![]() |
| Pembukaan seminar ditandai oleh pemukulan gong oleh Wako Ramlan Nurmatias didampingi Asisten 1 Pemvrov Sumbar, Ahmad Zakri (*N) |
Bukittinggi, Canangnews – SMA Negeri 2 Bukittinggi yang dikenal sebagai Heritage Kweekschool memperingati 170 tahun sejak berdiri pada 1 April 1856. Perayaan ini diisi dengan Seminar Kebangsaan yang digelar pada Sabtu (25/4), hasil kolaborasi antara pihak sekolah dan alumni IASMA Birugo.
Seminar mengangkat tema “Jejak Intelektual, Pemikiran, dan Keteladanan Tokoh Besar Alumni Sikola Radjo” dengan menghadirkan narasumber Hasril Caniago, Martin Suhendri (moderator), Isa Gautama.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, dalam sambutannya menegaskan bahwa SMAN 2 merupakan salah satu sekolah tua peninggalan Hindia Belanda yang memiliki kontribusi besar terhadap sejarah bangsa. Ia menyebut sejumlah tokoh nasional yang merupakan alumni Kweekschool, seperti Syech Ahmad Khatib Al- Minangkabawi, Tan Malaka, AH Nasution, hingga Engku Nawawi, Sutan Syahrir.
![]() |
| Wako Ramlan foto bersama panitia, dan alumni |
“Sekolah ini sudah termasuk cagar budaya nasional bersama Jam Gadang,” ujar Ramlan.
Ia juga menyinggung peran penting sekolah tersebut dalam perkembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Menurutnya, penggunaan bahasa Melayu yang menjadi cikal bakal bahasa Indonesia telah digunakan sebelum Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) 1972, bahkan sejak Sumpah Pemuda 1928.
“Bagaimana kita membangun sebuah peradaban kalau tanpa mengenal sejarah. SMA 2 ini telah menyumbangkan banyak pemikiran,” katanya.
Ramlan berharap nilai-nilai yang diwariskan para tokoh alumni, seperti integritas, pemikiran kritis, dan keteladanan, dapat menjadi inspirasi bagi para siswa saat ini, termasuk melalui metode belajar kolaboratif.
Sementara itu, Kepala SMAN 2 Bukittinggi, Ahda, yang didampingi panitia pelaksana, Arief Rangkayo Mulia, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi siswa untuk memahami warisan intelektual para tokoh bangsa.
“Kita diajak menelusuri jejak intelektual para tokoh, memahami pemikiran mereka, serta meneladani nilai-nilai luhur yang mereka wariskan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini SMAN 2 Bukittinggi memiliki 84 tenaga pendidik dan kependidikan, terdiri dari 63 guru dan 21 tenaga kependidikan, dengan total 31 rombongan belajar. Setiap tahun, sekolah ini terus melahirkan generasi berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Ahda berharap kegiatan ini dapat mempererat hubungan antara sekolah dan alumni, sekaligus membangun sinergi berkelanjutan dalam mencetak generasi unggul dan berakhlak mulia.
Arief Rangkayo Mulia, menambahkan, acara seminar ini berkaitan dengan acara reuni lintas angkatan IASMA Birugo, yang akan diadakan pada 29-30 Mei 2026 di Bukittinggi.
(KH)


