Revitalisasi SD Negeri 32 Muaro Putuih Capai 92,64 Persen

0


CANANGNEWS- Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terus mendorong peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di berbagai wilayah. Salah satu program tersebut diwujudkan melalui revitalisasi SD Negeri 32 Muaro Putuih, Kecamatan Tanjung Mutiara, yang saat ini telah memasuki tahap akhir pengerjaan.


Kepala SD Negeri 32 Muaro Putuih, Afriana Juita, menyebutkan progres revitalisasi sekolah telah mencapai 92,64 persen. Sejumlah pekerjaan kini hanya menyisakan tahap penyelesaian atau finishing sebelum seluruh rangkaian revitalisasi dinyatakan rampung.


 "Alhamdulillah, progres revitalisasi sudah mencapai 92,64 persen. Tinggal finishing beberapa bagian dan mudah-mudahan segera selesai," kata Afriana.


Menurutnya, pembenahan fasilitas sekolah membawa perubahan positif terhadap lingkungan belajar. Kondisi ruang belajar yang semakin baik diharapkan dapat memberikan rasa nyaman bagi peserta didik sekaligus membantu guru melaksanakan kegiatan pembelajaran secara lebih efektif.


"Kami berharap sarana yang semakin baik ikut mendorong semangat belajar anak dan peningkatan mutu pendidikan di sekolah," ujarnya.


Afriana turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Agam atas dukungan terhadap pelaksanaan program revitalisasi tersebut. Menurut dia, pembenahan fasilitas menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih layak dan mendukung pelayanan pendidikan.


"Dukungan ini sangat berarti bagi kami untuk meningkatkan kualitas lingkungan belajar dan pelayanan pendidikan," katanya.


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam, Andri, mengatakan revitalisasi sekolah merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menghadirkan fasilitas pendidikan yang mampu menunjang kegiatan belajar mengajar.


Ia menilai kondisi sarana pendidikan memiliki keterkaitan dengan proses pembelajaran. Lingkungan sekolah yang nyaman dapat membantu siswa maupun guru menjalankan aktivitas pendidikan secara lebih optimal.


"Sarana pendidikan memiliki hubungan erat dengan mutu pendidikan karena lingkungan belajar yang nyaman akan membantu siswa dan guru menjalankan proses pembelajaran secara optimal," ujarnya.


Andri menegaskan, peningkatan fasilitas pendidikan perlu berjalan beriringan dengan penguatan kualitas pembelajaran. Perbaikan sarana tidak hanya ditujukan untuk memperindah lingkungan sekolah, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat nyata bagi perkembangan peserta didik.


"Kami terus mendorong perbaikan fasilitas pendidikan secara bertahap, sehingga sekolah memiliki lingkungan yang mendukung tumbuh kembang dan prestasi peserta didik," katanya.


Ia juga mengingatkan pihak sekolah, komite, serta masyarakat agar ikut menjaga fasilitas yang telah dibangun dan diperbaiki. Pemeliharaan secara bersama dinilai penting agar sarana tersebut dapat digunakan secara berkelanjutan.


"Fasilitas ini merupakan aset pendidikan yang harus dimanfaatkan dan dirawat bersama agar manfaatnya dapat dirasakan siswa dalam jangka panjang," tuturnya.

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(50)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top