DPRD-Pemkab Agam Sahkan APBD tahun 2024 sebesar Rp 1,6 Triliun lebih

Ketua DPRD Agam, Novi Irwan saat menandatangani nota kesepahaman APBD Agam tahun 2024, (foto : Humas DPRD Agam)

 


Agam-- Anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Agam tahun 2024 sebesar Rp 1,6 triliun lebih, telah disahkan. Hal itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Bupati Agam, Andri Warman dan Ketua DPRD Agam, Novi Irwan serta sejumlah pimpinan dewan setempat, dalam rapat parupurna, Kamis (30/11/23) malam.

Dikesempatan itu, Novi Irwan mengatakan, seluruh fraksi DPRD Agam menyampaikan pendapat akhir dengan mayoritas suara menyetujui rancangan APBD 2024 untuk dijadikan peraturan daerah. "Rancangan ini selanjutnya akan dikirim ke gubernur untuk proses lebih lanjut, segala saran fraksi akan menjadi masukan dalam penyusunan lebih lanjut," ujarnya Novi Irwan.



Rincian, APBD tahun anggaran 2024 Kabupaten Agam mencapai Rp 1.682.677.614.015 dengan rincian pendapatan daerah sebesar Rp 1.601.400.952.536 dengan rincian Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 219.618.685.458. Kemudian Pendapatan Transfer senilai Rp1.381.032.267.078.

Sementara belanja daerah pada APBD Kabupaten Agam 2024 dianggarkan sebesar Rp1.677.677.614.015 yang digunakan untuk belanja operasi sebesar Rp1.303.959.320.873, belanja modal Rp165.542.027.237, belanja tak terduga Rp18.045.419.050 dan belanja transfer sebesar Rp190.130.846.855.



Sementara, Bupati Agam menyampaikan, dari sisi proses, pembahasan RAPBD 2024 ini sangat berbeda dengan proses sebelumnya. Perbedaan pertama, tahun 2024 pemerintah daerah akan menghadapi pesta demokrasi.

Kedua dari sisi keuangan, tahun 2024 masih ada kebijakan DAU yang penggunaannya ditentukan sehingga sumber DAU yang bebas digunakan masih terbatas. "Kondisi ini berbeda dengan 2022 dan tahun sebelumnya, dimana kita relatif bebas mengalokasi DAU untuk keperluan kegiatan-kegiatan prioritas daerah," sebutnya.



Dengan situasi tersebut lanjutnya, menuntut proses pembahasan perancangan APBD 2024 extra ketat yang menguras tenaga dan fikiran. Hal ini bertujuan demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Agam.

"Dalam proses tersebut tentunya ada perbedaan pandangan dan kekurangan. Namun, semua itu merupakan bentuk keseriusan dan tanggungjawab bersama untuk menghasilkan APBD yang benar-benar bermanfaat untuk masyarakat Kabupaten Agam," tukasnya. (ADV)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama