Pakandangan, CanangNews – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Bengkulu Utara H Heriansyah SAg MH beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke wilayah kerja Kantor Kemenag Kabupaten Padang Pariaman, tepatnya ke Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Enam Lingkung, Jumat (13/11/2020).

Kedatangan tamu dari Provinsi Bengkulu ini diterima Kakan Kemenag Padang Pariaman Dr H Helmi Khatib MAg yang diwakili oleh Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Kasi Bimais) Adri Ahmad MA, Camat Enam Lingkung Rustam SE MM, Kepala KUA Enam Lingkung beserta jajarannya, Kepala KUA se-Kabupaten Padang Pariaman dan Walinagari Pakandangan Drs Nasyaruddin bersama Walikorong Sarang Gagak berikut tokoh masyarakat setempat.

Kakan Kemenag Bengkulu Utara Heriansyah mengungkapkan, tujuan kedatangan mereka untuk melakukan studi tiru terhadap inovasi-inovasi yang dilakukan KUA Enam Lingkung.

“Sebelumnya, kami sudah melihat dan mendengar dari beberapa media bahwa KUA Enam Lingkung menerapkan beberapa inovasi, terutama pelayanan nikah di tengah-tengah masyarakat. Begitu masyarakat selesai menikah, maka langsung diserahkan 9 dokumen nikah dan beberapa inovasi lainnya,” kata Heriansyah.

Acara diawali dengan penyambutan rombongan dengan tari pasambahan yang dibawakan para santri TPA/TPSA/TPQ Surau Dadok Kampung Tangah, Nagari Parikmalintang, dilanjutkan dengan penyampaian kata sambutan oleh Walinagari Pakandangan, Camat Enam Lingkung dan Kakan Kemenag Padang Pariaman dan Kakan Kemenag Bengkulu Utara, kemudian dilanjutkan dengan ekspose Kepala KUA Enam Lingkung Heri Yudiansyah SAg dibarengi dengan sesi tanya-jawab dan diakhiri dengan makan serta foto bersama.

Dalam ekposenya, Heri Yudiansyah memaparkan beberapa inovasi unggulan yang telah dilakukan oleh KUA Enam Lingkung. Di antaranya

Panter (Program Pelayanan Administrasi Nikah Terintegrasi) yang berlaku untuk masyarakat yang melangsungkan pernikahan. Panter bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam pengurusan administrasi. Dengan layanan ini, selain mendapatkan buku nikah, masyarakan juga akan memperoleh 9 (sembilan dokumen penting yang dibutuhkan setelah menikah nanti seperti (Kartu keluarga (KK) yang sudah terpisah dengan KK orangtua, kartu tanda penduduk (KTP( sudah berstatus menikah, akte kelahiran bagi yang belun punya dan dokumen penting lainnya.

“Persyaratan untuk mendapatkan pelayanan ini KTP asli kedua calon mempelai, KK asli dari orangtua dan calon mertua dan fotokopi ijazah terakhir kedua calon mempelai atau fotokopi akte kelahiran. Layanan panter ini diharapkan dapat mewujudkan tertib administrasi di Kecamatan Enam Lingkung, khususnya pasangan insan yang akan menempuh pernikahan dan kemudahan mendapatkan administrasi kependudukan (adminduk) yang baru dengan status sebagai pasangan suami-istri,” ujar Heri.

Inovasi berikutnya, ulas Heri, Layang Padu (Pelayanan Lapangan Terpadu), merupakan layanan jemput bola yang dilakukan oleh pihak kecamatan. mulai dari camat, KUA, puskesmas, polsek, danramil serta nagari serta dengan instansi dari kabupaten seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), BPJS Kesehatan dan Samsat Keliling. Program ini dilakukan secara bergilir di seluruh nagari di Kecamatan Enam Lingkung.

Inovasi ketiga Pusaka Sakinah (Pusat Layanan Keluarga Sakinah) yang diadakan dalam rangka mendukung rencana kerja pemerintah di bidang pembangunan dan ketahanan keluarga dalam mewujudkan keluarga sakinah bagi keluarga muslim di Indonesia.

“Inovasi keempat Program 10 Menit Membaca kepada Calon Pengantin. Tujuan program ini untuk memberi kesempatan kepada calon pengantin membaca buku-buku yang sudah disediakan di ruang pustaka KUA sambil menunggu pengurusan dokumen nikah catin (calon pengantin) selesai sehingga tidak merasa bosan sekaligus mendapatkan ilmu dari buku yang mereka baca,” papar Heri.

Selain itu, KUA Enam Lingkung juga memiliki program Gerakan Maghrib Mengaji yang bertujuan mengajak masyarakat memanfaatkan waktu sebelum waktu antara shalat maghrib dan shalat isya untuk mengaji, baik mereka shalat berjamaah di masjid maupun di rumah masing-masing.

KUA Enam Lingkung memiliki banyak inovasi dalam pelayanan. Namun, 5 program pelayanan inilah yang paling unggul di antara yang lainnya. Inovasi ini tercipta berkat dukungan dan koordinasi dengan berbagai pihak seperti Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat dan Nagari,” kata Heri Yudiansyah. (Tristia Juneiva/ZT)