CANANGNEWS- Bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Agam sejak 19 November 2025 menimbulkan dampak kemanusiaan yang sangat serius. Berdasarkan data Posko Tanggap Darurat hingga Minggu (30/11/2025) pukul 23.00 WIB, tercatat sebanyak 120 orang meninggal dunia, 74 warga masih dinyatakan hilang, serta lebih dari 6.300 jiwa terpaksa mengungsi akibat bencana tersebut.
Beragam jenis bencana, mulai dari banjir, banjir bandang atau galodo, tanah longsor, hingga angin kencang, menerjang hampir seluruh wilayah Kabupaten Agam. Dampaknya tidak hanya merusak permukiman warga, tetapi juga melumpuhkan fasilitas umum, bangunan sekolah, serta infrastruktur pertanian yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Jumlah korban jiwa paling banyak tercatat di Kecamatan Palembayan dengan 97 orang meninggal dunia. Disusul Kecamatan Malalak sebanyak 12 korban, Kecamatan Tanjung Raya delapan orang, serta masing-masing satu korban di Kecamatan Matur, Palupuh, dan Ampek Nagari.
Sementara itu, hingga laporan terakhir diterima, sebanyak 74 warga masih belum ditemukan. Rinciannya, 63 orang berasal dari Kecamatan Palembayan, enam orang dari Malalak, empat orang dari Tanjung Raya, dan satu orang dari Kecamatan Lubuk Basung. Tim gabungan terus melakukan pencarian meski dihadapkan pada medan berat dan kondisi cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat.
Selain korban jiwa dan orang hilang, bencana ini juga memaksa lebih dari 6.300 warga mengungsi. Para pengungsi tersebar di sedikitnya 11 kecamatan, di antaranya Palembayan, Tanjung Mutiara, Tanjung Raya, Baso, Malalak, Banuhampu, Matur, IV Koto, dan Lubuk Basung. Sebagian besar warga terdampak masih bertahan di posko-posko darurat, sementara lainnya mengungsi ke rumah kerabat demi keamanan.
Di sektor kesehatan, tercatat sebanyak 45 warga mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan medis. Sebanyak 44 orang dirawat di RSUD setempat, sementara satu korban lainnya dirujuk ke fasilitas kesehatan lain untuk penanganan lebih lanjut.
Pemerintah daerah bersama unsur terkait terus mengintensifkan upaya tanggap darurat, baik dalam proses evakuasi, pencarian korban hilang, penyaluran bantuan, maupun pelayanan bagi para pengungsi, sembari menyiapkan langkah lanjutan menuju pemulihan pascabencana.

