Sambut Tahun Baru, Objek Wisata Bukittinggi Ditutup 4 Hari.


Bukittinggi, CanangnewsBerdasarkan surat edaran dari Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno bahwa Pengendalian kegiatan masyarakat untuk pencegahan penyebaran corona virus disease 19  pada tahun baru 2021.

'Untuk tindak lanjut Adaptasi kebebasan baru(AKP) dalam pencegahan dan pengendalian penyebaran covid-19 maka pemerintah kota  Bukittinggi segera mengambil langkah langkahnya." Ucap Ramlan Nurmatias wali kota Bukittinggi dalam gelar jumpa pers di balai kota, Rabu (30/12).

Ramlan menjelaskan pada rapat koordinasi pimpinan daerah bahwa mulai 31 Desember semua objek wisata berbayar di Bukittinggi akan ditutup hingga 3 Januari 2021,seperti area Jam Gadang,panorama,benteng dan kebun binatang.
Juga pada 31/12 jalan kepusat kota akan ditutup sementara mulai jam 4 sore untuk mengantisipasi kemacetan yang panjang,selain itu bagi tamu hotel hanya diperbolehkan petugas hotel untuk menjemput ke posko pemberhentian.ulasnya.

Pada temu awak media itu juga dihadiri oleh sekda ,Ketua DPRD  dan Polres Bukittinggi.pihaknya mengatakan mendukung protokol kesehatan dimana bagi para pendatang wajib memakai masker,rapid test,disamping itu restauran dan cafe diberlakukan hanya sampai pukul 9 malam .

Selain itu untuk pedagang kaki lima (PKL) tidak diperbolehkam untuk menumpuk dilapangan Kantin yang biasanya selalu ramai pada akhir tahun dan area itujuga akan dikosongkan kecuali bagi PKL yang tetap di area sosial distancing.

Ramlan mengungkapkan dalam penanganan covid-19 sebanyak 7954 orang telah berhasil melaksanakan test swab,total kasus covid-19 di Bukittinggi 894 orang,meninggal dunia 16 orang dan melakukan isolasi mandiri 49 orang yang ditempatkan di RS.Ahmad Muchtar dan Puskesmas Baso.
'Umumnya para penderita covid datang dari luar daerah dan beberapa orang yang tertular dari keluarganya dari luar daerah.ulas Ramlan.

Kedepan sambungnya lagi untuk masyarakat bisa memaklumi demi kepentingan bersama bagaimana menjaga keluarga kita bisa sehat selalu,agar tetap mematuhi prokes dalam mewaspadai berkembangnya virus corona." Tutupnya (Nas)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama