidak bisa diwujudkan.

Namun, oleh yang namanya Ajo Kuni ini, apapun dana pembangunan yang diberikan semuanya bisa direalisasikan atau diwujudkan. Malah beliau pernah mengeluarkan ungkapan bahwa kepala daerah harus berani merealisasikan pembangunan walaupun banyak tantantangan.

Jika diuraikan kelebihan dan keunggulan yang dimiliki oleh Drs H Ali Mukhni – sungguh – sangat banyak, tidak mungkin diuraikan dengan tulisan singkat ini. Kesimpulan penulis, warga Ranah dan Rantau Piaman perlu mengucapkan terimakasih kepada beliau yang telah mengabdi selama 15 tahun.

Manusia dipastikan memiliki kekurangan dan kelebihan. Selaku ummat beragama, mari kita ambil kelebihan yang dimiliki Ajo Kuni ini untuk Padang Pariaman yang semakin unggul dan berjaya demi sanak kemenakan ke depannya.

Penulis secara pribadi memiliki banyak kenangan dengan Ajo Kuni selama tiga periode beliau memimpin Kabupaten Padang Pariaman. Tidak sedikit catatan yang perlu sama-sama diapresiasikan sebagai amal ibadah.

Penulis meminta kepada bupati yang baru pengganti Ajo Kuni agar melanjutkan semua bangkalai pembangunan yang sudah  beliau rintis. Jika bangkalai tidak dilanjutkan, tentu akan terulang lagi kasus pembangunan semasa Bupati Muslim Kasim sebelumnya; banyak kegiatan pembangunan yang dibiarkan terbengkalai. [*]

*) Pengamat social, budaya, politik dan pemerintahan – Politisi Partai Keadilan Sejahtera – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Padang Paiaman 2009 - 2014

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama