![]() |
| Duta besar Palestina untuk Indonesia, Mr. Abdal Fatah Ahned Khalil dihadapan jamaah Masjid Jami' Aur Kuning Bukittinggi (**) |
BUKITTINGGI, Canangnews — Kunjungan Duta Besar Palestina untuk Indonesia, H.E. Mr. Abdalfatah Ahmed Khalil Alsattari, ke Masjid Jami’ Aur Kuning, Kota Bukittinggi, Sabtu (3/10/2026) pagi, berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan haru.
Kehadiran sang diplomat disambut oleh jamaah, tokoh masyarakat, serta jajaran pemerintah daerah. Sejumlah pejabat yang hadir di antaranya Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis, ST Sutan Saidi, Ketua DPRD Kota Bukittinggi DR. H. Syaiful Efendi, Lc., MA, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi DR. H. Irwan, MA, Danramil 13/Bukittinggi, serta tokoh masyarakat lainnya.
Suasana semakin terasa istimewa ketika Dubes Palestina menyampaikan kesannya selama berada di lingkungan Masjid Jami’ Aur Kuning. Nuansa kehidupan keagamaan, keramahan jamaah, dan sambutan masyarakat disebut mengingatkannya pada suasana kampung halaman di Palestina.
Masjid yang dipenuhi aktivitas jamaah itu seolah menghadirkan kembali kenangan tentang Gaza. Jarak ribuan kilometer antara Bukittinggi dan tanah kelahirannya terasa lebih dekat melalui suasana kebersamaan yang ia rasakan pagi itu.
“Masjid Jami’ Aur Kuning Bukittinggi mengingatkan sang Dubes pada Gaza,” demikian kesan yang disampaikan dalam kunjungan tersebut.
Bagi Dubes Palestina, suasana tersebut memiliki arti tersendiri. Kehangatan masyarakat dan kehidupan religius yang terlihat di Aur Kuning menjadi pengingat akan kehidupan masyarakat Palestina yang memiliki ikatan kuat dengan masjid dan komunitas di sekitarnya.
Namun, suasana penuh keakraban itu juga membawa ingatan pada kondisi masyarakat Palestina, khususnya Gaza, yang selama bertahun-tahun menghadapi dampak konflik.
Silaturahmi yang Sarat Pesan Kemanusiaan
Kunjungan Dubes Palestina ke Masjid Jami’ Aur Kuning tidak hanya menjadi agenda silaturahmi. Pertemuan tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat Bukittinggi untuk menyampaikan perhatian dan rasa persaudaraan kepada rakyat Palestina.
Jamaah menyambut kedatangan diplomat tersebut dengan antusias. Kehadiran mereka menjadi bagian dari suasana persaudaraan yang terbangun antara masyarakat Indonesia dan Palestina.
Bagi masyarakat Aur Kuning, pertemuan itu menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa persoalan kemanusiaan yang dialami rakyat Palestina tetap menjadi perhatian.
Di tengah percakapan dan sambutan hangat jamaah, tersirat kerinduan seorang putra Palestina terhadap tanah kelahirannya. Suasana masjid di Bukittinggi seakan membuka kembali ingatan tentang kehidupan di Gaza.
Aur Kuning dan Gaza Dipertemukan dalam Persaudaraan
Masjid Jami’ Aur Kuning pagi itu menjadi ruang pertemuan dua masyarakat yang dipisahkan oleh jarak geografis, tetapi dipertautkan oleh nilai keagamaan dan kemanusiaan.
Dubes Palestina hadir sebagai perwakilan negaranya di Indonesia, sekaligus membawa cerita mengenai kehidupan rakyat Palestina kepada masyarakat Bukittinggi.
Kunjungan tersebut pun meninggalkan kesan mendalam. Dari sebuah masjid di Aur Kuning, terbangun suasana persaudaraan yang menghubungkan Bukittinggi dengan Palestina.
Bagi jamaah yang hadir, pertemuan itu menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyampaikan pesan bahwa masyarakat Palestina tidak sendiri dalam menghadapi berbagai persoalan kemanusiaan yang mereka alami.
(KH)

