Martias Wanto:



Agam,Canangnews----- Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Agam, Martias Wanto Dt Maruhun menyambut baik pelaksanaan Silek Art Festival (SAF) 2019 daerah itu.
SAF yang bermoto Sapakaik Mangko Balega ini merupakan kegiatan Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan itu bertujuan untuk melestarikan nilai silek Minangkabau sebagai budaya warisan lokal dilaksanakan di Balai Raba’a Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kamis sampai Sabtu (29-31/8).
Menurutnya, pelaksanaan SAF di Agam ibaratkan siriah lah pulang ka gagangnyo, pinang lah suruik ka tampuaknyo. Sehingga masyarakat Agam menyambut dengan penuh semangat digelarnya event seni budaya tersebut.
Dikatakannya, Agam di bidang silek mendapat perhatian penuh dari Bupati Agam dan Wakil Bupati Agam, dengan kondisi terakhir silek menjadi ekstrakurikuler wajib sekolah di semua tingkatan. Jika selama ini sekolah kurang perhatian dengan silek, sekarang semuanya sudah berpacu menjadi yang terbaik.
Bahkan event Galanggang Siliah Baganti (GSB) di Agam tahun lalu, tidak lagi dilaksanakan secara umum, tapi sudah digelar untuk tingkatan pelajar.
“Untuk itu, apabila mau mencari pesilat terbanyak di Sumatera Barat, Agam lah tempatnya. Karena mulai dari usia dini sampai dewasa ada di Agam,” imbuhnya.
Ketua IPSI yang juga sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Agam ini memberikan kebebasan perguruan mengembangkan jenis silek sesuai aliran silek masing-masing, supaya budaya warisan lokal ini tetap digemari dan lestari di tengah masyarakat.
Selam ini prestasi silek di Kabupaten Agam sangat diperhitungkan. Sehingga sudah hampir 10 tahun gelar juara umum GSB Sumbar masih berpihak kepada Agam. Banyak lagi prestasi lainnya yang diraih diantaranya, Porprov 2018 juara umum II dan saat ini pesilat Agam memperkuat kontingen Sumbar pada O2SN tingkat nasional 2019.
“Semoga dengan SAF tahun ini, kita mengharapkan silek di Agam menjadi lebih baik dan lebih digemari,” pungkasnya. (rel/bjr)

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh Leontura. Diberdayakan oleh Blogger.