Tiga tahun Kepemimpinan Bupati Suhatri Bur & Wabup Rahmang (2)

0
.        Catatan Zakirman Tanjung

Suhatri Bur > Langsung Tancap Gas
Setelah pelantikan hari Jumat 26 Februari 2021, Bupati Suhatri Bur (SB) tidak memanfaatkan Sabtu dan Minggu sebagai hari libur, tetapi segera mengoordinasikan tugas-tugas dan pendelegasian wewenang dengan dan kepada Wabup Rahmang, Sekdakab Jonpriadi dan semua pejabat di lingkungan Pemkab Padang Pariaman, sekaligus menyiapkan beberapa proposal yang akan dibawanya ke Jakarta.

Benar saja! Hari Senin 1 Maret 2021, Bupati SB sudah terbang dan berada di Jakarta. Sasarannya mengunjungi beberapa kementerian dan lembaga negara seperti Kemendagri, PU, PAN RB dan BNPB  Dengan proposal dan data daerah yang sudah berada di kepalanya, SB melobi dan meyakinkan pejabat yang temui tentang betapa penting program yang dia ajukan. 

Tidak menunggu lama, satu persatu proposal yang diajukan Bupati SB disetujui pemerintah pusat dan langsung terlaksana menggunakan dana kebijakan. Alhasil, dalam 100 hari pertama kepemimpinannya banyak kegiatan berjalan seperti peningkatan sarana jalan dan jembatan, pembangunan prasarana gedung dan kegiatan-kegiatan pada sektor ekonomi dan sosial. 

Ternyata urusan lobi-melobi bukan hal baru bagi SB, pria kelahiran 11 Oktober 1970 ini. Ia sudah berpengalaman sebagai manajer marketing (pemasaran dan iklan) pada perusahaan surat kabar Media Indonesia Grup segera setelah wisuda sebagai Sarjana Ekonomi Universitas Andalas tahun 1994. Dalam usia masih sangat muda SB sudah menguasai "rimba-raya" Jakarta. 

Bupati SB seperti tidak mengenal hari libur. Semenjak jadi wakil bupati mendampingi Bupati Ali Mukhni (17 Februari 2016 - 2021), ia bekerja membangun Kabupaten Padang Pariaman setiap hari, bahkan hingga lewat tengah malam. Segala aspek kehidupan masyarakat dia urus dengan mendayagunakan seluruh perangkat daerah dan pemerintahan nagari. 

Kabupaten Padang Pariaman dengan luas wilayah 1.343 km² berpenduduk 436 129 (BPS 2022). Daerah ini terdiri dari 17 kecamatan dengan 103 nagari, memanjang dari utara (berbatasan dengan Kabupaten Agam) hingga ke selatan (berbatasan dengan Kota Padang). Di tengah pantai barat terdapat Kota Pariaman yang memekarkan diri 2 Juli 2002. 

Suhatri Bur yang merupakan adik kelas saya (penulis) semasa belajar di SMPN Pakandangan (saya tamat 1986, SB 1987) terkesan sebagai pribadi yang menakjubkan. Dia benar-benar memposisikan diri sebagai bupati untuk seluruh wilayah yang dipimpinnya. SB tidak membedakan nagari tertentu meskipun pada waktu pemilihan kepala daerah ia dan Wabup Rahmang tidak memperoleh dukungan suara pemilih di nagari itu. 

Walaupun tidak terlalu intens, saya sempat beberapa kali mengikuti kegiatan Bupati SB ke sejumlah kecamatan dan nagari. Hal yang mengesankan saya, SB sangat familiar dengan masyarakat. Dia mengenal dan tanpa teks menyebut nama tokoh-tokoh masyarakat di nagari yang dikunjunginya. Begitu pula permasalahan pembangunan di nagari itu. 

Saya juga pernah mengikuti kunjungan Bupati SB ke Pekanbaru untuk menghadiri Musyawarah Wilayah Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) Provinsi Riau, Sabtu (3/4/2021), menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKDP Kabupaten Indragiri Hulu, Sabtu (10/7/2023) serta pertemuan dengan perantau di Jakarta, Sabtu (10/4/2021). Dalam kesempatan itu saya memperoleh kesan, Bupati SB sangat familiar dengan para perantau. 

Dalam kesempatan berbincang dengan saya, Bupati SB mengemukakan, kedekatannya dengan masyarakat dan perantau sebagai upaya dirinya memotivasi mereka meningkatkan taraf dalam segala aspek kehidupan serta dukungan untuk pembangunan daerah sesuai dengan visi Padang Pariaman Berjaya yang dia emban bersama Wabup Rahmang. 

Visi berjaya merupakan singkatan yang mencakup 1. Unggul berkelanjutan: memiliki makna suatu tekad untuk menjadikan Kabupaten Padang Pariaman maju selangkah dibandingkan daerah lain dalam segala hal yang dilaksanakan secara berkelanjutan; 2. Religius; kondisi masyarakat yang menjunjung tinggi norma-norma agama, berpegang teguh pada ajaran agama dan menjadikan agama sebagai pondasi dalam kehidupan sehari-hari; 3.Sejahtera: merupakan suatu kondisi masyarakat yang mencapai taraf kehidupan yang layak dari sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan dan sosial budaya serta; 4. Berbudaya: merupakan suatu gambaran kondisi masyarakat yang mempertahankan adat istiadat sebagai warisan nenek moyang terdahulu. 

Guna mencapai visi tersebut, Kepemimpijnan SB dan Rahmang merumuskan tujuh misi pembangunan tahun Padang Pariaman 2021-2026 sebagai berikut:

1. Meningkatkan kualitas kehidupan beragama berdasarkan falsafah adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah serta memelihara kerukunan, ketentraman, ketertiban;

2. Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana publik secara berkelanjutan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan dan penataan ruang;

3. Membangun kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui daya dukung sektor primer dan jasa berbasiskan pemberdayaan masyarakat; 

4. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang cerdas dan terampil serta berdaya saing melalui peningkatan kualitas pendidikan formal dan menggerakkan sektor pendidikan non formal;

5. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, bersih, berkeadilan, demokratis melalui penyelenggaraan pemerintahan yang profesional, aspiratif, partisipatif dan             transparan; 

6. Meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan dasar dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kearifan lokal melalui pemberdayaan masyarakat;

7. Meningkatkan sumber-sumber pendanaan dan ketepatan alokasi investasi melalui penciptaan iklim yang kondusif untuk pengembangan usaha dan penciptaan lapangan kerja. (*)



Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top