Lurah AmpaluCanangNews -- Satu orang  pasien dalam pengawasan (PDP) yang berinisial UF (20 tahun) meninggal dunia  dan dimakamkan di Korong Simpang, Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Padang Pariaman, Jumat (7/4/2020). Pemakaman dilaksanakan dengan protokoler corona virus desease (covid)-19,  

Juru Bicara Tim Komunikasi Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Padang Pariaman dr Jasneli MARS menyebutkan,  sebelumnya UF mengalami batuk dan kadang sesak nafas sejak tanggal 27 Maret 2020 dan sempat berobat  ke Pustu Sikilir dan Puskesmas Ampalu. Selanjutnya pernah dirawat inap di RS Tamar Medical Center (TMC), 10 April 2020. 

“PDP atas nama UF ini sebelumnya tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah yang terjangkit wabah. Namun, aktifitas pekerjaan sehari-hari UF yang berjualan bisa dibilang rentan terkena covid-19 karena bertemu dengan banyak orang," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman ini.

Setelah dirawat di TMC selama 5 hari, lanjut Jasneli, pada tanggal 14 April 2020 UF meminta dan melakukan pulang paksa.

Besoknya, 15 April 2020, UF mengalami kejang-kejang dan dibawa oleh pihak Puskesmas Ampalu ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padang Pariaman, selanjutnya pada tanggal 16 April 2020 RSUD Padang Pariaman melakukan tes swab terhadap pasien AF. 

"Hari ini pasien UF meninggal dunia dan sudah dimakamkan dengan standar protokol penanganan jenazah covid-19," kata Jasneli.

Ia mengakui, sebelumnya pihak keluarga sempat melakukan penolakan pemakanan dengan standar protokol covid-19. Namun, setelah diberikan pengertian lebih lanjut kepada keluarga pasien serta berkat bantuan dari Polres Padang Pariaman, pemakaman dilaksanakan di Nagari Lurah Ampalu. 

Terkait hal ini, lanjut Jasneli, Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman sudah melakukan arahan terhadap 4 petugas medis di Puskesmas Ampalu dan seluruh keluarga pasien UF agar melaksanakan isolasi mandiri selama 14 hari sembari menunggu hasil swab tes AF dikelurkan oleh Laboratorium Rumah Sakit Universitas Andalas (RS Unand) dalam kurun waktu 2-3 hari ke depan.

“Dalam kasus ini, kami tetap melakukan standar penanganan covid-19 kepada pasien, petugas dan keluarga UF. Kita semua berharap semoga nanti hasilnya negatif dan dapat menghapus segala kecemasan masyarakat yang nenduga pasien UF menunjukan gejala covid-19,” ulas dia. 

Ia menambahkan, sembari menunggu hasil tes swab dari labor RS Unand, Satgas Penananganan Covid-19 sudah melakukan tracking perjalanan pasien PDP serta meminta kepada masyarakat yang berkontak langsung dengan pasien UF untuk melakukan isolasi mandiri di rumah untuk berjaga-jaga. (R/ZT)