Soal SIDa Kab,Padang Lawas Utara Sumut Lakukan Studi Tiru ke Agam


Lubukbasung,canangnews-----Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Provinsi Sumatera Utara, melakukan studi tiru penyusunan dokumen Sistem Inovasi Daerah (SIDa) ke Kabupaten Agam.Kunjungan ini dilakukan oleh Bappeda Padang Lawas Utara dengan jumlah rombongan empat orang. Kedatangan mereka disambut oleh Kepala Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Agam, Welfizar didampingi Kabid Pemerintahan dan Litbang, Loly Enny, diruangan kerjanya, Rabu (30/10).
Kabid Litbang Bappeda Padang Lawas Utara, Ibrahim Syah NST selaku ketua rombongan menjelaskan maksud dan tujuannya berkunjung ke Kabupaten Agam. Kunjungannya ini dilakukan setelah mendapat saran dari Bappeda daerah lain, karena Agam satu-satunya kabupaten terinovatif di Sumatera.
“Berdasarkan itu kita memilih Kabupaten Agam sebagai tempat studi tiru tentang penyusunan dokumen SIDa. Sebab di Padang Lawas Utara, banyak yang perlu dilakukan pendalaman tentang penyusunan dokumen SIDa ini,” ujarnya.
Untuk itu, Bappeda Padang Lawas Utara mencoba melakukan kunjungan ke Agam untuk mencari pengalaman dalam menyusun dokumen SIDa, karena saat ini pihaknya sedang melakukan penyusunan dokumen tersebut.
“Dalam kunjungan ini kita ingin melihat proses awal penyusunan dokumen SIDa Agam, serta bagaimana Bappeda nya mengajak OPD teknis untuk mendukung kegiatan yang menjadi fokus SIDa,” sebutnya.
Menyikapi hal itu, Kepala Bappeda Agam, Welfizar mengatakan, penyusunan dokumen SIDa Agam dilakukan secara swakelola dan bekerjasama dengan LPPM Unand Padang. Pada 2017 pihaknya mulai menyusun roadmap SIDa dan dilanjutkan penyusunan Rencana Aksi Daerah SIDa pada 2018.

“Penetapan fokus SIDa kita tetapkan bersama OPD teknis melalui Focus Group Discussion (FGD) dan lokakarya. Menjalankan fokus SIDa harus ada anggarannya di OPD teknis,” imbuhnya.
Fokus SIDa yang ditetapkan adalah peningkatan nilai tambah, kapasitas produksi, jumlah jenis produk dan usaha olahan ikan lele dan jagung. Kemudian pengembangan, pemasaran produk dan usaha kawasan wisata Maninjau. Kedua fokus SIDa ini menjadi program prioritas daerah yaitu Gelora Palembayan dan Save Maninjau.
Menurutnya, selain fokus SIDa banyak inovasi lain yang dilakukan, karena Agam memiliki wilayah yang sangat luas dan tingginya tuntutan masyarakat. Sehingga setiap OPD dituntut untuk berinovasi salah satunya tentang pelayanan.
“Berbicara tentang pelayanan, Disdukcapil Agam telah melahirkan berbagai inovasi. Salah satunya Jemput Bola (Jebol) dengan pelayanannya langsung ke kecamatan, dokumen yang diurus selesai di tempat. Sehingga pengurusan Adminduk bisa selesai sampai kecamatan tanpa harus ke Disdukcapil,” jelas Welfizar.
Bahkan dikatakan Welfizar, melalui Jebol juga dilakukan perekaman KTP-el ke sekolah bagi pelajar yang sudah berumur 17 tahun. Kemudian diproses, setelah selesai KTP diantarkan ke sekolah yang bersangkutan. (rel/bj)

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh Leontura. Diberdayakan oleh Blogger.