![]() |
| Gubernur Sumbar, Mahyeldi dan jajaran foto bersama para guru, siswa (*N) |
Bukittinggi, Canangnews– SMA Negeri 1 Bukittinggi resmi meluncurkan Program Boarding Asrama Putri sebagai upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, mendukung pengembangan kreativitas, pembinaan karakter, serta pendampingan akademik bagi peserta didik.
Peresmian program tersebut digelar di halaman Asrama Putri SMAN 1 Bukittinggi, Sabtu (18/7), dan dihadiri Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Sumbar, Ketua Umum IASMA 1 Bukittinggi, Ketua IASMA 1 Bukittinggi Sumbar, ketua komite, para kepala SMA negeri di Bukittinggi, direktur RSAM Bukittinggi serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Gubernur Mahyeldi mengatakan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan melanjutkan pengembangan sekolah berasrama di berbagai daerah. Menurutnya, sekolah perlu menyusun perencanaan yang jelas agar dapat disinergikan dengan dukungan pemerintah maupun alumni.
![]() |
| Gubernur Mahyeldi didampingi, Kepsek SMAN 1, M. Hernandar, dan kadinas pendidikan Provinsi, Habibul Fuadi (**) |
"SMA Negeri 1 Bukittinggi memiliki ikatan alumni yang sangat kuat. Ini menjadi potensi besar yang bisa disinergikan untuk mendukung pengembangan sekolah," kata Mahyeldi.
Alumni SMAN 1 Bukittinggi angkatan 1986 itu menjelaskan, gedung yang kini difungsikan sebagai asrama putri sebenarnya telah dibangun pada 2014 melalui bantuan Aristo Munandar saat menjabat anggota DPRD Sumatera Barat. Bangunan tersebut kemudian sempat dimanfaatkan melalui program hibah untuk siswa dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Namun, setelah bantuan berakhir pada 2019, gedung tersebut tidak lagi digunakan. Kini, fasilitas itu kembali difungsikan sebagai asrama putri.
Mahyeldi berharap ke depan kapasitas asrama dapat ditingkatkan dengan pembangunan gedung hingga empat lantai. Menurutnya, sistem asrama dapat membentuk kedisiplinan siswa, baik dalam belajar maupun menjalankan ibadah.
Ia juga menilai keberadaan asrama memberi ruang bagi guru untuk memberikan pendampingan tambahan, khususnya bagi siswa kelas X dan XI.
"Peran alumni sangat diharapkan untuk mendukung kemajuan sekolah. Komunikasi antara sekolah, alumni, masyarakat sekitar, dan orang tua juga perlu terus diperkuat," ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Bukittinggi M. Hernandar mengatakan pembangunan asrama bukan sekadar menghadirkan fasilitas baru, tetapi menjadi bentuk komitmen sekolah dalam mempersiapkan generasi muda Sumatera Barat.
"Program Asrama Putri SMAN 1 Bukittinggi bukan hanya penambahan fasilitas fisik, tetapi ikhtiar melahirkan generasi yang unggul secara akademik, berkarakter, dan memiliki nilai-nilai keagamaan," kata Hernandar.
Ia menjelaskan, asrama putri dua lantai seluas sekitar 600 meter persegi itu memiliki 13 kamar dengan kapasitas 30 orang. Saat ini, sebanyak 16 siswi telah menempati asrama tersebut.
Ke depan, sekolah memprioritaskan penghuni asrama berasal dari siswa baru kelas X dengan persetujuan orang tua.
Selain mengikuti pembelajaran reguler di kelas, para penghuni asrama juga mendapatkan pendampingan belajar dari guru, pembinaan karakter, pembiasaan ibadah sunnah, serta pengawasan langsung dari pihak sekolah.
Untuk kebutuhan operasional, biaya makan siswa asrama ditetapkan sebesar Rp30 ribu per hari. Biaya tersebut di luar uang komite sekolah, sementara makan siang dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak diperhitungkan dalam biaya harian.
Hernandar berharap pemerintah dapat mendukung pembangunan asrama baru di lahan kosong yang masih tersedia di lingkungan sekolah. Rencananya, asrama empat lantai itu akan diperuntukkan bagi siswa putra dan putri dengan kapasitas sekitar 70 siswa baru setiap angkatan.
(KH)


