Tahap Pertama Sukses, Pemkab Agam Lanjut Rehab 250 Lahan Terdampak Bencana

0




CANANGNEWS- Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, kembali melanjutkan program rehabilitasi lahan pertanian yang rusak akibat bencana banjir bandang. Pada tahap lanjutan ini, pemerintah menargetkan pemulihan lahan sawah seluas 250 hektare yang tersebar di sejumlah wilayah terdampak.


Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Heri Prasetyo Wibowo, mengatakan program tersebut merupakan kelanjutan dari rehabilitasi tahap pertama yang telah rampung pada akhir Mei 2026. Pada pelaksanaan berikutnya, kegiatan akan dipusatkan di Kecamatan Matur dan Malalak.


"Rehabilitasi tahap lanjutan dijadwalkan mulai awal Juli dan ditargetkan selesai pada akhir September 2026," ujar Heri, didampingi Kepala Bidang Sarana, Prasarana, dan Penyuluhan Dinas Pertanian Agam, Yasriandi, Selasa (23/6).


Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, Dinas Pertanian Agam mengalokasikan anggaran sebesar Rp3,75 miliar yang bersumber dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Dana itu ditujukan untuk mempercepat pemulihan sektor pertanian pascabencana di Kabupaten Agam.


Heri menjelaskan, bantuan akan disalurkan kepada kelompok tani sesuai dengan luas lahan yang direhabilitasi. Setiap hektare lahan sawah memperoleh alokasi dana sebesar Rp13,5 juta.


Menurutnya, rehabilitasi dilaksanakan melalui mekanisme swakelola dengan melibatkan kelompok tani setempat. Skema ini diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan lahan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang terdampak bencana.


"Keterlibatan kelompok tani tidak hanya mempercepat rehabilitasi, tetapi juga memberikan peluang pendapatan bagi masyarakat, khususnya petani yang terdampak," katanya.


Saat ini, Dinas Pertanian masih melakukan verifikasi dan pendataan calon penerima manfaat di wilayah Matur dan Malalak. Hingga kini, luas lahan yang telah terdata mencapai sekitar 130 hektare.


Apabila target rehabilitasi seluas 250 hektare belum terpenuhi dari dua wilayah tersebut, pemerintah akan mengalihkan sisa alokasi program ke Kecamatan Palembayan dan Tanjung Raya.



"Pendataan masih terus berjalan. Jika luas lahan di Matur dan Malalak belum mencukupi target, sisa program akan dialokasikan ke Palembayan dan Tanjung Raya," ujar Heri.


Program rehabilitasi ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Agam dalam mempercepat pemulihan sektor pertanian sekaligus menjaga stabilitas ekonomi masyarakat pascabencana.


"Pemulihan lahan sawah diharapkan dapat mengembalikan aktivitas pertanian sehingga produktivitas dan ketahanan pangan daerah tetap terjaga," ulasnya.

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(50)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top