Bukittinggi, Canangnews- Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat eliminasi AIDS, tuberkulosis (TBC), dan malaria. Langkah itu dibahas dalam Forum Kemitraan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) Tingkat Kota Bukittinggi yang digelar di Balai Kota, Senin (13/7/2026).
Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Rismal Hadi, mengatakan pembangunan kesehatan menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, pengendalian AIDS, TBC, dan malaria tidak dapat dilakukan hanya oleh sektor kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.
"Kolaborasi lintas sektor harus terus diperkuat. Seluruh perangkat daerah memiliki peran sesuai tugas dan fungsinya untuk mendukung keberhasilan program ini," kata Rismal.
Ia menjelaskan, Pemko Bukittinggi telah memasukkan program pencegahan dan pengendalian AIDS, TBC, dan malaria dalam RPJMD 2025-2029. Namun, sejumlah tantangan masih dihadapi, seperti stigma terhadap pasien, kepatuhan menjalani pengobatan, kesenjangan akses layanan kesehatan, hingga potensi munculnya kasus impor.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah terus memperkuat sistem kesehatan melalui peningkatan surveilans, pelaporan kasus, penyediaan air bersih, perbaikan sanitasi lingkungan, serta mendorong penerapan pola hidup bersih dan sehat di masyarakat.
Koordinator Program RSSH ADINKES Sumatera Barat, Safwan, menilai Bukittinggi sebagai kota tujuan wisata perlu menjaga status kesehatan masyarakat dengan menekan penyebaran ketiga penyakit tersebut. Ia berharap dukungan pemerintah daerah semakin kuat agar target eliminasi AIDS, TBC, dan malaria pada 2030 dapat tercapai secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Bukittinggi, Yesi Ramlan Nurmatias, menegaskan pihaknya siap mendukung upaya pemerintah melalui edukasi kepada masyarakat, termasuk lewat program Sekolah Keluarga. Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam mencegah penyebaran HIV, TBC, dan malaria melalui peningkatan kesadaran dan perilaku hidup sehat.
(KH)

