Nagari Parikmalintang Tetap Menjaga Tradisi di Tengah Geliat Pembangunan Ibukota

0

 


DALAM memajukan suatu daerah diperlukan kerjasama seluruh komponen, baik pemerintahnya maupun masyarakat. Kemajuan daerah sangat tergantung kepada kekompakan seluruh unsur yang ada. Kekompakan dalam mencapai tujuan bersama meupakan kunci sukses dalam pembangunan.

 

Hal inilah yang dilakukan Pemerintah Nagari (Pemnag) Parikmalintang. Dengan kesepahaman dan persamaan tujuan antara pemerintahan nagari dan seluruh masyarakat menjadikan Nagari Parikmalintang dikenal sebagai nagari yang aktif serta selalu kompak. Hubungan silaturahmi selalu dibina baik oleh seluruh masyarakat nagari, baik yang berada di ranah maupun di rantau.

 

“Setiap informasi yang ada di nagari akan selalu kami beritahukan kepada seluruh masyarakat, baik di ranah maupun di rantau. Masyarakat Nagari Parikmalintang yang berada di rantau bahkan telah membentuk sebuah persatuan yang diberi nama Ikatan Keluarga (IK) Parma. Persatuan ini telah terbentuk di seluruh daerah rantau, masing-masingnya telah memiliki dewan pimpnan daerah (DPD) seperti di Banten dan Jakarta,” ujar Walinagari Parikmalintang Syamsuardi di kantornya, Jalan Raya Padang – Bukittinggi Km 40, Jumat (11/9/2020).

 

Tahun ini merupakan akhir kepemimpinan Walinagari Syamsuardi. Pada akhir kepemimpinannya, lanjut dia, pihaknya merencanakan membuat Rancangan Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) mengacu kepada RPJM pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang nantinya akan diserahkan kepada walinagari yang baru.

 

“Saat ini yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat adalah pengembangan sumber daya manusia (SDM). Sebab, jika telah memiliki infrastruktur yang baik tetapi tidak didukung dengan SDM yang memadai akan menjadi sia-sia. Untuk penyusunan RPJM ini pun sangat diperlukan rekomendasi dari IK Parma di rantau terkait kebutuhan yang diperlukan pada masa yang akan datang,” kata dia.

 

Oleh karena itu, setelah dua periode kepemimpinannya, Syamsuardi dan seluruh perangkat nagari menyatakan tekad agar masyarakat, terutama para pemuda, Parikmalintang memiliki SDM yang baik untuk mengembangkan dan memajukan nagari sehingga dapat bersaing dan berkompetisi di dunia luar. Untuk pembangunan infrastruktur dan pengembangan SDM ini sangat diperlukannya keterlibatan dan dukungan para perantau.

 

Alhamdulillah…, para perantau sangat merespons penawaran rekomendasi untuk pengembangan SDM ini. Hal ini terbukti ketika Pemnag bekerjasama dengan Karang Taruna Parikmalintang dalam acara festival gasiang yang dilaksanakan tahun 2019 lalu. Efeknya, para perantau meminta agar gasiang yang diproduksi oleh anak nagari dapat dikirm ke rantau sebanyak mungkin. Permintaan ini memberikan efek positif kepada masyarakat. Setelah festival gasiang tersebut anak nagari disibukkan kegiatan membuat gasiang yang akan dikirimkan ke rantau. Hal ini dapat menjadi sumber pemasukan ekonomi bagi anak nagari, sekaligus sebagai bentuk antisipasi kegilaan gadget para kaum muda,” ujar pria 69 tahun ini.

 

Ia menambahkan, selain pembuatan gasiang para pemuda di Nagari Parikmalintang yang tergabung dalam kelompok pemuda kreatif saat ini tengah bergerak pada pembuatan permainan gaya lama. Hal ini sebagai wujud pelestarian permainan anak nagari serta antisipasi agar para pemuda tidak hanya sibuk dengan gadgetnya namun juga mengetahui dan membudidayakn permainan zaman dahulu.

 

Syamsuardi menekankan, bahwasanya Nagari Parikmmalintang merupakan ibukota (pusat pemerintahan) Kabupaten Padang Pariaman. Banyak geliat pembangunan di sini, tentunya banyak pendatang yang masuk ke nagari kami. Meski demikian, kami tetap membumi dengan menjaga tradisi dan budaya yang telah lestari di tengah geliat pembangunan ibukota.




“Saat ini seorang warga kami di Korong Padang Baru, Jhonnedi, meraih prestasi sebagai pemenang (juara harapan I) pada Lomba Desain Motif Batik Minang dengan nama Motif Salingka Piaman. Namun, ia menghadapi kendala dalam pemasaran batik yang diproduksinya,” ujarnya lagi. 

 

Selain melestarikan permainan anak nagari Kelompok Pemuda Produktif tersebut berupaya agar anak nagari tidak hanya gila main gadget namun juga dapat melestarikan budaya dan sekaligus bernilai ekonomi serta pemanfaatan sumber daya alam.

 

Nagari Parikmalintang telah memiliki sangar seni dengan nama Talang Parintang yang dibentuk pada akhir 2019. Sanggar ini bergerak dalam kegiatan pembinaan musik, randai serta kegiatan seni lainnya. Kelompok sanggar ini juga telah mengikuti seleksi randai pada tingkat Provinsi Sumatra Barat. Sanggar ini juga sering dipakai oleh warga sekitar pada kegiatan baralek atau resepsi pernikahan.

 

Nagari Parikmalintang memiliki badan usaha milik nagari (BUMNag) yang bergerak pada pengembangan minyak atsiri dan penyediaan bibit serai wangi, di mana BUMNag Parma memiliki lahan seluas 12 hektar untuk pengembangan serai wangi dan penyulingannya.

 

Nagari Parikmalintang pernah menjadi juara III dalam transparansi penggunaan dana desa pada acara ulang tahun PWI tahun 2018 serta dikenal sebagai nagari yang bersih dalam pelaporan keuangan. Hal ini merupakan bentuk ketelititan perangkat nagari dalam penyususunan laporan keuangan.

 

Hubungan baik antara pemnag dan seluruh lapisan masyarakat, termasuk dengan badan musyawarah (bamus), menjadikan segala urusan dan permasalahan yang ada di Nagari Parikmalintang dapat diselesaikan dengan baik. Di sisi lain, segala kegiatan pemnag sangat didukung oleh bamus dan seluruh masyarakat.

 

Dalam memimpin Nagari Parikmalintang sejak tahun 2008, Syamsuardi mengaku punya moto 4T, yakni tertib administrasi, tertib komunikasi, tertib keluarga dan tertib jam kerja. (R/ZT)

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(50)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top