Korban Pemukulan Pelajar di Bukittinggi Dimakamkan, Isak Tangis Keluarga Fito Pecah



Bukittinggi, CanangNews
,-Korban pemukulan dan penganiayaan Fito Khai Khalis yang tewas dalam perkelahian yang diduga karena masalah asmara pada sabtu 6 Februari 2021 lalu, telah dimakamkam minggu (7/2). Di pandam pekuburan Jangkak Mandiangin Bukittinggi pukul 15.21 WIB.

Raut wajah duka dan isak tangis keluarga mengantar keperistirahatan terakhir remaja itu, tampak  orang tua, sanak saudara serta ratusan teman sekolah serta guru Fito di MAN 1 Gulai Bancah Bukittinggi.

Sebelumnya jenazah dishalatkan di mesjid Syukra Mandiangin,dikawal dengan iringan pihak kepolisian Polres Bukittinggi.

Menurut saksi  yang juga teman dekat korban satu sekolah Habib menjelaskan ia turut menyaksikan peristiwa memilukan itu. Dimatanya Fito adalah sahabat yang baik, ramah dan humoris.

Sambil mata berkaca kaca ia mengungkapkan ,disela senggang sehari sebelum meninggal ada hal yang tidak biasanya, kalau Fito berniat ingin pindah sekolah dari tempatnya belajar.

" Kami berfoto bersama dan setelah itu Fito langsung mengupload fotonya ke sosmed/What's App dengan caption bertuliskan 'Good Bye' sebagai salam perpisahan," urai Habib dengan nada lirih.

Sementara itu teman almarhum,Rasyid yang berboncengan dan langsung melihat  kejadian itu mengatakan bahwa mulanya dari sekolah Fito bersama dua teman berencana untuk menjemput sesuatu di rumah Habib,tapi ditengah perjalanan rencana itu berubah karena F menyebutkan ada janji dan menerima panggilan dari NR(17)  (tersangka) siswa salah satu SMA swasta di Bukittinggi,untuk bertemu di Belakang balok samping Rumah dinas walikota pada pukul 12.00 WIB siang.

Lebih lanjut diceritakannya setelah sampai dilokasi NR yang memegang helm yang didampingi 2 temannya NR menghadang Fiko yang baru berdiri dari motor seketika helm langsung menghantam bagian kepalanya beriring cekcok mulut sembari terucap nama AF(16) wanita yang pernah jadi pacar satu sekolah yan mengakibatkan Fito tersungkur kemudian dengan emosi yang memuncak NR menginjak kepala Fito dan lalu pingsan.

"Kami larikan Fito kerumah sakit terdekat Yarsi Ibnu Sina Bukittinggi.akan tetapi setelah 5 jam tak sadarkan diri nyawanya tidak tertolong dan meninggal dunia Sabtu sekitar pukul 18.10 WIB,"pada malam itu juga jenazah nya dibawa ke rumah sakit di Padang untuk di autopsi," ungkap Rasyid.

" Semoga sahabat ku yang baik husnul khotimah dan dimaafkan dosa dan kesalahannya serta tenang di sisi Allah.SWT," ucapnya.(NAS)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama