Anak Disabilitas Bukittinggi Siap Berkompetisi Dalam Olahraga Bulutangkis Di Papua November Mendatang


Bukittinggi Canangnews- Pertemuan secara tidak sengaja dengan anak-anak penyandang disabilitas dengan awak media di depan lapangan Wirabraja, tepatnya disalah satu warung yang biasa dijadikan tempat sarapan pagi Bukittinggi, terkesan sangat menyenangkan.

Salah seorang perwakilan anak tuna rungu Rafi mengatakan,Bahwa ia ingin bersilaturahmi dengan berbagai kalangan masyarakat, walaupun dalam keterbatasan yang ia miliki.

"Selain belajar umum di SLB,kami juga punya aktifitas di rumah untuk hal yang bermanfaat seperti kerajinan menjahit, sablon, Kayu dll," ungkap Asrafi Salah satu mahasiswa di salah satu Fakultas ternama di Bukittinggi, Selasa (23/2/2021).

Dengan menggunakan bahasa isyarat menyampaikan sesuatu dengan tujuan ingin memperkenalkan kebolehan diri bahwa mereka juga mampu beraktivitas seperti orang yang lengkap kebanyakan, seperti halnya membuat kerajinan kayu, juga membuat kue pesta,tuturnya.

 Asrafi (23), Daffa (16), Zahran(19) dan Yusrisal (19) jugq tergabung dalam Gerakan Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (GERKATIN) yang bertempat di Pintu Kabun,yang diketuai oleh Ifradi,Bukittinggi. 

Mewakili teman temannya Asrafi mengatakan, dalam bentuk bahasa isyaratnya menyampaikan bahwa mereka akan berkompetisi pada November mendatang dalam olahraga Bulutangkis Papua untuk kejuaraan Nasional Paralimpik Comittee 2021.

Asrafi ternyata sudah sempat meraih prestasi dari pertandingan ini dengan mendapatkan 2 medali emas, 1 perak dan 1 perunggu dari pekan paralimpik nasional 2013, 2015 dan 2016," ungkap Asrafi. 

Komunitas Tunarungu di Bukittinggi Umbrella Deaf Project ini didirikan pada tahu 2017, yang di prakarsai oleh Robert Nino salah seorang warga masyarakat penyandang disabilitas tunarungu kota Bukittinggi sehingga mereka juga tergabung dalam organisasi nasional GERKATIN. (Khairunas).

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama