Pro-KP, IWO dan PP Agam Peduli Jenguk Wiwik Fransiska

0

AGAM, -Prihatin akan kondisi yang dialami Wiwik Fransiska (37) warga Jorong Sikabu, Nagari Kampuang Tangah, Kecamatan Lubukbasung yang hingga kini masih terbaring lemah berjuang melawan penyakit yang dideritanya sejak lama, tim gabungan Bagian Protokol-Komunikasi Pimpinan Sekab Agam, pengurus Ikatan Wartawan Online (IWO) Agam, dan Pemuda Pancasila (PP) Agam langsung datang ke kediamannya, Senin,(22/6).
Rombongan Pro.KP-IWO-PP Agam Peduli, yang dipimpin Khasman Zaini, Kabag Pro-KP Sekab Agam, beberapa pengurus IWO Agam dan personil PP Agam, didampingi Camat Lubukbasung diwakili Windra Purnama dan Wali jorong Sikabu Al Mahdi, menyerahkan sedikit bantuan sembako dan berdiskusi dengan keluarga Wiwik Fransiska terkait dengan sakit yang dialaminya.
Menurut Ridwan (39), suami Wiwik Fransiska, kondisi yang dialami istrinya sudah berlangsung cukup lama, pasca terjatuh dari sepeda motor yang dikendarai Ridwan di Lubukbasung, sekitar 5 tahun lalu. Saat terjadi, posisi jatuh Wiwik Fransiska, persis bagian pinggulnya yang terhempas keras di aspal, diduga itu awal musabab sakit yang dialaminya hingga kini.
Saat ini, ulas Ridwan istrinya hanya bisa tidur terlentang dan jika bergerak sedikit akan memicu sakit yang luar biasa, “ seperti kesentrum, “ sebutnya menirukan sang istri.
Diceritakan Ridwan, pasca terjatuh, tidak ada sakit yang dirasakan, hanya saja ia agak susah saat berjalan, agak pincang, namun tak lama berselang, setelah melahirkan anak kedua, rasa sakitnya makin parah, dan satu tahun terakhir sama sekali tidak bisa berjalan.
Upaya penyembuhan yang dilakukan Ridwan bersama keluarganya sudah dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari pengobatan medis, alternatif, dan pengobatan lainnya sudah secara maksimal dilakukan, namun belum membuahkan hasil, “ saat ini masih rutin berobat, namun kami sering kesulitan biasa, apalagi harus bolak-balik Lubukbasung-Padang, “ sebut Ridwan dengan nada lirih.
Sementara Ridwan yang setia merawat istrinya yang hanya bisa terbaring lemah itu, juga tidak bisa bekerja, karena harus merawat istri dan anak-anaknya, setelah setahun terakhir sang istri sama sekali tidak bisa bergerak dari tempat tidur.
Sedang untuk biaya pengobatan, dijelas Ridwan, pihaknya masih ditanggung BPJS yang kepesertaannya diurus secara mandiri, sejak dia tinggal di Mesuji, Lampung, yang saat ini direncanakannya akan dipindahkan pengurus data administrasi kependudukannya ke Lubukbasung, kabupaten Agam, “ yang sulit untuk biaya perawatan, untuk bolak-balik Lubukbasung-Padang, dan biaya sehari-hari, saya harus dampingi istri saya, “ ulasnya sampai menatap sang istri yang bobotnya kini hanya tinggal sekitar 39 kg, dari berat sebelumnya 60 kg.
Menanggapi kondisi itu, Khasman Zaini menyebutkan, pihaknya secara spontan membantu dan langsung datang ke rumah Wiwik Fransiska di Sikabu bersama rombongan pengurus IWO Agam dan Pemuda Pancasila Agam.
Terkait rencana pemindahan data adminduk keluarga Ridwan itu, disarankan Khasman Zaini untuk dipercepat, dan pihak nagari bersama Kecamatan akan membantu optimal. Dengan sudah terdata sebagai penduduk Kabupaten Agam, menurutnya akan memudahkan untuk mendapatkan dukungan dari berbagai pihak dalam upaya membantu perawatan Wiwik Fransiska.
“ Inshaallah, akan kita persamakan, dan kondisi ini akan langsung kami laporkan pada pimpinan daerah, “ sebut Kabag Protokol-Komunikasi Pimpinan Sekab Agam itu dengan nada pelan.
Sementara pantauan awak media, kondisi Wiwik Fransiska sendiri hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur, dan tidak bisa lancar berkomunikasi. Sesekali mengucap terimakasih, itupun dengan wajah menahan sakit. (BJR) 

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(50)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top