AGAM, CanangNews--Penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Agam tahun ini berkurang sebanyak 501 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Berkurangnya penerima PKH ini, karena penerima sebelumnya sudah ada yang mandiri, meninggal dunia dan pindah daerah yang tidak termasuk dalam komponen PKH.

Kadisos Agam melalui Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial, Arfi Yunanda, di Lubuk Basung, Jum’at (17/1) menyebutkan, tahun ini penerima PKH sebanyak 15.826 KPM dan tahun sebelumnya 16.327 KPM. Pengurangan ini hampir terjadi di seluruh kecamatan yang ada di daerah itu.

Ia menjelaskan, indeks bantuan PKH yang diterima seperti ibu hamil sebesar Rp2,4 juta per tahun, anak usia dini Rp2,4 juta per tahun, anak setingkat SD Rp900 ribu per tahun, SMP Rp1,5 juta per tahun, SMA Rp2 juta per tahun, disabilitas berat Rp2,4 juta per tahun dan lanjut usia Rp2,4 juta per tahun.

“Uangnya langsung dikirim ke rekening penerima tiga bulan sekali,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan PKH ini dapat mengurangi dan memutuskan mata rantai kemiskinan, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Agam.

“Hal ini berkaitan langsung dengan upaya mempercepat pencapaian target Millennium Development Goals (MDGs),” ulasnya. (BJR)