Berita dari Tanah Suci (18): Ziarah, mengunjungi tempat bersejarah

0
Jamaah haji asal Padang Pariaman memadati toko jajanan aneka kurma

Arab Saudi, CanangNewsHari ketiga di Kota Nabi Muhammad SAW, Madinah Almunawwarah, Sabtu, 16 September 2017, jamaah dibawa oleh maktab untuk mengunjungi tempat bersejarah di sekitar kota (city tour). Pukul 07.10 WAS, Jamaah berangkat dengan 8 bus.

Hanya sekitar 15 menit dari hotel, rombongan 'singgah' di kebun kurma. Di sana tersedia beragam kurma, ada kurma Nabi, 'ajwa, ajyad, dan jajanan lain yang terbuat dari kurma. Pengunjung bebas mencicipi seluruh jajanan yang dijual, tetapi tidak boleh dibawa keluar toko, kecuali yang dibeli.

Selesai 'menggeledah' toko di kebun kurma, selanjutnya jamaah dibawa ke Masjid Quba, yaitu Masjid yang pertama sekali dibangun Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam setiba di Madinah (namanya Yatsrib waktu itu). Di perjalanan menuju Masjid Quba, bus melewati Masjid Qiblatain, masjid tempat Nabi Muhammad shalat menghadap dua kiblat. Mengawali shalat, Nabi SAW menghadap Masjidil Aqsha. Pada pertengahan shalat, turun wahyu yang memerintahkan untuk menghadap Ka'bah di Masjidil Haram.

Masjid Quba, masjid pertama yang dibangun Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam saat hijrah ke Madinah

Masjid Khandaq merupakan masjid yang selanjutnya dilewati rombongan tur Kota Madinah ini sebelum sampai di Masjid Quba. Khandaq artinya parit, yaitu parit yang dibuat Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersama sahabat untuk menghadang serangan Kafir Quraisy. Mengenang sejarah penting tersebut, dibuatlah masjid dan yayasan pendidikan di sekitar Khandaq.

Setiba di Masjid Quba, jamaah segera turun dari bus dan langsung menuju masjid untuk melaksanakan shalat sunnah. Sebelum berangkat, jamaah telah diingatkan petugas agar dalam keadaan suci (berwudhu -red). Sebab, berdasarkan Sabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam: "Barang siapa telah bersuci (berwudhu) di rumahnya, kemudian mendatangi Masjid Quba, lalu shalat di dalamnya dua rakaat, baginya sama dengan pahala umrah.'' (H.R. Ibnu Majah).

Uhud dan makam syuhada menjadi saksi perjuangan Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam dan para sahabat dalam menegakkan Islam

Akhir dari tur kota ini adalah Uhud. Bukit bebatuan yang menjadi saksi terbunuhnya 70 orang syuhada, termasuk paman Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, Hamzah yang bersimbah darah, dengan dada robek dan  tanpa jantung. Sebab, ditikam Wahsyi, seorang badui berkulit hitam yang disuruh Hindun binti Utbah. Bahkan, Wajah Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam terluka, gigi gerahamnya tanggal. Dua keping lingkaran rantai topi besi yang menutupi wajah Beliau menembusi pipinya. Hamzah bersama para syuhada dikubur di sana.

Sebelum zuhur, jamaah sudah kembali ke hotel. Sebab, harus sudah berada di Masjid Nabawi untuk melanjutkan ibadah Arba'in (shalat berjamaah 40 waktu).


(Laporan Afrinaldi Yunas, TPHD Padang Pariaman) 

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(50)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top