AGAM, CanangNews--Para pemuda Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam yang tergabung dalam Kelompok Limo Badak Saiyo, mengolah batok kelapa dan bambu menjadi barang yang bernilai ekonomis.

Siapa sangka batok kelapa dan bambu ternyata bernilai rupiah yang tinggi. Bisa saja bagi banyak orang batok kelapa dan bambu tidak begitu dibutuhkan, tetapi bagi pengrajin justru sangat berguna.

Salah satunya bagi pemuda Malalak, yang semakin kreatif dalam memanfaatkan batok kelapa dan bambu. Mereka mengolahnya menjadi barang bernilai dan memiliki potensi ekonomi untuk menambah penghasilan.

Camat Malalak, Ricki Eka Putra di Lubuk Basung, Kamis (9/1) mengatakan, barang yang diproduksi menggunakan bahan baku batok kelapa dan bambu ini adalah berupa handicraft dan souvenir mulai dari gantungan kunci, kereta mainan, sepeda mainan, rumah adat, cangkir, mangkuk, hiasan dan jenis produk lainnya.

“Karya yang diproduksi ini memiliki nilai jual dan mampu mendukung potensi pariwisata di Malalak,” ujarnya.

Dijelaskan, berbagai jenis karya dan handicraft yang diproduksi kelompok usaha kecil itu harga jualnya bervariasi, mulai Rp25.000 sampai Rp50.000 tergantung tingkat kesulitan barang yang diproduksi.

“Pemasarannya masih bersifat lokal. Ke depan diharapkan melalui dana desa kerajinan ini bisa lebih berkembang dan dapat mendukung tagline “Ayo ke Agam”, tungkasnya.

Ricki menyebutkan, handicraft dan souvenir dibuat menggunakan peralatan manual serta dirakit sendiri oleh anggota kelompok Limo Badak Saiyo, yang berjumlah lima orang. Pengrajin juga diminta untuk membuatkan tagline “Ayo ke Agam” disetiap karya yang diproduksi. (BJR)