![]() |
| Wakil Walikota, Ibnu Asis, Ketua DPRD, dan Wakil Ketua DPRD Bukittinggi |
Pariwara
Bukittinggi, Canangnews--DPRD Kota Bukittinggi menggelar rapat paripurna untuk membahas penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025, Senin (30/3), di Gedung DPRD Bukittinggi.
Rapat tersebut dihadiri unsur pimpinan dan anggota DPRD, Wali Kota Ramlan Nurmatias yang diwakili Wakil Wali Kota Bukittinggi, jajaran SKPD, Forkopimda, serta tokoh masyarakat seperti ninik mamak dan bundo kanduang.
![]() |
| Wakil Walikota Bukittinggi serahkan LKPJ keoada Ketua DPRD didampingi Wakil Ketua DPRD |
Ketua DPRD Bukittinggi, Syaiful Efendi, menegaskan bahwa LKPJ kepala daerah merupakan amanat undang-undang sekaligus bentuk transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan daerah kepada DPRD.
“LKPJ adalah wujud transparansi dan akuntabilitas kepala daerah dalam menjalankan pemerintahan,” ujarnya.
Pada kesempatan itu Ketua DPRD tak urung mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah Mohon Maaf Lahir& Bathin.
![]() |
| Suasana rapat paripurna dihadiri lebih sepertiga anggota dewan |
Ia menjelaskan, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019, LKPJ memuat hasil penyelenggaraan urusan pemerintahan selama satu tahun anggaran.
Sementara itu, LKPJ Wali Kota Bukittinggi Tahun 2025 yang dibacakan Wakil Wali Kota Ibnu Asis menyebutkan, laporan tersebut disusun berdasarkan RKPD 2025 dan menjadi tahun pertama pelaksanaan visi-misi Bukittinggi 2025–2029, yakni “Bukittinggi Gemilang, Berkeadilan, dan Berbudaya”.
Dalam pemaparannya, Ibnu menekankan pentingnya data kependudukan sebagai dasar perencanaan pembangunan di berbagai sektor, mulai dari pendidikan hingga pariwisata.
![]() |
| Paparan disampaikan oleh Wakil Walikota Ibnu Asis |
“Informasi kependudukan sangat strategis untuk menyusun kebijakan pembangunan daerah,” katanya.
Dari sisi keuangan, realisasi pendapatan daerah Bukittinggi pada 2025 mencapai Rp755,88 miliar atau melampaui target Rp754,15 miliar. Pendapatan asli daerah terealisasi Rp161,33 miliar, sementara pendapatan transfer mencapai Rp590,54 miliar atau 100,35 persen dari target.
Untuk belanja daerah, realisasi mencapai Rp694,82 miliar atau 88,26 persen dari target Rp787,24 miliar.
Rinciannya meliputi belanja operasi sebesar Rp650,13 miliar, belanja modal Rp41,91 miliar, belanja tak terduga Rp8,12 juta, dan belanja transfer Rp2,76 miliar.
![]() |
| Ketua DPRD Bukittinggi, Syaiful Efendi brrikan kata sambutan |
Sementara itu, pembiayaan daerah yang bersumber dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya terealisasi 100 persen sebesar Rp35,36 miliar.
Dalam perubahan APBD 2025, pendapatan asli daerah mengalami kenaikan 7,69 persen, sedangkan pendapatan transfer naik 8,03 persen. Belanja daerah juga meningkat sekitar Rp49,24 miliar dibandingkan sebelum perubahan.
Rapat paripurna ini menjadi bagian dari mekanisme evaluasi kinerja pemerintah daerah oleh DPRD sebelum nantinya diberikan rekomendasi terhadap LKPJ tersebut.
PEWARTA : Khairunas
FOTO. : Tim DPRD





