Kapan doa buka puasa dibaca?

Pilot Canang Sumbar
0

Dalam Kitab Fiqih I'anatut Thalibin Juz I Hal 247



Kapan doa buka puasa dibaca?

Untuk itu perlu kita melihat pendapat ulama terkait sabda Nabi tersebut agar tidak tersalah dan mudah menyalahkan amalan orang lain.

Telah ditegaskan oleh Imam Abu Bakar Muhammad Syatha’ dalam I’anat al-Thalibin Juz 2 hal 247 bahwa membaca do’a berbuka puasa yang benar adalah setelah selesai berbuka, bukan sebelum atau saat berbuka.

(وَقَوْلُهُ: عَقِبَ الْفِطْرِ) أَيْ عَقِبَ مَا يَحْصُلُ بِهِ الْفِطْرُ، لاَ قَبْلَهُ، وَلاَ عِنْدَهُ
(Imam Zainuddin al-Malibari berkata: setelah berbuka) yang dimaksud adalah setelah selesainya berbuka puasa, bukan sebelum atau saat berbuka.

Meski begitu, ada ulama yang menyatakan kebolehan membaca do’a berbuka puasa ketika hendak menyantap makanan atau minuman.

Akan tetapi, menurutnya yang lebih utama (al-aula) adalah setelah selesai berbuka puasa.

(وَ) يُسَنُّ (أَنْ يَقُوْلَ عِنْدَهُ) أي عِنْدَ إِرَادَتِهِ، وَالْأَوْلَى بَعْدَهُ (اللهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ)
Disunnahkan bagi orang yang akan berbuka dan yang lebih utama setelah berbuka (selesai menyantap makanan/minuman) membaca do’a Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthartu.

Sementara lafal doa dalam hadits lain ditambahkan ketika seseorang berbuka dengan menggunakan air. Berikut penjelasannya:

وَيُسَنُّ أَنْ يَقُوْلَ عَقِبَ الْفِطْرِ: اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ وَيَزِيْدُ - مَنْ أَفْطَرَ بِالْمَاءِ: ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى.
Disunnahkan membaca doa setelah selesai berbuka 'Allahumma laka shumtu wa 'ala rizqika aftharthu' dan bagi orang yang berbuka dengan air ditambahkan doa: 'Dzahabadzh dzhama-u wabtallatil-'uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-Allah'.

Semoga bermanfaat.

(PardiS) Guru Agama SMKN 8 Sijunjung

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top