CANANGNEWS- Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) berupa lima unit handtraktor kepada kelompok tani di Kecamatan Palembayan yang berada di kawasan terdampak bencana hidrometeorologi. Bantuan tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam mendukung percepatan pemulihan sektor pertanian setelah bencana melanda sejumlah wilayah.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Heri Prasetyo Wibowo, mengatakan penyaluran Alsintan dilakukan sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap petani sekaligus upaya mempercepat kembali aktivitas pertanian di wilayah terdampak.
Menurutnya, ketersediaan alat pertanian menjadi kebutuhan penting bagi petani dalam menggarap lahan, terutama pada masa pemulihan pascabencana. Dengan dukungan handtraktor, pekerjaan pengolahan tanah diharapkan dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien.
"Penyaluran Alsintan menyasar lima kelompok tani, dengan masing-masing menerima satu unit. Kelima kelompok ini yaitu Primadona Harapan, Amanah, Darmajaya, Muaro Kandang Sakati dan Saiyo," ujar Heri di ruang kerjanya, Jumat (2/10).
Heri menyebutkan, bantuan tersebut telah disalurkan pada 4 September. Setiap kelompok tani penerima mendapatkan satu unit handtraktor atau traktor roda dua yang nantinya digunakan untuk menunjang kegiatan pengolahan lahan pertanian.
Ia berharap bantuan itu mampu mendorong petani untuk segera kembali menjalankan aktivitas pertanian. Selain membantu meringankan pekerjaan, penggunaan alat mesin pertanian juga dinilai dapat memangkas waktu yang dibutuhkan dalam proses pengolahan lahan.
"Dengan bantuan ini, kami berharap agar aktivitas pertanian dapat kembali berjalan dan proses pengolahan lahan dapat dilakukan dengan lebih cepat," katanya.
Heri menjelaskan, lima unit handtraktor tersebut merupakan bantuan dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Bantuan diperuntukkan bagi masyarakat, khususnya kelompok tani yang berada di wilayah terdampak bencana, dan disalurkan melalui kelompok penerima.
Dari sisi nilai bantuan, satu unit handtraktor diperkirakan memiliki harga sekitar Rp30 juta. Dengan jumlah sebanyak lima unit, total nilai bantuan Alsintan yang disalurkan kepada kelompok tani di Palembayan tersebut diperkirakan mencapai Rp150 juta.
"Untuk satu unit handtraktor atau traktor roda dua ini diperkirakan seharga Rp30 juta. Jadi, secara keseluruhan kelima unit Alsintan yang disalurkan diperkirakan senilai Rp150 juta," terang Heri.
Di sisi lain, Dinas Pertanian Agam mengingatkan kelompok penerima agar bantuan tersebut dikelola secara bertanggung jawab. Penggunaan alat diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi kelompok penerima, tetapi juga dapat mendukung kebutuhan masyarakat petani secara lebih luas.
Heri meminta masing-masing kelompok memastikan kondisi handtraktor tetap terjaga melalui perawatan dan pengelolaan yang baik. Pengaturan pemanfaatan secara bersama-sama juga dinilai penting agar alat tersebut dapat digunakan secara berkelanjutan dan tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek.
"Kami meminta agar kelompok penerima dapat memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya, secara maksimal, serta menjaga bersama-sama dan mengatur pemanfaatannya," pintanya.
Menurut Heri, bagi masyarakat yang menggantungkan perekonomian pada sektor pertanian dan turut terdampak bencana, dukungan terhadap sarana produksi merupakan bagian penting dari proses pemulihan. Ketersediaan peralatan pertanian dapat membantu petani kembali menggarap lahan dan secara bertahap menghidupkan kembali aktivitas ekonomi mereka.
Karena itu, ia berharap bantuan Alsintan tersebut benar-benar dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Pengelolaan yang optimal dinilai dapat mempercepat proses pemulihan kegiatan pertanian sekaligus menjaga keberlangsungan usaha tani masyarakat di kawasan terdampak bencana.
"Pemanfaatan bantuan secara optimal diharapkan dapat mempercepat pemulihan sekaligus menjaga keberlangsungan usaha pertanian masyarakat," tutupnya.




