Peninjauan ini dilakukan guna memastikan perangkat teknologi canggih tersebut siap dioperasikan sebelum peresmian yang mana direncanakan diresmikan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-24 Kota Pariaman pada 2 Juli 2026 mendatang.
HF Radar merupakan radar frekuensi tinggi yang memiliki fungsi penting, terutama untuk pemantauan kondisi laut jarak jauh. Alat ini mampu mengukur arus laut, memantau tinggi dan arah gelombang, mendeteksi potensi tsunami secara dini, serta memonitor perubahan kondisi laut ekstrem.
Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terealisasinya pembangunan radar ini di wilayahnya. Menurutnya, keberadaan HF Radar merupakan langkah krusial dalam memperkuat sistem keamanan dan keselamatan masyarakat pesisir.
Ia menjelaskan, HF Radar merupakan bagian dari sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) yang dirancang untuk memberikan informasi awal terkait potensi bencana alam. Keberadaan alat ini dinilai sangat penting mengingat Kota Pariaman berada di wilayah rawan gempa megathrust, khususnya di zona Siberut.
“Syukur alhamdulillah, HF Radar yang kita rencanakan sudah berdiri dan segera difungsikan. Bantuan senilai Rp28 miliar dari Prancis ini hanya ada dua di Sumatera Barat, yakni di Kota Padang dan Kota Pariaman,” ujar Yota Balad.
“Di Sumbar, alat ini dipasang di dua titik, yakni di Kota Padang tepatnya di Masjid Al-Hakim dan di Kota Pariaman di Pantai Taman Anas Malik,” ungkapnya.
Selain untuk mitigasi bencana, HF Radar juga memiliki manfaat ekonomi, terutama bagi nelayan dalam memantau keberadaan ikan sehingga dapat meningkatkan hasil tangkapan
