![]() |
| Farewell Paety perpisahan kelas XII angkatan 47 MAN 1 Bukittinggi (*N) |
BUKITTINGGI, Canangnews – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bukittinggi menggelar acara perpisahan siswa Kelas XII Tahun Ajaran 2025/2026 bertajuk Farewell Party “Panakaik Pisau Sirauik”, Sabtu (7/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Student Center Syech Jamil Djambek UIN Bukittinggi tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh pendidikan, di antaranya Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat, Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, para kepala madrasah se-Kota Bukittinggi, serta Rektor UIN Syech Jamil Djambek Bukittinggi.
Kepala MAN 1 Bukittinggi, Zulfadhli Alfa, mengatakan pihaknya merasa bangga atas terselenggaranya kegiatan perpisahan tersebut. Ia mengapresiasi antusiasme 375 siswa Kelas XII yang turut berperan aktif dalam menyukseskan acara.
“Ujian akhir semester baru akan dilaksanakan pada Maret 2026. Kami juga menyampaikan apresiasi kepada para alumni yang telah memberikan dukungan terhadap kegiatan perpisahan ini,” kata Zulfadhli dalam sambutannya
.
Ia berharap para siswa Kelas XII dapat lebih fokus mempersiapkan diri menghadapi ujian akhir serta merencanakan masa depan dengan sebaik-baiknya agar mampu menggapai cita-cita yang diinginkan.
![]() |
| Penampilan musik minang memukau dari alumni MSN 1 " Agung Perdana" (**) |
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, Eri Iswandi, menekankan pentingnya sinergi Tri Pusat Pendidikan dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
“Tri Pusat Pendidikan terdiri atas keluarga, pemerintah atau lembaga pendidikan, dan masyarakat. Kewajiban mendidik anak berada pada orang tua, namun karena keterbatasan tertentu, anak diserahkan ke lembaga pendidikan. Ketiga elemen ini harus bersinergi,” ujarnya.
Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Syaiful Efendi, turut memberikan apresiasi terhadap penampilan siswa dan alumni MAN 1 Bukittinggi yang dinilai kreatif dan atraktif.
Ia menyebutkan bahwa para siswa menampilkan beragam bakat dan keterampilan, seperti bermusik dan memainkan instrumen tradisional Minangkabau.
“Talenta yang dimiliki siswa sangat beragam. Ini menunjukkan MAN 1 Bukittinggi berhasil mengembangkan potensi peserta didik, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga nonakademik,” kata Syaiful.
Menurutnya, lulusan MAN 1 Bukittinggi tidak hanya memiliki peluang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi keagamaan, tetapi juga mampu bersaing untuk masuk ke perguruan tinggi favorit di dalam maupun luar negeri.
(KH)

